sederet kamus
Translate: Tutorial:

Apa itu Direct & Indirect Question?

Mari kita bayangkan satu situasi yang mana kita akan menonton film di bioskop yang terletak di dalam sebuah mall. Ini adalah pertama kalinya kita mengunjungi mall tersebut, sehingga kita belum tahu persis letak bioskopnya. Untuk menghemat waktu dan tenaga, alih-alih kita mengelilingi mall untuk mencari bisokopnya, kita memutuskan untuk bertanya langsung saja kepada satpam. Ada beberapa alternatif kalimat tanya yang bisa kita lontarkan, di antaranya yakni:

  • Excuse me. Where is the cinema? (Permisi. bioskopnya ada di mana ya?)
  • Excuse me. Can you tell me where the cinema is? (Permisi. Bisa tolong beritahu saya ada di mana bioskopnya?)

Kedua kalimat tanya tersebut sama-sama menanyakan letak bioskop dengan cara yang berbeda. Pertanyaan nomor 1) adalah contoh dari kalimat tanya langsung (direct question), sedangkan pertanyaan nomor 2) adalah contoh dari kalimat tanya tidak langsung (indirect question).

Untuk lebih paham tentang keduanya, mari kita lihat penjelasan tentang direct dan indirect question di bawah ini:

Direct Question

Direct question adalah pertanyaan langsung. Direct question pada umumnya digunakan jika lawan bicara kita adalah orang yang sudah kita kenal, seperti saudara kita, teman kita, dan sebagainya.

Jenis pertanyaan ini disebut pertanyaan langsung, karena kita langsung menanyakan apa yang ingin kita ketahui tanpa harus ditambahkan kata-kata lainnya. Misalnya saja contoh di atas : “Where is the cinema?” Contoh kalimat tanya ini sangat jelas dan langsung pada pokoknya, yakni menanyakan letak bioskop. Contoh lain:

  • Why are you crying? (Mengapa kamu menangis?)
  • How did she get there? (Bagaimana dia bisa sampai sana?)
  • Were they hiding? (Apakah mereka sembunyi?)
  • Does he know about that? (Apakah dia tahu tentang itu?)
  • Have you done your homework? (Apakah kamu sudah mengerjakan PR-mu?)
  • When will they arrive? (Kapan mereka akan tiba?)

Terdapat dua jenis direct question, yakni yes or no question dan wh question. Di bawah ini adalah penjelasannya:

1. Yes or No Question

Yes or no question adalah jenis pertanyaan yang membutuhkan jawaban yes (ya) atau no (tidak). Misal:

  • Are you hungry? (Apakah kamu lapar?)
  • Did she go? (Apakah ia pergi?)
  • Can I touch that? (Bolehkah aku menyentuhnya?)

Ciri utama dari pertanyaan yes or no ini adalah pertanyaannya dimulai dengan auxiliary. Auxiliary ini adalah kata yang membantu kata kerja (verb). Ada empat jenis auxiliary, yaitu do, be, have, dan modals. Contoh (yang digarisbawahi adalah auxiliary):

  • Do you love me? (Apakah kau mencintaiku?)
  • Was he happy? (Apakah dia senang?)
  • Has Mike called you? (Apakah Mike sudah meneleponmu?)
  • May I leave early? (Bolehkah saya pulang lebih awal?)

Seperti yang kita lihat dari contoh di atas, penggunaan auxiliary ini tentunya harus menyesuaikan dengan tenses kalimat dan subjek kalimat. Untuk memahaminya, mari kita lihat tabel di bawah ini:

Tabel penggunaan auxiliary berdasarkan subjek dan tenses:

  Do Be Have Modal
I/ you/ we/ they He/ she/ it I You/ we/ they He/ she/ it I/ you/ we/ they He/ she/ it Semua subjek
Present simple Do Does Am Are Is
Past simple Did did Was Were Was
Future simple Will
Present perfect Have Has
Past perfect Had Had
Future perfect Will
Present continuous Am Are Is
Past continuous Was Were Was
Future continuous Will
Present perfect continuous Have Has
Past perfect continuous Had Had
Future perfect continuous Will

Modal auxiliary selain will, yaitu can, could, should, must, might, may, would, dan shall memiliki aturan penggunaan yang berbeda. Kita akan mempelajari aturan tersebut di lain kesempatan. Yang perlu diketahui adalah semua modal auxiliary tidak mengikuti subjek, sehingga apapun subjeknya, bentuk dari modal auxiliary tidak berubah.

Perubahan penggunaan auxiliary ini tidak hanya berlaku pada yes or no question saja, perubahan juga berlaku pada pertanyaan jenis wh question. Oleh karena itu, lebih baik kita hafalkan dan pahami terlebih dahulu perubahaan auxiliary-nya agar kita bisa menyusun sendiri kalimat yes or no question dan wh question.

Membentuk yes or no question sebenarnya cukup mudah, kita hanya tinggal mengikuti pola di bawah ini:

Auxiliary + subject + predicate + complement?

Keterangan:

  • Verb = kata kerja
  • Noun = kata benda
  • Adjective = kata sifat
  • Adverb = kata keterangan
  • Gunakan auxiliary do jika predikatnya adalah kata kerja, dan auxiliary be jika predikatnya adalah kata benda/ sifat/ keterangan.
  • Complement adalah tambahan untuk membuat kalimatnya lebih detail. Complement ini bisa berupa objek atau adverb (keterangan)

Contoh:

  • Is she a doctor? (Apakah dia dokter?) –> menggunakan a doctor (kata benda) sebagai predikatnya, sehingga auxiliary-nya mengunakan be.
  • Did you run fast enough? (Apakah kamu berlari cukup kencang?) –> menggunakan run (kata kerja) sebagai predikatnya, sehingga auxiliary-nya menggunakan do. Fast enough adalah complement (keterangan cara).
  • Should we go camping on the weekend? (Haruskah kita pergi berkemah di akhir pekan?) –> menggunakan modal (should) sebagai auxiliary-nya. On the weekend adalah complement (keterangan waktu).

2. Wh Question

Wh question adalah jenis pertanyaan yang diawali dengan kata 8w 1h, yaitu what, where, who, whom, when, why, whose, which, dan how. Contoh:

  • What is your name? (Siapa namamu?)
  • How did it happen? (Bagaimana itu bisa terjadi?)
  • Where should we start? (Kita harus mulai dari mana?)

Untuk menyusun kalimat tanya berjenis wh question sebenarnya sama saja seperti membentuk kalimat tanya yes or no. hanya saja, dalam kalimat wh question kita menambahkan kata 8w 1h di depannya. Contoh:

  • Yes/ no question: Did you eat it? (Apakah kamu memakannya?)
  • Wh question: Why did you eat it? (Mengapa kamu memakannya?)

Berikut adalah pola yang bisa diikuti untuk membuat kalimat wh question:

Wh- / how + auxiliary + subject + predicate + complement?

Keterangan:

  • Auxiliary yang digunakan sama seperti auxiliary pada yes/ no question. Untuk itu, kita bisa menggunakan tabel auxiliary di atas untuk membantu kita memilih auxiliary yang tepat.

Untuk which dan whose memiliki pola sendiri, yakni:

Which/ whose + noun + auxiliary + subject + predicate + complement?

Contoh:

  • Which dress have you chosen? (Gaun mana yang telah kamu pilih?)
  • Which one is his cell phone? (Yang mana ponselnya?)
  • Whose car were you driving yesterday? (Mobil siapa yang kamu kendarai kemarin?)
  • Whose umbrella is that? (Itu payung siapa?)

Indirect Question

Jika direct question adalah pertanyaan yang biasanya dilontarkan kepada orang yang sudah kita kenal, indirect question adalah kebalikannya. Indirect question atau pertanyaan yang tidak langsung pada umumnya diajukan kepada orang yang belum kita kenal atau kepada orang yang kita segani atau hormati, misal kepada atasan kita, guru kita, klien kita, dan sebagainya.

Pada indirect question terdapat tambahan frasa yang berfungsi untuk memperhalus dan membuat pertanyaan lebih sopan. Tambahan frasa tersebut di antaranya adalah:

  • Do you know…?
  • Can/ could you tell me…?
  • Do you have any idea…?
  • I was wondering.…
  • I’d like to know….
  • Would it be possible…?

Indirect question tidak selalu berbentuk kalimat tanya. Indirect question bisa juga berupa kalimat berita. Misalnya saja pada frasa “I was wondering…” dan “I’d like to know…”. Indirect question yang diawali oleh frasa tersebut bukanlah kalimat tanya, melainkan kalimat berita.

Berikut adalah beberapa contoh indirect question:

  • Could you tell me if you’ve seen Anita? (Bisa tolong beritahu saya apakah Anda telah melihat Anita?)
  • Do you have any idea why the building is demolished? (Apakah Anda tahu mengapa bangunannya dihancurkan?)
  • I was wondering whether or not they told me the truth. (Saya ingin tahu apakah mereka memberitahu saya yang sebenarnya)
  • I’d like to know how you made the cookies. (Saya ingin tahu bagaimana Anda membuat kuenya)
  • Would it be possible if we meet tomorrow? (Apakah memungkinkan jika kita berjumpa besok?)

Sama seperti direct question, indirect question pun memiliki dua jenis pertanyaan, yakni yes or no question dan wh question. Berikut adalah penjelasan tentang keduanya:

1. Yes or No Question

Untuk membentuk indirect question berjenis yes or no question, kita bisa mengikuti pola di bawah ini:

Indirect question phrase + if/ whether + subject + predicate + complement

Keterangan:

  • Indirect question phrase adalah frasa yang mengawali indirect question yang berfungsi untuk memperhalus kalimat. Di atas ada beberapa frasa indirect question yang bisa kita gunakan.
  • Kita bebas memilih untuk menggunakan if atau whether. Tidak ada perbedaan signifikan di antara keduanya. Hanya saja if lebih sering digunakan dalam indirect question dibandingkan whether.

Contoh:

  • Can you tell me if the café is open on Monday? (Bisa beritahu saya apakah kafe buka di hari Minggu?)
  • I’d like to know whether John visited the museum. (Saya ingin tahu apakah John mengunjungi museumnya)

2. Wh Question

Wh question pada indirect question sama saja seperti yes or no question. Bedanya, dalam wh question if/ whether diganti dengan 8w 1h (what, where, who, whom, when, why, whose, which, dan how). Untuk lebih jelasnya, lihatlah pola berikut ini:

Indirect question phrase + wh- / how + subject + predicate + complement

Contoh:

  • Do you know who she is? (Apakah kamu tahu siapa dia?)
  • I was wondering what you think about me. (Saya ingin tahu apa yang pendapat Anda tentang saya)

Perlu diingat bahwa predikat yang muncul setelah 8w 1h harus selalu diletakkan setelah subjek, bukan sebelum subjek. Misal:

  • Do you have any idea where the nearest ATM is? (Apakah Anda tahu di mana ATM terdekat?) –> benar, karena predikat (is) terletak setelah subjek (the nearest ATM)
  • Could you tell me why is she angry? (Bisa beritahu saya mengapa dia marah?) –> salah, karena predikat (is) terletak sebelum subjek (she). Kalimat yang benar: Could you tell me why she is angry?

Direct and Indirect Questions

Untuk lebih memahami perbedaan direct dan indirect question, silakan lihat contoh-contoh ini:

  • Direct: are you okay? (Apakah kamu baik-baik saja?)

Indirect: I was wondering if you are okay. (Saya ingin tahu apakah Anda baik-baik saja)

  • Direct: Who is your teacher? (Siapa gurumu?)

Indirect: Can you tell me who your teacher is? (Bisa kasih tahu saya siapa guru Anda?)

  • Direct: May I submit my work on Wednesday? (Bolehkah saya mengumpulkan pekerjaan saya hari Rabu?)

Indirect: Would it be possible if I submit my work on Wednesday? (Apakah mungkin jika saya mengumpulkan pekerjaan saya hari Rabu?)

Demikianlah penjelasan tentang direct dan indirect question. Sekarang, mari kita coba membuat contoh direct dan indirect question kita sendiri.