sederet kamus
Translate: Tutorial:

Cara Mengungkapkan Rasa Sakit dalam Bahasa Inggris

Tubuh kita butuh asupan nutrisi dan istirahat yang cukup agar bisa bekerja secara optimal setiap hari. Jika kebutuhan tubuh tidak terpenuhi dengan baik, maka tidak jarang kita mengalami kondisi di mana tubuh menjadi kurang sehat sehingga kita tidak dapat beraktivitas seperti biasa.

Selain disebabkan oleh metabolisme yang kurang seimbang, sakit yang dialami oleh tubuh juga bisa ditimbulkan akibat aktivitas yang terlalu berat atau faktor eksternal seperti konsumsi makanan yang terlalu pedas atau keras dalam porsi yang tidak dapat ditahan oleh tubuh. Berolahraga merupakan hal yang penting dilakukan untuk menjaga kebugaran; namun jika kita memaksakan diri untuk berolahraga secara berlebihan, hal itu juga dapat menimbulkan rasa sakit dalam diri kita.

Ada berbagai macam rasa sakit yang dirasakan manusia. Selain letaknya yang berbeda, cara untuk mengungkapkan rasa sakit tersebut pun berbeda-beda pula. Dan kali ini, kita akan membahas cara yang dapat kita lakukan untuk mengungkapkan rasa sakit yang kita alami dalam bahasa Inggris. Selamat belajar!

1. Ache

Yang pertama, kita akan belajar tentang cara mengungkapkan rasa sakit dengan menggunakan kata “ache”. Kata “ache” dapat berfungsi sebagai kata benda (noun) dan juga kata kerja (verb). Sebagai noun, “ache” berarti “sakit” atau “rasa sakit”; sedangkan sebagai verb, artinya yaitu “terasa sakit” atau “mengalami rasa sakit”. Kata ini digunakan untuk mengekspresikan rasa sakit yang dialami oleh beberapa bagian tubuh.

Tidak semua rasa sakit yang dialami anggota tubuh bisa diungkapkan dengan kata ini. Adapun ungkapan rasa sakit dengan menggunakan kata “ache” adalah sebagai berikut.

  • I have a headache. It makes me hard to open my eyes. (Aku sakit kepala. Aku jadi susah membuka mata)
  • I have a toothache. I think I ate too much chocolate. (Aku sakit gigi. Aku rasa aku makan cokelat terlalu banyak)
  • I have a stomachache. I put too much chili in my noodle. (Aku sakit perut. Aku memasukkan terlalu banyak sambal dalam mie-ku)
  • I have a backache. I sat in front of the computer too long. (Aku sakit punggung. Aku duduk di depan komputer terlalu lama)
  • I have an earache. I need to see a doctor. (Aku sakit telinga. Aku harus menemui dokter)
  • I have a heartache. I don’t want to remember what he did to me yesterday. (Aku sakit hati. Aku tidak mau mengingat apa yang dia lakukan padaku kemarin)

Selain itu, kita juga bisa mengungkapkannya dengan cara berikut.

  • My head is aching. (Kepalaku sedang sakit)
  • My stomach aches from the soup I had this morning. (Perutku sakit sebab sup yang kumakan tadi pagi)
  • My legs ached from the previous day’s exercise. (Kakiku sakit sebab olahraga kemarin)

Jika digunakan sebagai kata kerja, ada lebih banyak bentuk rasa sakit yang diungkapkan dengan kata “ache”.

2. Pain

Selanjutnya, kita bisa juga mengungkapkan rasa sakit dengan menggunakan kata “pain”. “Pain” merupakan kata benda atau noun yang memiliki arti “rasa sakit” atau “nyeri”. Sama seperti “ache”, kata ini juga bisa berfungsi sebagai kata kerja.

Untuk ungkapan rasa sakit yang diutarakan dengan kata “pain”, simak contoh di bawah ini.

  • I have a pain in my head. Could you please get me some aspirin? (Aku sakit kepala. Bisakah tolong kamu ambilkan saya aspirin?)
  • I have a chest pain after the exercise. I can hardly breathe. (Dadaku nyeri setelah berolahraga. Aku kesulitan bernafas)
  • I was in great pain yesterday, I couldn’t even move from my bed. (Aku kesakitan kemarin, aku tidak bisa bergerak dari kasurku)
  • My back has been paining me the whole week. (Punggungku sakit semingguan ini)
  • Sometimes if I sleep on my right, my hand would pain when I wake up. (Terkadang kalau aku tidur menghadap kanan, tanganku sakit ketika bangun)

3. Hurt

Kita juga bisa mengungkapkan sakit yang dirasakan dengan memakai kata “hurt”. “Hurt” merupakan kata kerja transitif dan intransitif. Sebagai kata kerja transitif atau yang diikuti dengan objek, “hurt” bermakna “menyakiti/membuat sakit”. Sebagai kata kerja intransitive atau yang tidak membutuhkan objek, “hurt” memiliki arti “terasa sakit”.

“Hurt” merupakan salah satu cara untuk mengutarakan rasa sakit, perih, atau nyeri yang luas. Artinya, kata ini bisa dipakai dalam berbagai macam kondisi yang berhubungan dengan rasa sakit.

  • My head hurts. May I take a rest? (Kepalaku sakit. Bolehkah aku beristirahat?)
  • My leg hurts. I have an open wound in there. (Kakiku sakit. Aku punya luka terbuka di sana)
  • The words that Joan said yesterday made my feelings hurt. (Ucapan Joan kemarin menyakiti perasaanku)
  • Jones’ massage is hurting me. (Pijatan Mrs. Jones membuatku sakit)
  • These shoes are too small, they’re hurting my feet. (Sepatu ini kekecilan, membuat kakiku sakit)
  • I’m still hurting, I need a break. (Aku masih kesakitan, aku perlu beristirahat)

Selain dengan tiga kata di atas, kita dapat pula mengatakan rasa sakit dengan ungkapan-ungkapan berikut.

  • I have a cold. (Aku sedang flu demam)
  • I have a sore throat. (Tenggorokanku sakit/meradang)
  • I have a sunburn. (Kulitku terbakar)
  • I have a broken leg/I broke my leg. (Kakiku patah)
  • I have a black eye. (Mataku biru/lebam)
  • I sprained my ankle/my ankle sprained. (Pergelangan kakiku keseleo)