sederet kamus
Translate: Tutorial:

Berbagai Cara Mengatakan Lapar dalam Bahasa Inggris

Another Way to Say ‘Hungry’

Ketika mempelajari bahasa Inggris, banyak terdapat aspek-aspek teknis seperti misalnya grammar dan pronunciation yang benar. Namun di samping itu, terdapat pula idiom dan slang (bahasa gaul) yang kerap ditemui dalam berkomunikasi sehari-hari.

Memahami idiom dan slang mungkin tidak secara langsung mempengaruhi kemampuan teknis dalam berbahasa Inggris. Akan tetapi mempelajari idiom dan slang dengan benar dapat membantu kehidupan sosial kita saat berada di negara asing.

Di bawah ini adalah beberapa contoh untuk mengatakan ‘I am hungry’ / ‘aku lapar’ dengan cara yang beragam.

I’M STARVING

Starving secara harafiah berarti sekarat disebabkan oleh kurangnya makanan. Tentu saja kita tidak ingin memberi tahu orang lain hal tersebut secara harafiah namun orang-orang berbahasa Inggris senang sekali menggunakan istilah yang ekstrem untuk menggambarkan hal-hal yang sebetulnya tidak seekstrim itu.

Jadi ketika ditanya ‘shall we go out for some food?’ / ‘haruskah kita pergi makan?’ sebuah jawaban ‘yes, I’m starving’ sudah cukup. Idiom ini mungkin terdengar berlebihan tapi sebetulnya umum sekali digunakan dan dimengerti oleh orang berbahasa Inggris.

I’M RAVENOUS

Selain istilah di atas, ravenous juga adalah istilah ekstrem lain untuk menggambarkan tingkat kelaparan dan kekurangan makanan. Istilah ini juga menggambarkan orang yang dapat memakan apapun. Tapi sekali ini, istilah ini umum digunakan hanya ketika seseorang merasa sangat lapar.

Ravenous tidak dapat menggambarkan kebutuhan akan makanan ringan, dan hanya dapat menggambarkan suatu keadaan di mana misalnya makan siang terlewat karena pekerjaan dan seseorang menawarkan kita sepotong sandwich.

‘Could I get you a sandwich from the café while you work?’ (Bisakah aku membawakanmu roti lapis dari kafe sementara kau bekerja?)

‘Yes, please, I’m ravenous.’ (Ya, tolong, aku sangat lapar.)

I’M PECKISH

Being peckish’ adalah istilah yang tidak seekstrem dua istilah sebelumnya. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang lapar tapi tidak terlalu lapar. Ini dapat digunakan untuk mendeskripsikan seseorang yang mencari camilan atau makan siang yang ringan. Peckish sering digunakan dengan tambahan ‘a bit’ atau ‘sedikit’. Istilah ini termasuk dalam kata yang sopan dan dapat dengan mudah digunakan pada situasi apapun.

‘Are you hungry?’ (Apakah kau lapar?)

‘Yes, I’m a bit peckish but I think I can wait.’ (Ya, aku agak lapar tapi sepertinya aku bisa menunggu.)

I COULD EAT A HORSE

Istilah berikut ini sama ekstremnya dengan starving dan ravenous tetapi dianggap lebih lucu. Beberapa orang menggunakan istilah ini karena memakan kuda bukanlah sesuatu yang akan dilakukan banyak orang.

Orang lainnya mengatakan bahwa istilah ini berasal dari fakta bahwa seekor kuda berukuran sangat besar dan dengan mengatakan ‘I could eat a horse’ berarti menandakan seberapa laparnya kita hingga kita bisa makan sesuatu yang sebesar kuda. Istilah ini kerap kali digunakan di antara sesama teman untuk memberi tahu bahwa kita merasa sangat lapar.

‘Hey, let’s grab a coffee.’ (Hei, ayo kita beli kopi.)

‘Can we just have a pizza instead? You know, even I could eat a horse now.’ (Bisa tidak kita beli pizza saja? Kau tahu, aku bahkan bisa makan seekor kuda.)

I FANCY …

Fancy dalam bentuk verb dapat berarti membayangkan, menyukai, atau mengkhayalkan. Istilah ini dapat ditemukan dalam kalimat kasual seperti ‘fancy a cuppa?’ yang berarti menanyakan pada seseorang apakah mereka ingin a cup of tea atau secangkir teh. Fancy dalam konteks ini menunjukkan keinginan yang amat sangat dan spesifik  untuk suatu makanan atau minuman.

‘What should we have for lunch today? Should we have pasta?’ (Apa yang harus kita makan siang ini? Haruskah kita makan pasta?)

‘No, I fancy a slice of pizza.’ (Tidak, aku sedang sangat ingin sepotong pizza.)

I’M CRAVING FOR …

Frasa craving for memiliki arti menginginkan atau mendambakan. Hal yang didambakan biasanya adalah makanan atau minuman, mirip dengan istilah ‘I fancy…’ sebelumnya. Sama dengan ‘I fancy…’ frasa ‘I’m craving for…’ diikuti dengan kata benda dari suatu hal yang didambakan.

‘Why don’t you eat the chicken?’ (Kenapa kau tidak memakan ayamnya?)

‘I don’t know. I’m craving for salmon or tuna salad from the shop lately.’ (Aku sedang mendambakan salad salmon atau tuna dari toko itu akhir-akhir ini.’)

I COULD MURDER …

Istilah yang ini memiliki kemiripan dengan ‘I could eat a horse’. Secara harafiah idiom ini berarti ‘I could kill’ / ‘aku dapat membunuh’ atau dapat juga berarti ‘I could devour’ / ‘aku dapat melahap’. Dalam bahasa Inggris, idiom ini dianggap sebagai ungkapan yang lucu karena pada konstruksi kalimatnya, idiom tersebut berbentuk seperti ini:

I could murder the whole cake right now’ / ‘Aku dapat membunuh seluruh kuenya saat ini’ dalam arti bahwa kita begitu lapar hingga sepertinya dapat melahap kue tersebut tanpa ampun.

Beberapa istilah lain untuk mengatakan ‘I’m hungry’ adalah:

  • I’m as hungry as a wolf

X: Do you think you can eat all these sandwiches? (Menurutmu kau bisa memakan semua roti lapis ini?)

Y: I didn’t have breakfast this morning. I’m as hungry as a wolf! (Aku tidak sarapan tadi pagi. Aku sangat lapar!)

  • I could eat an ox

X: Why do you eat like that? (Mengapa kau makan seperti itu?)

Y: I’m so hungry I could eat an ox. (Aku sangat lapar hingga aku bisa makan seperti seekor sapi.)

  • I’m famished

X: I’m going to do groceries. What do you want to eat? (Aku akan pergi berbelanja. Apa yang ingin kau makan?)

Y: Buy me two boxes of pizza. I’m famished. (Belikan aku dua kotak pizza. Aku kelaparan.)

  • I’m hungry as a bear

X: Are you okay? You look pale. (Kau baik-baik saja? Kau tampak pucat.)

Y: Nothing. Just hungry as a bear. (Tidak apa-apa. Hanya merasa sangat lapar.)

  • I’ve got the munchies

X: Are you sure you want to have this burger and chicken set? (Kau yakin ingin membeli set burger dan ayam ini?)

Y: Of course. I’ve got the munchies. (Tentu saja. Aku lapar.)

  • My stomach is growling

X: Do you hear that sound? (Kau dengar suara itu?)

Y: What sound? Oh, that? That’s my stomach growling. (Suara apa? Oh, itu? Itu perutku yang kelaparan.)

  • I need food

X: What do you want to eat? (Kau ingin makan apa?)

Y: Give me anything, I need food. (Berikan aku apapun, aku lapar.)

  • My tummy is talking to me

X: We only have leftover lasagna. (Kita hanya punya sisa lasagna.)

Y: It’s okay. I can eat anything. My tummy is talking to me right now. (Tidak apa-apa. Aku bisa makan apapun. Perutku lapar.)