sederet kamus
Translate: Tutorial:

Contoh-contoh “Intransitive Phrasal Verbs”

Penguasaan Bahasa Inggris sangat bergantung dengan pengetahuan kosa kata. Terutama verb (kata kerja) yang berubah-ubah sesuai tata bahasanya. Selain verb memiliki beberapa format sesuai waktu, penggabungan verb dengan kata lainnya dapat memperkaya kosa kata.

Berikut adalah pembahasan intransitive pharasal verb yakni salah satu jenis phrasal verb yang tidak memiliki objek. Untuk penjelasannya lebih lanjut, perhatikan ulasannya sebagai berikut.

Apa itu Phrasal Verb ?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai intransitive phrasal verbs, mari mengingat kembali apa itu phrasal verbs. Kata kerja umumnya menjadi predikat dalam sebuah kalimat. Namun maknanya bisa berbeda bila memiliki dua atau tiga suku kata. Bahkan artinya bisa sangat bertolak belakang dari kata kerjanya.

Tambahan suku kata yang umum diletakan pada sebelum dan sesudah kata kerja. Mereka bisa berupa adverb atau preposition. Berikut adalah contohnya,

  • to seek out = mencari tahu
  • to care for = menjaga
  • sing along = turut bernyanyi
  • came out = keluar
  • walk in = masuk
  • drop by = mampir
  • take off = pergi
  • broke down = rusak

Kalau diperhatikan contoh di atas. Beberapa phrasal verb ada yang sesuai arti kata kerjanya dan bahkan memperjelasnya. Beberapa memiliki arti yang benar-benar berbeda. Lalu bagaimana mengenalinya? Hanya dengan banyak membaca dan memperkaya kosa kata,

Transitive dan Intransitive Phrasal Verb

Bila arti dari Phrasal verb tidak cukup membingungkan, kategorinya yang memiliki objek dan tidak perlu lebih banyak usaha untuk mengingat dan menggunakannya dalam kalimat secara tepat.

Transitive Phrasal verbs mungkin lebih mudah dipahami. Kata kerja ini obyek. Contohnya dapat dilihat sebagai berikut.

  • Throw a fit (marah/ngambek)
  • Put it down atau put the book down (taruh atau turunkan bukunya)
  • Clear up the air (membersihkan udara)
  • Fill it in atau Fill in the gasoline full (penuhi atau penuhi bensinnya sampai penuh)
  • Try it on atau try the dress on (cobalah atau cobalah gaun ini)
  • Knock it off – Knock your jokes off (hentikan – hentikan leluconmu)
  • Take it off – Take the wet blouse off (lepaskan – lepas blus yang basah itu)

Ada objek yang dapat disisipkan pada transitive phrasal verb. Selain itu, kata yang dijadikan objek bisa diganti dengan pronoun atau kata ganti orang seperti it, them atau me. Berikut contohnya dalam kalimat.

  • It is raining. Go to the window and close it down (Sudah mulai hujan. Pergi ke jendela dan tutuplah)
  • I have enough money. I can take care of your debt and pay it off. (Saya punya cukup uang. Saya bisa mengurus semua hutangmu dan melunasinya)
  • It is sunny outside. Take the ball and show it off to your brother. (udara sangat cerah di luar. Ambil bola dan tunjukkan pada saudara laki-lakimu)

Kalimat menjadi lebih mudah dipahami dan penggunaan transitive phrasal verb semakin mempertegasnya. Mari kita bahas jenis phrasal verb lainnya yang tidak memiliki objek.

Intransitive phrasal verb

Kata intransitive phrasal verbs adalah bentuk phrasal verb yang dikuasai dengan banyak membaca dan melihatnya dalam konteks. Karena umumnya, jenis phrasal verb inilah yang memiliki makna berbeda dari arti kata kerjanya. Ciri lain yang perlu diingat adalah posisinya yang tidak memiliki objek. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.

  • Make up : memutuskan pendirian
  • Get along : rukun
  • Brush off : melupakan
  • Move along : melanjutkan
  • Blow away : terpesona

Untuk beberapa intransitive bahkan dapat memiliki beberapa makna sesuai dengan kalimatnya. Jadi tidak langsung mengasosiasikan sebuah intransitive verb dengan satu arti karena bisa berarti lain dalam kalimat berbeda. Berikut ini contoh

  • They took off without saying good bye (mereka pergi tanpa pamitan)
  • Please took off your coat. (tolong copot jaketmu)
  • The plane took off a minute ago (pesawat terbang beberapa waktu yang lalu

Contoh lain yang lebih umum adalah

  • She brake down in tears after hearing for the news (Dia jadi emosional dan mulai menangis setelah mendengar beritanya)
  • They finally break down that old building (akhirnya mereka merobohkan bangunan tua itu)
  • The heat cause the AC to break down (panas yang berlebihan menyebabkan AC rusak)

Apakah dapat Anda bedakan makna dari setiap kalimat yang artinya dalam Bahasa Inggris jadi berbeda. Berikut adalah ciri-ciri dari intransitive phrasal verb yang perlu diperhatikan.

  • Tidak perlu objek

Kata intransitive phrasal verb tidak memerlukan objek. Karena artinya sudah cukup representative. Perhatikan contoh berikut

    • He never backs down from his words (dia tidak pernah menyalahi perkataannya sendiri) – back down berarti menyalahi, tidak memerlukan objek. Berbeda dengan kata transitive verb back it up atau berarti mundurkan. Apa yang dimundurkan? Bisa mobil atau motor. Kalau intransitive phrasal verb tidak memerlukan objek.
    • Amber’s mother pass out after the car ride.
      (Ibunya Amber pingsan setelah mengendarai mobil) – pass out berarti pingsan. Tidak perlu objek atau penjelasan lebih lanjut.
    • She throw up all of her breakfast (Ia memuntahkan semua sarapannya). Throw up berarti muntah. Aksinya tidak memiliki objek secara langsung.
    • They can get by with only 10 dollars a day (mereka dapat bertahan dengan 10 dollar sehari). Get by berarti bertahan.
    • The Anwar are hands on when it comes of charity work (Keluarga Anwar sangat aktif kalau berhubungan dengan kegiatan amal). Hands on artinya berpartisipasi aktif. Tidak memerlukan objek penjelasan langsung pada phrasal verb.

Kata intransitive phrasal verb memiliki arti berbeda dari bentuk kata kerjanya. Jadi tidak memiliki objek secara langsung yang berkaitan dengan phrasal verbnya. Walau dalam kalimat terlihat ada objek.

  • Tidak bisa di pisah

Karena kata intransitive phrasal verb tidak memiliki objek maka kata yang dibentuk tidak bisa dipisah. Kalau transitive phrasal verb ada frase tertentu yang bisa dipisahkan. Hal seperti

    • Calm down (tenang) jadi calm it down (tenangkan diri)
    • Turn around (berpaling) jadi turn it around (belokkan)

Itu adalah contoh transitive phrasal verb. Karena frase intransitive tidak bisa dipisah kombinasi katanya. Oleh karena itu. Bisa saja sebuah kata merupakan kata transitive phrasal verb dan intransitive phrasal verb memiliki susunan kata yang sama. Namun dalam penggunaannya bisa dipisah namun bisa juga tidak memiliki objek langsung.

    • Get along (akur). Katanya tidak membutuhkan objek jadi bisa langsung menjadi bagian dari kalimat seperti

We get along with the girls next door just fine. (kami akur dengan para gadis yang tinggal disebelah)

Kata tidak bisa dipisahkan menjadi get it along.

    • Catch up (mengejar ketinggalan) kata tidak membutuhkan objek

We need to catch up with our lesson (kita perlu mengejar ketinggalan kita dalam pelajaran)

    • Put aside (mengesampingkan)

They often put aside their feelings for each other. (mereka sering mengesampingkan perasaan untuk satu sama lainnya)

  • Transitive dan Intransitive Phrasal Verb

Sebuah kata bisa merupakan susunan frase transitive dan bisa juga intransitive. Semua tergantung susunan kalimat dan konteknya. Berikut contohnya

    • Drop by

Intransitive : He some times drop by for lunch (kadang dia mampir untuk makan siang)

Transitive : I forget my wallet. Can you drop it by my house (saya lupa dompet saya. Bisakah kamu mengantarnya ke rumah saya?

    • Made up

Intransitive : they stop argueing and made up before dinner. (mereka berhenti bertengkar dan baikan sebelum makan malam)

Transitive : I am sorry. I made it all up. (maaf, saya mengarang semuanya)

Seperti yang di lihat dari contoh di atas menyatakan kalau kedua jenis phrasal verb dapat bersinggungan dengan persamaan susunan kata.

  • Terdiri dari dua kata

Kata apa saja yang membentuk frase intransitive phrasal verb? bisa preposition atau adverbial. Berikut adalah contoh frase intransitive phrasal verb yang terdiri dari dua kata.

    • Go back (melupakan)

Promise me that you will not go back on your promise. (Berjanjilah kalau kamu tidak akan melupakan janjimu)

    • Fall through (gagal)

All of our plans are all fall through because of the corona pandemic. (semua rencana kita gagal karena adanya corona pandemik)

    • Back down (mundur)

You are not going to back down from the race now, right? (Kamu tidak akan mundur dari balapan sekarang, kan?)

    • Ran into (tidak sengaja bertemu)

Guess who i ran into at the toilet? (tebak siapa yang saya tidak sengaja ketemu saat berada di toilet?)

    • Give in (menyerah)

You cant give in now. You are so close (Kamu tidak dapat menyerah sekarang. Kamu sudah sangat dekat)

Bentuk kombinasi dua kata lebih umum dibandingkan gabungan tiga kata. Artinya juga lebih banyak dibandingkan versi tiga kata. Masih banyak frase lainnya yang terdiri dari dua kata yang bisa Anda cari sendiri referensinya.

  • Terdiri dari tiga kata

Frase intransitive phrasal verb yang terdiri dari tiga kata ada banyak sekali. Namun tidak banyak yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hanya beberapa yang penggunaannya cukup umum seperti looking forward to atau put up with. Berikut adalah beberapa contohnya.

    • Put up with (menghadapi)

I am sorry you have to put up with his jokes (Maaf kamu harus menghadapi leluconnya)

    • Looking forward to (menantikan)

I am looking forward to your next album (saya menantikan album berikutmu)

    • Load up on (membeli dalam jumlah banyak)

Why do you load up on toilet paper? (kenapa kamu membeli tisu toilet dalam jumlah banyak?)

    • Tee of on (berbicara dengan marah)

I dont understand why they are teeing of on me? (Saya tidak mengerti mengapa mereka berbicara dengan marah pada saya?)

Contoh dalam kalimat

A : “Where are you going? Can I tag along?”

B : “I only going to catch up on shopping at the mall”

A : “Can I come? I need to load up on pepsi”

B : Sure, I will drop by in front of your home at 12”

A : I will be waiting”

Terjemahan

A : “Kamu mau kemana? Bolehkan saya ikut?”

B : “Saya akan berbelanja di mall”

A : “Saya bisa ikut? Saya perlu membeli banyak pepsi”

B : “Tentu, saya akan mampir di depan rumah jam 12”

A : “Saya akan tunggu”

Phrasal verb atau frase kata kerja memiliki bentuk yang tidak mudah dipahami oleh non-native speaker. Susunan katanya tidak memiliki rumusan tertentu dan maknanya bisa bermacam-macam.

Intransitive Phrasal Verb mungkin dinilai lebih mudah untuk dipahami karena tidak butuh objek atau tidak ada perubahan susunan kata dalam frasenya. Namun tidak mudah memahami artinya dalam sebuah kalimat.

Penguasaannya akan paling berpengaruh bila memperbanyak membaca dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Selain itu melihat kamus atau buku Bahasa Inggris akan mempermudah untuk menguasai materi intransitive phrasal verb.