sederet kamus
Translate: Tutorial:

Cara Membuat Cover Letter yang Baik dalam Bahasa Inggris

Bagi kamu yang sedang menjadi job seeker (pencari kerja) tentu tidak asing lagi dengan Cover Letter, yang merupakan salah satu dokumen penting saat mengirimkan lamaran pekerjaan. Cover Letter bisa dibilang sebagai senjata utama untuk ‘menjual’ kemampuan diri kamu kepada perusahaan yang kamu lamar. Karena itu meskipun tidak semua perusahaan mewajibkan Cover Letter, tapi sebaiknya kamu tetap mengirimkan dokumen yang satu ini saat melamar kerja.

Agar lamaran pekerjaan kamu bisa berlanjut pada tahap interview atau wawancara, pastikan kamu membuat Cover Letter yang baik sekaligus menarik. Pembahasan kali ini akan mengulas mengenai cara membuat Cover Letter yang baik dalam Bahasa Inggris. Mulai dari hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan saat membuat Cover Letter, apa yang harus dihindari, susunan yang tepat, hingga contoh Cover Letter yang bisa menjadi panduan untuk kamu.

Langsung saja simak pembahasan lengkapnya tentang cara membuat Cover Letter yang baik dalam bahasa Inggris dibawah ini, ya!

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Cover Letter

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar dapat membuat Cover Letter Bahasa Inggris yang baik. Hal-hal ini penting untuk diperhatikan supaya Cover Letter terbentuk dengan baik dan menarik, sehingga kamu pun bisa mendapatkan pekerjaan impian. Inilah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat membuat Cover Letter:

1. Tidak Sama dengan CV / Resume

Hal pertama yang perlu kamu pahami dan ingat baik-baik adalah Cover Letter tidak sama dengan Curriculum Vitae (CV) atau Resume. Cover Letter dan CV atau Resume adalah dua hal yang berbeda, dimana Cover Letter bersifat sebagai pelengkap lamaran pekerjaan kamu. Cover Letter bisa berbentuk dokumen terpisah jika kamu mengirimkan lamaran secara fisik. Kamu juga bisa file Cover Letter terpisah jika melamar secara digital, tapi akan lebih mudah bagi calon pemberi kerja jika kamu menulis Cover Letter di body email.

Apa yang kamu tuliskan pada Cover Letter adalah hal-hal yang tidak kamu tulis dalam CV. Hal-hal itu merupakan poin penting dari dalam diri kamu yang kamu rasa perlu diketahui oleh calon pemberi kerja. Karena itu, jangan sampai kamu hanya menyalin isi CV kamu untuk menuliskan Cover Letter saat melamar pekerjaan, ya!

2. Bersifat Formal

Cover Letter merupakan surat yang bersifat formal, jadi pastikan kamu menulis dengan gaya bahasa dan format yang resmi. Bukan berarti kamu harus menulis dengan bahasa yang kaku, namun pastikan Cover Letter kamu berisi bahasa yang sopan. Selain itu, pastikan juga kamu menggunakan format surat yang resmi mulai dari kertas, font, hingga ukuran huruf yang digunakan. Gunakan format standar yang biasa digunakan ya, jangan pakai font yang meliuk-liuk dan susah dibaca.

3. Singkat, Padat, dan Jelas

Sama seperti CV, Cover Letter yang ideal hanya berisi satu halaman saja. Tulislah Cover Letter kamu dengan singkat, padat, dan sejelas mungkin. Jangan gunakan bahasa yang bertele-tele, apalagi menuliskan hingga lebih dari satu halaman. Cover Letter yang singkat, padat, dan jelas akan memudahkan calon pemberi kerja dalam membaca tulisan kamu dan menangkap poin penting yang ingin kamu sampaikan.

4. Informasi Tentang Posisi dan Perusahaan

Sebelum menulis Cover Letter, pastikan kamu sudah mencari informasi selengkap-lengkapnya mengenai posisi dan perusahaan yang ingin kamu lamar. Hal ini supaya kamu memahami apa yang diinginkan perusahaan tersebut, syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi. Dengan begitu, Cover Letter kamu akan berisi hal-hal yang berkaitan dengan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh perusahaan pada posisi tersebut.

5. Khusus dan Tidak General

Hal yang penting dalam membuat Cover Letter adalah Cover Letter kamu harus bersifat khusus dan personal pada posisi di perusahaan yang memang ingin kamu lamar. Mungkin memang akan lebih mudah membuat format Cover Letter secara general sehingga kamu tinggal mengganti nama perusahaan dan posisi, lalu kirim lamaran. Tapi hal itu akan memberi kesan kalau kamu tidak terlalu serius dalam melamar pekerjaan tersebut.

Menuliskan Cover Letter dengan khusus dimulai dengan memberi sapaan kepada orang yang terkait dalam proses rekrutmen tersebut, dengan menyebutkan namanya. Informasi ini dapat kamu cari di website atau media sosial perusahaan yang ingin kamu lamar. Namun jika kamu tidak dapat mengetahui siapa nama orang yang terkait tersebut, kamu dapat menggunakan sapaan yang lebih umum seperti Dear Hiring Manager (Yth. Manajer Rekrutmen) atau Dear Human Resource Manager (Yth. Manajer HRD).

6. Pencapaian yang Menarik Perhatian

Kamu perlu ingat bahwa calon pemberi kerja bukan hanya membaca Cover Letter kamu, tapi juga Cover Letter banyak calon pelamar lainnya. Karena itu, tariklah perhatian calon pemberi kerja dengan menuliskan pencapaian kamu di pekerjaan sebelumnya pada awal surat. Menggunakan angka bisa menjadi langkah jitu untuk menarik perhatian, misalnya increasing sales 30% (meningkatkan penjualan 30%).

Kalau kamu masih tergolong fresh graduate atau lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja, kamu bisa menuliskan pencapaian kamu dalam organisasi, sekolah, atau kampus. Pencapaian ini bisa berupa prestasi yang kamu raih saat sekolah atau kuliah, yang berkaitan dengan posisi pekerjaan tentunya. Atau saat kamu bergabung dalam organisasi dan mengelola sebuah acara yang diadakan oleh organisasi tersebut.

7. Sesuai dengan Persyaratan

Inilah alasan mengapa sangat penting bagi kamu untuk mencari informasi mendalam mengenai posisi dan pekerjaan yang akan kamu lamar. Kamu perlu menuliskan mengapa kamu adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi tersebut. Kamu dapat melakukan hal tersebut dengan menjabarkan kualifikasi diri yang sesuai dengan persyaratan. Untuk mempermudah menulis hal ini, pertama tandai dulu kata kunci pada setiap persyaratan dalam informasi lowongan kerja tersebut.

Misalnya kamu menemukan bahwa perusahaan tersebut mencari orang yang dapat bekerja sesuai target, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dan dapat bekerja dalam tim. Maka tuliskan pengalaman kamu yang berkaitan dengan kata kunci tersebut dalam Cover Letter kamu. Akan lebih baik lagi kalau sudah ada hasil nyata dari pengalaman yang berkaitan dengan persyaratan.

8. Kontribusi Untuk Perusahaan

Hal terakhir yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan saat membuat Cover Letter adalah menjelaskan kontribusi yang akan kamu berikan untuk perusahaan tersebut. Dalam kata lain, kamu perlu menuliskan rencana apa yang akan kamu lakukan jika diterima bekerja di tempat itu. Untuk menulis bagian ini dengan baik, hubungkan apa yang akan kamu lakukan dengan nilai-nilai yang diusung oleh perusahaan. Kamu juga bisa menghubungkan tulisan Cover Letter kamu dengan kebutuhan atau tujuan perusahaan tersebut.

Hal-Hal yang Perlu Dihindari Saat Membuat Cover Letter

Selain ada hal yang perlu diperhatikan, ada juga hal-hal yang harus kamu hindari saat membuat Cover Letter. Berikut adalah hal-hal yang perlu kamu hindari dalam membuat Cover Letter saat melamar kerja:

1. Kesalahan Penulisan

Hal pertama yang paling harus dihindari adalah kesalahan penulisan pada Cover Letter kamu. Mulai dari typo atau kesalahan pengetikan, salah menulis nama orang yang kamu tuju, salah menulis posisi, hingga salah menulis nama perusahaan. Karena itu pastikan untuk selalu mengecek ulang Cover Letter kamu begitu kamu selesai menulisnya, ya! Kamu juga dapat meminta bantuan orang terdekat untuk mengecek Cover Letter kamu sebelum dikirim.

2. Benefit yang Diinginkan

Kesalahan selanjutnya yang perlu dihindari dalam menulis Cover Letter adalah mencantumkan benefit apa saja yang kamu inginkan. Misalnya angka gaji harapan kamu, bonus yang didapat, dan benefit lainnya. Kecuali memang perusahaan tersebut yang meminta kamu menuliskannya, jangan sampai kamu menulis duluan di Cover Letter tanpa ditanya. Kamu bisa mendiskusikan hal-hal tersebut jika kamu sudah maju pada tahap wawancara dan bertemu langsung dengan calon pemberi kerja.

3. Menjelekkan Tempat Kerja Lama

Sekesal apapun kamu dengan tempat kerja yang lama, jangan sampai kamu menuliskannya di Cover Letter. Hindari untuk menjelekkan tempat kerja kamu yang lama, mulai dari perusahaannya sendiri, atasan kamu, hingga rekan-rekan kerja kamu. Menjelekkan tempat kerja kamu yang lama hanya akan memberikan nilai negatif pada diri kamu sendiri. Fokuskan saja Cover Letter kamu pada kualifikasi diri yang seuai dengan apa yang dicari dan diinginkan calon pemberi kerja.

4. Berbohong Tentang Kualifikasi Diri

Jangan sampai karena kamu begitu ingin mendapatkan suatu pekerjaan, kamu pun berbohong tentang kualifikasi diri kamu. Baik itu pencapaian maupun kemampuan diri kamu, tuliskan dengan sejujurnya dan apa adanya. Berbohong hanya akan mempersulit dirimu di kemudian hari, karena calon pemberi kerja toh akan dapat melihat dirimu yang sebenarnya nanti. Lagipula kita tidak mau mencari kerja dengan cara-cara yang tidak pantas seperti berbohong soal kualifikasi diri, bukan?

5. Informasi Pribadi yang Tidak Berhubungan

Hal terakhir yang harus kamu hindari saat membuat Cover Letter adalah menuliskan informasi pribadi yang sama sekali tidak berhubungan dengan posisi atau perusahaan yang akan dilamar. Misalnya kamu menuliskan tentang keadaan keluarga kamu, padahal perusahaan tidak ingin mengetahui soal itu. Tuliskan saja hal-hal yang memang penting dan berhubungan dengan apa yang akan kamu lamar, ya!

Susunan Membuat Cover Letter

Salah aspek dalam membuat Cover Letter yang baik adalah membuatnya sesuai dengan susunan yang tertata rapi. Susunan Cover Letter yang rapi sangat penting agar calon pemberi kerja dapat membaca Cover Letter kamu dengan mudah. Secara garis besar, Cover Letter yang baik memiliki empat susunan yaitu:

1. Header

Bagian pertama dalam menulis Cover Letter adalah Header, yaitu bagian kepala dari surat yang kamu tulis. Header mencakup informasi nama kamu dan kontak yang dapat dihubungi, tanggal penulisan Cover Letter, serta nama orang yang kamu tuju. Komposisi ini lebih utama jika kamu menuliskan Cover Letter secara fisik pada kertas atau dalam file terpisah. Tapi kalau kamu menulis Cover Letter di body email, kamu tidak perlu menuliskan informasi nama dan kontak kamu.

2. Introduction

Setelah menulis Header, bagian selanjutnya dalam susunan Cover Letter adalah Introduction atau pengenalan. Bukalah bagian ini dengan salutation, atau salam pembuka yang biasa digunakan dalam surat. Kemudian kamu dapat menulis maksud surat yaitu melamar pada posisi dan perusahaan yang bersangkutan. Kamu juga bisa menuliskan pencapaian kamu agar dapat menarik calon pemberi kerja pada bagian ini. Satu lagi hal yang penting diingat adalah pastikan kamu menulis bagian Introduction ini dalam satu paragraf saja, ya!

3. Body

Selanjutnya adalah bagian Body, atau isi dari Cover Letter. Pada bagian ini, tuliskan poin penting dari dalam diri kamu yang ingin kamu tunjukkan pada calon pemberi kerja. Disinilah kamu dapat menulis kualifikasi diri kamu yang sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh perusahaan yang akan kamu lamar. Kamu juga dapat menulis mengenai kontribusi yang akan kamu berikan pada perusahaan tersebut.

Meskipun kamu merasa banyak yang ingin kamu tulis di bagian ini, tapi usahakan untuk menuliskannya dengan singkat namun tetap jelas. Panjang yang ideal untuk bagian Body pada Cover Letter ini adalah dua paragraf. Jika benar-benar terpaksa, pastikan kamu tidak menuliskannya lebih dari tiga paragraf, ya! Kalau lebih panjang dari itu, khawatirnya nanti Cover Letter kamu malah terlalu bertele-tele dan bisa menghabiskan lebih dari satu halaman.

4. Closing

Bagian terakhir yang tak kalah pentingnya dalam susunan Cover Letter yang baik adalah Closing, atau bagian penutup. Pada bagian ini, sampaikan bahwa kamu dapat dihubungi untuk diskusi lebih lanjut mengenai posisi tersebut dan kualifikasi diri kamu. Selain itu, kamu juga dapat menyampaikan terima kasih atas waktu yang diberikan calon pemberi kerja untuk membaca Cover Letter kamu.

Agar lebih memastikan kalau calon pemberi kerja kamu memberikan respon atas lamaran kerja tersebut, kamu juga bisa menuliskan bahwa kamu menunggu respon darinya. Kamu bisa menulis bahwa kamu akan mengirimkan email untuk menanyakan kelanjutan dari lamaran kerja kamu, tapi pastikan kamu tidak menggunakan kalimat yang memaksa, ya! Kemudian, tutup Cover Letter kamu dengan salam penutup dan signature atau tanda tangan kamu.

Contoh Cover Letter

Ratna Galih

Chairil Anwar Street No. 45 Surabaya 45678 – 0812 1234 5678 – ratnagalih@gmail.com

February 3, 2020

Bambang Heryanto
Human Resource Manager
PT. Pantang Mundur
Diponegoro Street No. 17 Surabaya 46789

Dear Mr. Bambang Heryanto,

I’m writing to apply for the position of Sales Manager for PT. Pantang Mundur, as advertised on your LinkedIn page. My name is Ratna Galih and this is my fourth year as Sales Supervisor in PT. Maju Terus. With my experiences and skills, I believe that I’m ready to move up to the Sales Manager position.

In your job posting, you mentioned that you need a Sales Manager who is not only target driven but also create good engagement with customers. During my time at PT. Maju Terus, I was given the responsibility to manage relationship with customers beside achieving sales target. In the customer survey, customer satisfaction reached “A” level for three consecutive years. This affected directly to building customer loyalty and word-of-mouth marketing, and also affected sales that increased up to 40% each year.

My experience as Sales Supervisor has helped me improve my leadership and managing skills, also how to work well with other divisions. It seems that PT. Pantang Mundur is looking for someone who can lead and manage the sales team well, also fit well in the company. So I believe that my proven achievements and experience will make a great contribution to PT. Pantang Mundur.

I’m looking forward to discussing about this position and my qualifications further, as you can contact me via email ratnagalih@gmail.com or phone 0812 1234 5678. I’ve included my resume along with this application for detail information about my work experiences and educational background.

Thank you for your time and consideration. I hope to hear from you soon.

 

Best Regards,

Ratna Galih

Terjemahan:

Ratna Galih

Jl. Chairil Anwar No. 45 Surabaya 45678 – 0812 1234 5678 – ratnagalih@gmail.com

3 Februari 2020

Bambang Heryanto
Manajer HRD
PT. Pantang Mundur
Jl. Diponegoro No. 17 Surabaya 46789

Yth. Bapak Bambang Heryanto,

Saya bermaksud melamar pekerjaan untuk posisi Manajer Sales di PT. Pantang Mundur, sesuai dengan yang diiklankan pada halaman LinkedIn Anda. Nama saya Ratna Galih dan ini adalah tahun keempat saya sebagai Supervisor Sales di PT. Maju Terus. Dengan pengalaman dan keterampilan saya, saya percaya bahwa saya siap untuk menaiki posisi Manajer Sales.

Dalam informasi lowongan pekerjaan yang Anda bagikan, Anda menyebutkan bahwa perusahaan Anda membutuhkan Manajer Sales yang bukan hanya terorientasi pada target tapi juga menciptakan keterikatan yang baik dengan para customer. Selama saya bekerja di PT. Maju Terus, saya diberikan tanggungjawab untuk mengelola hubungan dengan customer selain mencapai target penjualan. Pada survey customer, tingkat kepuasan customer mencapai level “A” selama tiga tahun berturut-turut. Hal ini berpengaruh langsung pada pembangunan loyalitas customer dan strategi pemasaran dari mulut ke mulut, dan juga mempengaruhi penjualan yang meningkat hingga 40% setiap tahun.

Pengalaman saya sebagai Supervisor Sales membantu saya meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen saya, juga bagaimana bekerja dengan baik dengan divisi lain. Tampaknya PT. Pantang Mundur mencari orang yang dapat memimpin dan mengatur tim Sales, sekaligus dapat menyesuaikan diri dengan baik dalam perusahaan. Jadi saya percaya bahwa pencapaian saya yang sudah terbukti dan pengalaman saya dapat memberikan kontribusi besar untuk PT. Pantang Mundur.

Saya menantikan diskusi lebih lanjut mengenai posisi ini dan kualifikasi saya, dimana Anda dapat menghubungi saya melalui email ratnagalih@gmail.com atau telepon 0812 1234 5678. Bersamaan dengan lamaran kerja ini saya melampirkan resume untuk informasi detail mengenai pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan saya.

Terima kasih atas waktu dan perhatian Anda. Saya harap akan mendapat kabar secepatnya dari Anda.

 

Hormat saya,

Ratna Galih

Demikianlah pembahasan mengenai cara membuat Cover Letter dalam Bahasa Inggris yang baik. Terapkan informasi yang kamu dapat dari artikel ini dalam Cover Letter kamu agar peluang suksesnya lebih besar, ya. Semoga informasi ini bermanfaat!