sederet kamus
Translate: Tutorial:

Cara Membuat Kutipan Pada Paper / Tulisan

Menggunakan kutipan (quote) pada esai atau tulisan akademik kita adalah cara terbaik untuk memperkuat ide kita. Kutipan bisa menjadi bukti pendukung dan meningkatkan kredibilitas argumen kita. Mengutip memanglah disarankan, namun menggunakan terlalu banyak kutipan pada tulisan kita tidaklah bagus. Hal itu hanya akan membuat tulisan kita cenderung lebih banyak memuat bukti dibandingkan ide dan argumen kita. Dengan kata lain, gunakanlah kutipan secukupnya.

Selain itu, cara penulisan kutipan juga perlu diperhatikan. Terdapat beberapa gaya kutipan (quoting style), salah satu di antaranya adalah jenis MLA dan APA. Kita harus memilih salah satu dari gaya kutipan di dalam tulisan kita. Apabila kita menggunakan MLA, semua kutipan kita harus ditulis berdasarkan aturan pengutipan MLA. Begitu juga sebaliknya. Apabila menggunakan APA, maka semua kutipan harus ditulis dengan aturan pengutipan APA. Kita tidak boleh menggunakan lebih dari satu  quoting style di dalam tulisan kita.

Lalu, bagaimana caranya mengutip? Mari kita cari tahu melalui tulisan di bawah ini:

Short Quote

Short quote atau kutipan pendek adalah kutipan kurang dari empat baris. Ketika menyantumkan kutipan pendek, tuliskan juga kalimat kita sendiri tentang mengapa kita menuliskan kutipan tersebut. Hal ini dilakukan untuk membantu pembaca memahaminya.

Misalnya saja kutipan yang ingin kita kutip adalah, “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate causes.”

Apabila kita hanya menyantumkan kutipan tersebut di tulisan kita tanpa menuliskan kalimat kita sendiri untuk mendeskripsikannya, pembaca akan bingung mengapa kutipan tersebut dicantumkan. Oleh karena itu, kita bisa menambahkan kalimat lain untuk mengenalkannya, seperti:

  • Aquanus says, “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause.”
  • According to Aquanus, “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause.”
  • As pointed out by Aquanus, “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause.”

Penulisan short quote dengan gaya MLA berbeda dengan gaya APA. Berikut adalah penjelasan yang lebih detailnya:

  1. MLA style

Ketika menggunakan gaya kutipan MLA (Modern Language Association), kita harus menyantumkan nama penulis dan nomor halaman kutipan yang kita ambil.

Kutipan yang dianggap pendek oleh MLA adalah kutipan yang berjumlah kurang dari empat baris atau tiga bait untuk puisi. Di bawah ini adalah cara-cara mengutip short quote berdasarkan aturan gaya mengutip MLA:

    • Gunakan tanda petik dua (“) di awal dan akhir kutipan
    • Sebutkan nama belakang penulis
    • Tuliskan nomor halaman kutipan

Khusus untuk nama belakang penulis, kita bisa menyebutkannya sebelum kutipannya atau menambahkannya di dalam tanda kurung setelah kutipan. Mari kita lihat langsung saja contohnya untuk lebih jelas:

    • Certain critics argue that “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause.” (Aquanus 144) –> nama penulis (Aquanus) diletakkan di dalam tanda kurung bersama dengan nomor halaman (144) setelah kutipan
    • As Aquanus states, “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause.” (144) –> nama penulis (Aquanus) diletakkan sebelum kutipan. Di akhir kutipan hanya dicantumkan nomor halaman (144) saja dalam tanda kurung

Selain itu, cara lain untuk menggunakan gaya kutipan MLA adalah dengan mengenalkan kutipan, menyantumkannya, dan menambahkan komentar tambahan kita terkati kutipannya. Contoh:

    • Critics argue that “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause.” (Aquanus 144), while many others think the exact opposite. –> “Critics argue that”(para kritik berargumen bahwa) adalah pengenalan kutipan, “’The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause’” adalah kutipan, dan “while many others think the exact opposite.” (sementara itu yang lainnya berpendapat sebaliknya) adalah komentar tambahan kita

Apabila kutipan yang kita kutip memiliki tanda baca, cantumkanlah tanda baca tersebut di dalam tulisan kita. Contoh:

The character says, “Go away, Anna!” (Smith 21), that indicates her true feeling of annoyance toward Anna.

  1. APA style

Sama seperti aturan gaya kutipan MLA, pada gaya kutipan APA (American Psychological Association) juga kita harus menyntumkan nama belakang penulis dan nomor halaman tulisannya yang kita kutip. Bedanya adalah pada APA, kita harus menuliskan “p” sebelum nomor halaman.

Kutipan yang dianggap pendek oleh format APA adalah kutipan yang memiliki kurang dari 40 kata. Berikut adalah cara mengutip kutipan pendek sesuai aturan APA:

    • Gunakan tanda petik dua (“) di awal dan akhir kutipan
    • Sebutkan nama belakang penulis
    • Tuliskan tahun diterbitkannya buku yang kutipannya kita ambil
    • Cantumkan nomor halaman kutipan yang kita ambil yang diawali oleh “p”

Sama dengan format MLA, pada format APA khusus untuk nama belakang penulis, kita juga bisa menyebutkannya sebelum kutipannya atau menambahkannya di dalam tanda kurung setelah kutipan. Tahun penerbit juga bisa kita taruh setelah kutipan atau sebelum kutipan setelah nama penulis. Berikut adalah contohnya:

    • Certain critics argue that “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause.” (Aquanus, 1997, p. 144) –> nama penulis (Aquanus) diletakkan di dalam tanda kurung bersama dengan nomor halaman (144) dan tahun terbit (1997) setelah kutipan
    • Aquanus pointed out that “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause.” (1997, p. 144) –> nama penulis (Aquanus) diletakkan sebelum kutipan. Di akhir kutipan hanya dicantumkan tahun terbit (1997) dan nomor halaman (144) saja dalam tanda kurung
    • As cited by Aquanus (1999), “The Fates did not abruptly interfere in human affairs but availed themselves of intermediate cause.” (p. 144) –> nama penulis (Aquanus) dan tahun terbit (1997) diletakkan sebelum kutipan. Di akhir kutipan hanya dituliskan nomor halaman saja (144)

Long Quote

Long quote atau kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri lebih dari empat baris atau lebih dari 40 kata. Sama seperti pada short quote, kita juga harus menuliskan kalimat untuk mengenalkan kepada pembaca mengapa kita menyantumkan kutipannya. Contoh:

In his writing, the author shows that prejudice does exist in America: –> kalimat pengenalan tentang kutipannya

I was separated from my team at immigration. They joined the queue for American citizens; I joined the one for foreigners. The officer who inspected my passport was a solidity built woman with a pistol at her hip and a mastery of English inferior to mine; I attempted to disarm her with smile. “What is the purpose of your trip to the United States?” she asked me. “I live here,” I replied. “That is not what I asked you, sir,” she said. “What is the purpose of your trip to the United States? –> kutipan panjang

Berikut adalah penjelasan tentang perbedaan cara mengutip kutipan panjang MLA dan APA:

  1. MLA style

Menurut gaya mengutip MLA, kutipan panjang adalah kutipan yang terdiri lebih dari empat baris atau lebih dari tiga baik untuk puisi. Cara mengutip kutipan panjang dengan gaya MLA di antaranya, yakni:

    • Jangan menggunakan tanda petik dua (“)
    • Kutipan harus menjorok dari kiri ke kanan
    • Tambahkan nama belakang penulis
    • Tuliskan nomor halaman

Contoh:

In his writing, the author shows that prejudice does exist in America:

I was separated from my team at immigration. They joined the queue for American citizens; I joined the one for foreigners. The officer who inspected my passport was a solidity built woman with a pistol at her hip and a mastery of English inferior to mine; I attempted to disarm her with smile. “What is the purpose of your trip to the United States?” she asked me. “I live here,” I replied. “That is not what I asked you, sir,” she said. “What is the purpose of your trip to the United States? (Hamid, 75)

Selain itu, kita juga bisa menuliskan nama belakang penulis pada kalimat pengenalan kita. Nomor halaman tetap dicantumkan di belakang kutipannya. Contoh:

In his writing, Hamid shows that prejudice does exist in America:

I was separated from my team at immigration. They joined the queue for American citizens; I joined the one for foreigners. The officer who inspected my passport was a solidity built woman with a pistol at her hip and a mastery of English inferior to mine; I attempted to disarm her with smile. “What is the purpose of your trip to the United States?” she asked me. “I live here,” I replied. “That is not what I asked you, sir,” she said. “What is the purpose of your trip to the United States? (75)

  1. APA style

Kutipan panjang menurut gaya pengutipan APA adalah kutipan yang terdiri lebih dari 40 kata. Ada pun cara untuk mengutip kutipan panjang dengan format APA, yakni:

    • Jangan menggunakan tanda petik dua (“)
    • Kutipan harus menjorok dari kiri ke kanan
    • Tambahkan nama belakang penulis
    • Cantumkan tahun terbit
    • Tuliskan nomor halaman dengan memakai “p”

Contoh:

In his writing, the author shows that prejudice does exist in America:

I was separated from my team at immigration. They joined the queue for American citizens; I joined the one for foreigners. The officer who inspected my passport was a solidity built woman with a pistol at her hip and a mastery of English inferior to mine; I attempted to disarm her with smile. “What is the purpose of your trip to the United States?” she asked me. “I live here,” I replied. “That is not what I asked you, sir,” she said. “What is the purpose of your trip to the United States? (Hamid, 2007, p. 75)

Kita juga bisa menyantumkan nama dan tahun pada kalimat pengenalan. Contoh:

In his writing, Hamid (2007) shows that prejudice does exist in America:

I was separated from my team at immigration. They joined the queue for American citizens; I joined the one for foreigners. The officer who inspected my passport was a solidity built woman with a pistol at her hip and a mastery of English inferior to mine; I attempted to disarm her with smile. “What is the purpose of your trip to the United States?” she asked me. “I live here,” I replied. “That is not what I asked you, sir,” she said. “What is the purpose of your trip to the United States? (p. 75)

Menambahkan dan Mengurangi Kata pada Kutipan

Jika kita ingin menambahkan kata pada kutipan kita, gunakanlah simbol “[“ dan “]” di awal dan akhir kata-kata kita. Contoh:

Yinger states that “One quality [of discrimination] is the tendency to treat unequal people equally that is, to treat all members of the minority group as if they were alike (26).” –> “of discrimination” adalah kata yang kita tambahkan

Jika kita ingin mengurangi kata, gunakanlah tanda ellipsis (…) pada kata yang dihilangkan. Contoh:

Wirth says, “We may define a minority as a group of people who … are singled out from the others in the society in which they live for differential and unequal treatment, and who therefore regard themselves as objects of collective discrimination (237)

Itu tadi beberapa cara mengutip untuk tulisan akademik. Sebenarnya masih terdapat banyak aturan mengutip lainnya. Di lain kesempatan kita akan mempelajarinya.