sederet kamus
Translate: Tutorial:

Apa itu Expressing Obligation?

Dalam bahasa Inggris, obligation berarti keharusan. Untuk mengungkapkan ide dari sebuah keharusan, berbicara tentang aturan, kewajiban, atau untuk memberikan nasihat yang tegas pada orang lain atau pada diri sendiri, digunakanlah  beberapa kata kunci berupa modal verbs yaitu:

  • Must
  • Have to
  • Need to 

1. Use of modal verbs of obligation and necessity

Modal verbs, atau biasa disebut dengan modal, dapat digunakan ketika berbicara tentang keharusan, kebebasan, dan kepentingan dalam melakukan sesuatu.

Biasanya kalimat ini dibentuk dengan rumus:

Have (got) to / Must / Need to / Don’t have to / Needn’t / Don’t need to + infinitive

2. Talking about obligation in the present

  • Obligation

Have to dan must digunakan untuk mengekspresikan keharusan. Ada sedikit perbedaan dalam penggunaan dua modal tersebut.

Have to menunjukkan bahwa keharusan berasal dari orang lain. Bisa berupa hukum atau peraturan yang mendesak, bersifat memaksa, dan tidak dapat diubah oleh si pembicara.

    • In Indonesia, you have to wear a seat belt when you drive a car. (Di Indonesia, kau harus menggunakan sabuk pengaman ketika mengendarai mobil.)

Must menunjukkan bahwa keharusan berasal dari si pembicara. Keharusan tersebut bukanlah termasuk hukum atau peraturan.

    • I must arrive at the airport an hour before the departure time. (Aku harus tiba di bandara satu jam sebelum waktu keberangkatan.)

Must juga digunakan ketika si pembicara setuju dengan sebuah peraturan yang berasal dari luar (external rule).

    • In Indonesia, you must wear a seat belt when you drive a car. (Di Indonesia, kau harus menggunakan sabuk pengaman ketika mengendarai mobil.)

Need to seringkali digunakan dalam konteks yang sama seperti pada penggunakan have to. Namun kebanyakan need to digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak begitu mendesak dan sesuatu yang masih dapat dipengaruhi oleh pilihan kita.

    • I have to wake up early and finish this assignment before the class begins.
    • I need to wake up early and finish this assignment before the class begins
      (Aku harus bangun lebih awal dan menyelesaikan tugas ini sebelum kelas dimulai)
  • Forbidden

Struktur kalimat ini digunakan  ketika sesuatu hal dianggap terlarang (forbidden). Rumus yang digunakan adalah:

Must not / Musn’t + base form of the verb

    • You must not drive without wearing seat belt. (Kau tidak boleh menyetir tanpa mengenakan sabuk pengaman.)
    • You musn’t leave the class before it ends. (Kau tidak boleh meninggalkan kelas sebelum berakhir.)
  • No obligation

Kita menggunakan don’t have to untuk menunjukkan bahwa tidak terdapat keharusan pada suatu hal. Kita bisa melakukan hal tersebut jika ingin tetapi hal itu bukanlah kewajiban.

Kalimat ini dibentuk dengan rumus:

Don’t  / Doesn’t / Didn’t + have to + base form of the verb

    • You don’t have to wear a dress to the event. You can wear a dress if you want to but it’s OK if you don’t. (Kau tidak harus memakai gaun ke acara itu. Kau bisa memakai gaun jika mau tapi tidak mengenakan pun tidak mengapa.)

Needn’t + base form of the verb

    • You needn’t your coat. The weather is not that cold. (Kau tidak memerlukan mantelmu. Cuacanya tidak sedemikian dingin.)

3. Talking about obligation in the past

Ketika berbicara tentang obligation di masa lalu, tidak ada bentuk past dari must. Jadi modal yang digunakan untuk bentuk past adalah had to (dari have to) dan needed to (dari need to).

Had to / Need to + base form of the verb

  • I had to study late last night. (Aku harus belajar hingga larut semalam.)
  • I needed to eat less calories to maintain my weight. (Aku harus makan lebih sedikit kalori untuk menjaga berat badanku.)

Catatan: have to dan need to kerap digunakan untuk konteks yang sama tapi need to lebih sering digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang tidak terlalu mendesak dan kita masih memiliki pilihan atas suatu hal.

4. Talking about obligation in the future

Sama halnya ketika membicarakan obligation in the past, ada beberapa kemiripan ketika membicarakan obligation in the future. Karena tidak ada bentuk future dari must, maka digunakanlah have to dan need to.

Kalimat ini dibentuk dengan rumus:

Will have to / Will need to + infinitive

  • I will have to study late tomorrow night. (Aku harus belajar hingga larut esok malam.)
  • I will need to eat less calories to maintain my weight. (Aku harus makan lebih sedikit kalori untuk menjaga berat badanku.)

5. Asking whether you or others have an obligation to do or not

Struktur kalimat di bawah ini digunakan ketika kita bertanya apakah diri kita atau orang lain memiliki keharusan atas sesuatu atau tidak.

  • Do I have tohelp them now? (Haruskah aku membantu mereka sekarang?)
  • Do I need toleave her a message? (Apakah aku harus meninggalkannya sebuah pesan?)
  • Must Iaccept the request? (Haruskah aku menerima permintaannya?)
  • I don’t have toattend the meeting, do I? (Aku tidak harus menghadiri rapat itu, bukan?)
  • Do you have toget to the office so early? (Haruskah kau tiba di kantor begitu awal?)
  • Are you expected tofinish the job by tomorrow? (Tidakkah kau diharapkan untuk menyelesaikan pekerjaan itu besok?)
  • Must youwork so hard? (Haruskah aku bekerja sedemikian keras?)
  • Is it necessary for me togo with them? (Pentingkah bagiku untuk pergi bersama mereka?)

6. Other ways to express obligation

Selain dengan kalimat yang terbentuk dari modal di atas, mengungkapkan obligation juga dapat menggunakan frasa-frasa di bawah ini:

  • It is necessary that you follow these rules. (Penting sekali bagimu untuk mengikuti peraturan-peraturan ini.)
  • I can’t refuse to do that task. (Aku tidak bisa menolak mengerjakan tugas itu.)
  • I can’t avoid It’s my duty to manage the interns. (Aku tidak bisa menghindarinya. Sudah tugasku untuk mengatur karyawan magang itu.)
  • It is my responsibility to clean the table. (Sudah tanggung jawabku untuk membersihkan meja.)
  • I have no other choice but to attend the conference. (Aku tidak punya pilihan lagi selain datang ke konferensi itu.)