sederet kamus
Translate: Tutorial:

Apa itu “Negative Connotation”?

Bahasa merupakan salah satu simbol yang digunakan manusia untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya, selain itu bahasa juga digunakan untuk mengekspresikan gagasan atau perasaan. Dengan menggunakan bahasa maka kita bisa mengartikan suatu kata menjadi beberapa arti, tidak hanya Bahasa Indonesia saja namun begitu juga dengan bahasa internasional yaitu Bahasa Inggris. Kita bisa menggunakan makna denotasi dan konotasi dalam mengartikan sebuah kata. Pada kesempatan kali ini kami akan mengajak Anda untuk lebih memahami makna dari konotasi.

Sebelumya tentu saja Anda harus memahami dulu arti dari denotasi dan konotasi, sehingga bisa memahami penerapannya juga. Makna dari denotasi atau denotatif adalah arti sesungguhnya dari sebuah kata tersebut, sedangkan untuk konotasi atau konotatif memiliki makna yang tertuju pada emosi atau perasaan. Pada kesempatan kali ini kami akan mengajak Anda untuk mengenal konotasi, lebih tepatnya adalah negative connotation. What is negative connotation? – definition & examples yang bisa Anda pahami dengan membaca tulisan di bawah ini.

Perbedaan konotasi dan denotasi dalam Bahasa Inggris

Sebelum membahas lebih dalam mengenai konotasi dalam Bahasa Inggris terutama konotasi negatif atau negative connotation, maka Anda harus tahu lebih dahulu apa perbedaan dari konotasi dan denotasi. Karena hingga saat ini, masih banyak sekali orang yang tidak mengerti apa perbedaan dari konotasi dan denotasi dan seringkali tertukar padahal keduanya berbeda.

Denotasi atau denotatif atau dalam Bahasa Inggris adalah denotation merupakan arti sesungguhnya dari sebuah kata-kata. Untuk lebih mudah dalam memahaminya, maka kami akan memberikan contohnya. Yaitu kata home yang memiliki arti rumah dalam bahasa Indonesia, denotasi dari home memiliki makna denotasi sebagai place where we live in atau memiliki arti sesungguhnya yaitu rumah yang memang digunakan sebagai tempat tinggal.

Sedangkan untuk makna konotasi atau konotatif atau connotation merupakan makna yang merujuk pada perasaan, atau emosi. Untuk makna konotasi atau connotation dari rumah atau home, adalah love, comfort, atau family yang lebih merujuk ke perasaan atau emosi. Sekarang Anda sudah bisa membedakan konotasi dan denotasi bukan?

Jenis-jenis konotasi dalam Bahasa Inggris

Belajar bahasa internasional yaitu Bahasa Inggris merupakan salah satu hal yang penting, karena ketika berada di luar negeri atau berkomunikasi dengan orang asing Anda harus menggunakan Bahasa Inggris. Penting sekali supaya Anda mengetahui denotasi dan juga konotasi sehingga Anda bisa menerapakannya dalam kehidupan sehari-hari, pada poin kali ini kami akan membantu Anda untuk lebih memahami mengenai jenis konotasi Bahasa Inggris atau connotation. Karena connotation ternyata ada beberapa jenis dan harus Anda pahami ketiganya sehingga Anda bisa membedakan jenis konotasi apa. Berikut merupakan makna konotatif dalam Bahasa Inggris yang harus Anda ketahui :

  • Konotasi positif (positive connotation / favorable connotation)

Jenis konotasi yang pertama yang harus Anda ketahui adalah konotasi positif atau yang dalam Bahasa Inggris disebut juga sebagai positive connotation atau favorable connotation yang merupakan asosiasi positif dari kata.

  • Konotasi negatif (negative connotation / unfavorable connotation)

Jika tadi kita sudah mengetahui ada positive connotation atau favorable connotation, maka lawannya adalah konotasi negatif atau yang dalam Bahasa Inggris dikenal juga sebagai negative connotation atau unfavorable connotation. Konotasi ini merupakan asosiasi kata yang akan menimbulkan respon yang negatif pada kata yang dimaksud. Biasanya konotasi negatif (negative connotation atau unfavorable connotation) ini digunakan sebagai sarkasme.

  • Konotasi netral (neutral connotation)

Jenis konotasi yang ketiga adalah konotasi netral atau dalam Bahasa Inggris kita kenal sebagai neutral connotation yang merupakan kata yang memiliki makna yang tidak sama sekali memunculkan reaksi emosional apapun.

Definisi konotasi negatif (negative connotation / unfavorable connotation)

Ternyata konotasi sendiri memiliki 3 jenis seperti yang sudah kita sebutkan di atas yaitu positive connotation / favorable connotation, negative connotation / unfavorable connotation, dan neutral connotation. Setelah mengetahui penjelasannya secara singkat, maka kali ini kita akan lebih fokus untuk mengetahui salah 1 jenis konotasi yaitu kali ini kita akan membahas lebih detail mengenai negative connotation / unfavorable connotation.

Sebelumnya ketahui dulu mengenai pengertian dari konotasi negatif sehingga Anda memahami penggunaannya. Konotasi negatif (negative connotation atau unfavorable connotation) merupakan makna tidak sebenarnya yang akan menimbulkan respon yang negatif pada kata yang dimaksud tersebut. Jika sebuah kata atau frasa menghasilkan emosi yang buruk atau negatif setelah mendengarnya, maka Anda bisa mengatakan bahwa kata itu memiliki makna konotasi negatif atau negative connotation atau unfavorable connotation. Biasanya konotasi negatif digunakan untuk sarkasme, atau juga bisa membantu untuk menciptakan perasaan takut untuk seseorang.

Untuk lebih mudah memahami konotasi negatif, maka perhatikan contoh dari negative connotation atau unfavorable connotation berikut.

Positive connotation : The aroma of my mother cooking (aroma masakan ibuku) memiliki makna konotasi yang positif karena aroma memiliki makna bau yang enak, sehingga menimbulkan konotasi yang positif.

Untuk lebih mudah memahami negative connotation atau unfavorable connotation maka kita akan mengubah kalimat di atas yang memiliki arti konotasi positif menjadi konotasi negatif. Perhatikan kalimat di bawah ini.

Negative connotation : The stench of my mother cooking (bau masakan ibuku) memiliki makna konotasi negatif yang negatif, karena strench memiliki emosi negatif. Jika diperhatikan, ketika kita mengganti kata aroma dengan strench maka kalimat itu akan berubah total. Meskipun strench juga memiliki artian yang hampir sama dengan aroma, namun ia berarti bau atau bau busuk sehingga memiliki konotasi yang negatif, sehingga dengan demikian makanan terdengar seperti kurang menarik.

Contoh konotasi negatif (negative connotation / unfavorable connotation)

Setelah mengerti definisi atau pengertian dari negative connotation atau unfavorable connotation, maka pada poin ini kami akan memberikan beberapa contoh dari konotasi negatif sehingga Anda lebih memahami apa itu negative connotation atau unfavorable connoation dan bisa menggunakannya bila memang Anda sedang membutuhkannya. Berikut adalah beberapa contoh dari kalimat yang memiliki makna negative connotation atau unfavorable connotation. Untuk lebih mudah memahami negative connotation atau unfavorable connotation, maka untuk contohnya kami akan menggunakan perbandingan antara konotasi positif dan konotasi negatif.

  • Economical (hemat) vs cheap (murah)

Positive connotation : Before she makes any purchases, Munia likes to do his research, she is very economical (Sebelum melakukan pembelian, Munia melakukan penelitian, dia sangat ekonomis)

Negative connotation : Before she makes any purchases, Munia likes to do his research, she is so cheap. (Sebelum melakukan pembelian, Munia melakukan penelitian, dia sangat murahan)

Terlihat perbedaan antara makna economical dan cheap pada kedua kalimat di atas, keduanya memiliki makna yang mirip jika tidak digabungkan dengan kalimat. Namun ketika dimasukkan ke dalam kalimat, maka merubah makna. Ketika kita memikirkan economical (ekonomis), artinya adalah hemat dan bijaksana. Sementara itu, kata cheap (murahan) merupakan kata negatif yang merendahkan seseorang atau bisa disebut sebagai pelit.

  • Intelligent (cerdas) vs Nerd (kutu buku)

Positive connotation : Do you know Angel? I didn’t know she was so intelligent. (Kamu tahu Angel? Aku tidak tahu dia sangat cerdas)

Negative connotation : Do you know Angel? I didn’t know she was such a nerd. (Kamu tahu Angel? Aku tidak tahu dia kutu buku seperti itu)

Lihatlah perbedaan antara dua kalimat di atas, intelligent atau cerdas dan nerd atau kutu buku mungkin memiliki makna yang mirip karena keduanya disebut rajin. Namun pada kalimat pertama atau pada kalimat makna konotasi positif, intelligent memiliki makna cerdas atau pujian yang tinggi. Sedangkan pada kalimat kedua yaitu nerd atau kutu buku menjadi memiliki makna negatif. Mungkin pada hari-hari ini, kutu buku menjadi sebutan yang positif. Namun masih banyak anggapan yang menujukkan bahwa seolah-olah orang seperti itu tidaklah keren.

  • Fun (menyenangkan) vs Interesting (menarik)

Positive connotation :Well, last night’s party was fun! (Ya, pesta tadi malam menyenangkan!)

Negative connotation : Well, last night’s party was….. interesting (Ya, pesta tadi malam…. menarik)

Ketika kita memberikan tawaran sesuatu kepada seseorang, kita tentu saja bertanya kepada mereka dan ingin tahu apa perasaan yang mereka rasakan. Apakah hal itu menyenangkan bagi mereka atau tidak? Misalnya saja kemarin malam kita mengajak teman kita pergi ke sebuah pesta dan kemudian kita bertanya bagaimana pesta kemarin malam? Pada kalimat yang pertama, teman kita menjawabnya dengan fun (menyenangkan) yang berarti merupakan konotasi positif karena sebenarnya mereka benar-benar menikmati pesta tersebut dan menganggap pesta itu menyenangkan. Namun ketika teman kita menjawabnya dengan jawaban kedua yaitu interesting (menarik) mungkin mereka sedikit ragu sehingga menggunakan kata yang memiliki konotasi negatif itu, mereka bisa saja memilih kata itu karena merasa pesta kemarin malam tidak benar-benar menyenangkan.

  • Excited (gembira) vs Anxious (cemas / gelisah)

Positive connotation : I’m really excited to meet Nando (Aku sanagt senang bertemu dengan Nando)

Negative connotation : I’m really anxious about meeting Nando (Aku benar-benar ingin bertemu dengan Nando)

Biasanya ketika bertemu dengan seseorang yang kita rindukan atau sudah lama tidak bertemu maka kita akan menjadi lebih bersemangat. Perhatikan kedua kalimat di atas, kalimat pertama menggunakan kata excited atau gembira yang menandakan perasaan yang positif atau gembira ketika akan bertemu dengan seseorang. Sedangkan kalimat yang kedua menggunakan kata anxious yang berarti cemas atau gelisah, arti kata ini tidak selalu buruk. Namun memiliki sedikit makna konotasi energi gugup sehingga tidak terlalu menarik diucapkan seperti perasaan gembira pada kalimat nomor 1.

  • Curious (ingin tahu) vs Nosy (usil)

Positive connotation : Do you know Viona little brother? He’s a very curious child. (Kamu tahu adik laki-laki Viona? Dia anak yang sangat ingin tahu)

Negative connotation : Do you know Viona little brother? He’s a very nosy child. (Kamu tahu adik laki-laki Viona? Dia anak yang sangat usil)

Kita juga bisa memahami negative connotation dengan mudah melalui dua kalimat di atas, pada kalimat pertama ditunjukkan bahwa adik laki-laki Viona merupakan anak yang curious atau ingin tahu yang memiliki makna menjurus pada pikiran yang selalu ingin tahu akan hal baru dan suka belajar. Sedangkan untuk kalimat yang kedua, dikatakan bahwa adik Viona ini memiliki sifat Nosy atau usil, yang suka menganggu orang dan jelas tidak disukai. Curious atau ingin tahu dan Nosy atau usil mungkin hampir memiliki makna yang sama, namun ketika dibuat menjadi kalimat di atas maka nosy menjadikan kalimat itu sebagai negative connotation atau unfavorable connotation.

Itu tadi beberapa penjelasan lengkap mengenai What is negative connotation? – definition & examples. Dengan memberikan contoh dari kalimat yang memiliki konotasi negatif dengan membandingkannya dengan kalimat konotasi yang positif tentu akan lebih memudahkan Anda untuk belajar dan memahaminya. Semoga artikel yang kami berikan ini bisa berguna dan bermanfaat bagi Anda semuanya!