sederet kamus
Translate: Tutorial:

Cara Memperkenalkan Keluarga Kepada Orang Lain

Ketika kita berkenalan dengan orang lain, kita pasti akan memperkenalkan diri kita. Terkadang saat memperkenalkan diri, topik pembicaraan bisa melebar kepada topik lain yang masih berkaitan dengan diri kita, seperti tentang keluarga kita misalnya. Saat topik tentang keluarga diangkat dalam suatu percakapan, kita biasanya harus memperkenalkan keluarga kita.

Membicarakan tentang keluarga juga sebenarnya bisa menjadi cara yang baik untuk melatih kemampuan Bahasa Inggris kita. Selain itu, membicarakan keluarga juga bisa menjadi topik yang baik untuk mencairkan suasana dalam suatu percakapan. Kali ini kita akan mempelajari cara memperkenalkan keluarga kita dalam Bahasa Inggris melalui pembahasan di bawah ini. Berikut adalah pembahasannya:

Memperkenalkan Keluarga Kita

Kita bisa memulai perkenalan keluarga kita dengan menyebutkan berapa banyak jumlah anggota keluarga kita. Anggota keluarga di sini maksudnya adalah anggota keluarga inti atau immediate family. Immediate family terdiri dari:

  • Orangtua (parents)
  • Ayah (father)
  • Ibu (Mother)
  • Saudara kandung (sibling)
  • Saudara laki-laki (brother)
  • Saudara perempuan (sister)
  • Kakak laki-laki (older brother, big brother)
  • Kakak perempuan (older sister, big sister)
  • Adik laki-laki (younger brother, little brother)
  • Adik perempuan (younger sister, little sister)
  • Pasangan (spouse)
  • Suami (husband)
  • Istri (wife)
  • Anak (child, kid)
  • Anak laki-laki (son)
  • Anak perempuan (daughter)

Berikut adalah pola yang bisa dipakai untuk menyebutkan jumlah anggota keluarga kita:

  • There are (number) people in my family; (family members). (Ada [nomor] orang di keluarga saya; [anggota keluarga])
  • There are (number) people in my family. They are (family members). (Ada [nomor] orang di keluarga saya. Mereka dalah [anggota keluarga])
  • My family consists of (family members). (Keluarga saya terdiri dari [anggota keluarga])

Contoh:

  • There are five people in my family; my father, my mother, my brother, and my two sisters. (Ada lima orang di keluarga saya; ayah saya, ibu saya, saudara laki-laki saya, dan dua orang saudara perempuan saya)
  • There are three people in my family. They are my husband, my daughter, and my son. (Ada empat orang di keluarga saya. Mereka adalah suami saya, anak perempuan saya, dan anak laki-laki saya)
  • My family consists of my father, my mother, my brother, and my two sisters. (Keluarga saya terdiri dari ayah saya, ibu saya, saudara laki-laki saya, dan dua saudara perempuan saya)

Keluarga besar (extended family) memang jarang disebutkan saat kita memperkenalkan keluarga kita. Namun, kita juga bisa menyebutkan mereka apabila mereka tinggal bersama kita atau sangat dekat dengan kita.

Contoh: My family consists of my father, my mother, my brother, my grandmother, and my aunt. (Keluarga saya terdiri dari ayah saya, ibu saya, saudara laki-laki saya, nenek saya, dan tante saya)

Adapun yang bisa termasuk ke dalam extended family di antaranya adalah:

  • Kakek (grandfather)
  • Nenek (grandmother)
  • Buyut (great-grandparents)
  • Tante (aunt)
  • Paman (uncle)
  • Sepupu (cousin)
  • Keponakan laki-laki (nephew)
  • Keponakan perempuan (niece)
  • Mertua (in-laws)

Menyebutkan Nama Anggota Keluarga

Tidak lengkap rasanya jika kita tidak menyebutkan nama anggota keluarga kita saat memperkenalkan mereka. Ikuti pola ini untuk menyebutkan nama mereka:

My (family member)’s name is (name). ([anggota keluarga] saya bernama [nama))

Contoh:

  • My father’s name is Jack. (Ayah saya bernama Jack)
  • My father’s name is Bob, my mother is Jane, my brother is Mike, and my sister is Donna. (Ayah saya bernama Bob, ibu saya bernama Jane, saudara laki-laki saya bernama Mike, dan saudara perempuan saya bernama Donna)

Membicarakan Saudara Kandung

Ketika kita sedang membicarakan keluarga kita, kita bisa menyebutkan berapa banyak saudara kandung yang kita punya. Pola yang bisa kita ikuti:

  • I have (number) brother/ sister*. (Saya punya [nomor] saudara)

*tambahkan s dalam brother dan sister jika saudara yang kita miliki lebih dari satu.

Contoh:

  • I have one sister. (Saya punya satu saudara perempuan)
  • I have three brothers. (Saya punya tiga saudara laki-laki)
  • I have one brother and two sisters. (Saya punya satu saudara laki-laki dan dua saudara perempuan)

Kita juga bisa menceritakan apakah saudara kita tersebut adalah kakak atau adik kita dengan menambahkan kata older, big, younger, atau little di depan kata sister atau brother. Older atau big untuk kakak, sedangkan little atau younger untuk adik. Contoh:

  • I have two older sisters. (Saya punya dua kakak perempuan)
  • I have a younger brother. (Saya punya satu adik laki-laki)
  • I have two big brothers and one little sister. (Saya punya dua kakak laki-laki dan satu adik perempuan)

Selain itu, kita juga bisa mengindikasikan apakah saudara kita itu kakak atau adik kita dengan menyebutkan selisih usia kita dengan mereka. Contoh

  • I have a sister. She is five years older than me. (Saya punya satu saudara perempuan. Dia lima tahun lebih tua dari saya)
  • I have a brother who is two years younger than me. (Saya punya satu saudara laki-laki yang berusia dua tahun lebih muda dari saya)

Berikut adalah beberapa frasa lain yang berkaitan dengan jumlah saudara kandung:

  • I am an only child. (Saya anak tunggal)
  • I am the oldest child in the family. (Saya anak tertua di keluarga saya)
  • I am the middle child. (Saya anak tengah)
  • I’m the youngest child in the family. (Saya anak bungsu di keluarga saya)

Membicarakan Status Pernikahan dan Anak

Saat memperkenalkan keluarga, kita juga bisa menyebutkan status pernikahan dan jumlah anak kita. Frasa yang bisa digunakan di antaranya:

  • I am married. (Saya sudah menikah)
  • I have (number) child/kid/children/kids*. (Saya punya [nomor] anak). Contoh: I have two children. (Saya punya dua anak)
  • I don’t have a kid. (Saya tidak punya anak)
  • I am not married. (Saya belum menikah)

*child atau kid jika jumlah anak hanya satu, sedangkan children atau kids jika jumlah anak lebih dari satu.

Saat menyebutkan jumlah anak, kita juga bisa menambahkan detail lainnya seperti jenis kelamin anak atau usia anak kita. Contoh:

  • I have two kids; one son and one daughter. (Saya punya dua anak; satu anak laki-laki dan satu anak perempuan)
  • I have a son. He is four now. (Saya punya seorang anak laki-laki. Dia sekarang empat tahun)
  • I have a seven-years-old son and a three-years-old daughter. (Saya punya satu anak laki-laki berumur tujuh dan satu anak perempuan berumur tiga)

Kita juga bisa menyebutkan status pernikahan dan jumlah anak saudara kandung kita saat memperkenalkan keluarga. Contoh:

  • My brother is married. He has two children. (Saudara laki-laki saya sudah menikah. Dia punya dua anak)
  • My younger sister is not married yet. (Adik perempuan saya belum menikah)

Membicarakan Profesi Keluarga

Hal lainnya yang bisa kita sebutkan saat memperkenalkan keluarga kita adalah menyebutkan profesi atau pekerjaan mereka. Kita bisa mengikuti pola berikut ini saat menyebutkannya:

  • My (family member) is a/an (occupation). ([anggota keluarga] saya adalah seorang [profesi])
  • My (family member) is a/an (occupation) at (place). ([anggota keluarga] saya adalah seorang [profesi] di [nama tempat])
  • My [family member) works in (name of workplace). ([anggota keluarga] saya bekerja di [nama tempat bekerja atau bidang pekerjaan])
  • My [family member) works for (name of company). ([anggota keluarga] saya bekerja di [nama perusahaan])
  • My (family member) works as a/an (occupation). ([anggota keluarga] saya bekerja sebagai [profesi])
  • My (family member) runs a (name of business or company). ([anggota keluarga] saya menjalankan [nama bisnis atau perusahaan yang dikelola])

Contoh:

  • My mother is a housewife. (Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga)
  • My sister is a student at Harvard University. (Saudara perempuan saya adalah seorang mahasiswa di Universitas Harvard)
  • My father works in a law firm. (Ayah saya bekerja di sebuah firma hukum)
  • My brother works for Bank Indonesia. (Saudara laki-laki saya bekerja di Bank Indonesia)
  • My younger sister works as a lecturer. (Adik perempuan saya bekerja sebagai dosen)
  • My mother works in a hospital as a surgeon. (Ibu saya bekerja di rumah sakit sebagai dokter bedah)
  • My brother runs a florist shop. (Saudara laki-laki saya menjalankan toko bunga)

Membicarakan Tempat Tinggal

Selanjutnya, kita bisa menceritakan tempat tinggal anggota keluarga kita saat memperkenalkan mereka. Kita tidak perlu menyebutkan alamat lengkap, cukup sebutkan saja nama kota, negara, atau wilayah mereka tinggal. Di bawah ini adalah pola yang bisa diikuti saat menceritakan tempat tinggal:

  • We live in (name of place). (Kami tinggal di [nama tempat])
  • My (family member) lives in (name of place). ([anggota keluarga] saya tinggal di [nama tempat])
  • *My (family member) travels between (name of place) and (name of place). ([anggota keluarga] saya tinggal bolak-balik antara [nama tempat] dan [nama tempat])
  • *My (family member) goes back and forth between (name of place) and (name of place). ([anggota keluarga] saya tinggal bolak-balik antara [nama tempat] dan [nama tempat])

*untuk menceritakan anggota keluarga yang sering berpindah tempat tinggal di antara dua tempat.

Contoh:

  • We live in Kebayoran Lama. (Kami tinggal di Kebayoran Lama)
  • My sister lives in Bali. (Saudara perempuan saya tinggal di Bali)
  • My mother travels between Australia and New Zealand. (Ibu saya tinggal bolak-balik antara Australia dan Selandia Baru)
  • My younger brother goes back and forth between Bandung and Jakarta. (Adik laki-laki saya tinggal bolak-balik antara Bandung dan Jakarta)

Menambahkan Detail Lainnya

Apabila menyebutkan poin-poin yang sudah diterangkan di atas belum cukup ketika memperkenalkan keluarga kita, kita bisa menambahkan detail lainnya, seperti:

  • Kebiasaan atau hobi anggota keluarga kita. Misal: My father likes dancing. (Ayah saya suka menari)
  • Sifat atau penampilan anggota keluarga kita. Misal: My brother may look intimidating, but he’s actually a soft person. (Saudara saya mungkin terlihat mengintimidasi, tetapi dia sebenarnya orang yang lembut)
  • Hubungan kita dengan anggota keluarga kita, apakah kita dekat dengan mereka, apakah kita sering bertemu mereka, dsb. Misal: My parents live far away, but I call them often. (Orangtua saya tinggal jauh, tetapi saya sering menelepon mereka)

Kita bisa menggunakan comparative dan superlative adjectives untuk menambahkan detail tentang mereka. Contoh:

  • My little brother is taller than me. (Adik laki-laki saya lebih tinggi dari saya)
  • My sister thinks she is the smartest in the family. (Saudara perempuan saya pikir dia adalah yang paling pintar di keluarga)
  • Aunt Tina can cook better than mom. (Tante Tina lebih pandai memasak dibandingkan ibu)

Demikianlah cara memperkenalkan keluarga kita dalam Bahasa Inggris. Sekarang, mari kita buat satu paragraf tentang memperkenalkan keluarga kita menggunakan pola-pola yang sudah dibahas dalam artikel ini.