sederet kamus
Translate: Tutorial:

Contoh Dialog Cause Effect

Kali ini kita akan melihat beberapa contoh dialog cause effect (sebab akibat) dalam bahasa Inggris. Contoh dialog ini memiliki topik yang berbeda, sehingga kita juga bisa melihat contoh kalimat cause effect yang beragam dalam berbagai konteks. Yuk, mari kita lihat langsung contoh dialognya.

Dialog 1 – Cause Effect – Bullying

Tom: Hey, have you heard about Mike, John’s son, who got bullied at his school by his friends? (Hei, apakah kamu sudah dengar tentang Mike anaknya John yang ditindas di sekolah oleh teman-temannya?)

Jamie: No, I haven’t. That’s awful. (Belum dengar. Itu mengerikan)

Tom: I know. It turns out that Mike’s been bullied for months. John just found out couple days ago. (Aku tahu. Ternyata Mike sudah ditindas selama berbulan-bulan. John baru tahu dua hari yang lalu)

Jamie: That’s the worst. Oh poor kid! How’s he now? (Itu terburuk. Kasian dia! Bagaimana keadaan anaknya sekarang?)

Tom: John said he’s now being hospitalized. (John bilang dia sekarang sedang dirawat)

Jamie: I feel like wanting to punish those delinquents. I mean, why do they bully him? (Rasanya aku ingin menghukum anak-anak nakal itu. Maksudku, mengapa mereka merundungnya?)

Tom: Maybe it’s because they want to show their dominance? You know, Mike is the new kid at the school, so they want to show who the boss is. (Mungkin karena mereka ingin menunjukan dominasi? Kau tahu, Mike adalah murid baru di sekolah, jadi mereka ingin menunjukan siapa bosnya)

Jamie: Do they know that what they do can cause lifelong psychological damage to him? They can ruin his live forever. (Apakah mereka tahu bahwa yang mereka lakukan bisa mengakibatkan gangguan psikologis seumur hidup? Mereka bisa menghancurkan hidupnya selamanya)

Tom: They never think the consequences of their wrongdoing. (Mereka tidak pernah memikirkan konsekuensi perbuatan buruk mereka)

Jamie: I know. Oh God, I hope Mike can recover soon. (Aku tahu. Oh Tuhan, semoga Mike bisa segera sembuh)

Dialog 2 – Cause Effect – Drug Abuse

Mia: What’s on the TV? (Ada siaran apa di TV?)

Gita: Just the news about a celebrity arrested for using drugs. (Hanya berita tentang seorang selebritas tertangkap mengonsumsi narkoba)

Mia: I was wondering why many celebrities use drugs. (Aku ingin tahu mengapa banyak selebritas menggunakan narkoba)

Gita: Perhaps it’s due to their tight schedules? A tight schedule can cause physically and mentally tiredness. (Mungkin karena jadwal mereka yang padat? Jadwal padat bisa menyebabkan kelelahan fisik dan mental)

Mia: That makes sense. I read somewhere that drugs can temporary mask pain. Therefore, they consume drugs to escape from their sufferings. (Itu masuk akal. Aku pernah baca bahwa narkoba bisa menutupi rasa sakit untuk sementara. Untuk itu, mereka mengonsumsi narkoba untuk kabur dari penderitaan mereka)

Gita: That could be right. Unfortunately, drugs are addictive. Drugs addiction can lead to several health damages such as abdominal pain, liver failure, strokes, and brain damage. (Itu mungkin benar. Sayangnya, narkoba itu candu. Kecanduan narkoba bisa merusak kesehatan, seperti sakit perut, gagal hati, strok, dan kerusakan otak)

Mia: That’s horrible. (Itu buruk sekali)

Gita: That’s why drugs are illegal in our country. (Itulah mengapa narkoba itu ilegal di negara kita)

Dialog 3 – Cause Effect – Smoking

Claire: Hey, can you stop smoking? It’s not good for our health. (Hei, bisakah kamu berhenti merokok? Itu tidak baik untuk kesehatan kita)

Dan: I know. (Aku tahu)

Claire: Then, why do you smoke? (Lalu, mengapa kamu merokok?)

Dan: Smoking helps me relax and relieve stress. (Merokok membantuku untuk tenang dan mengurangi stress)

Claire: There are many other ways to help you cope with stress, like having pet, exercising, or dancing. (Masih ada banyak cara lainnya untuk membantumu mengatasi stress, seperti punya binatang peliharaan, berolahraga, atau menari)

Dan: Those are not practical. (Itu tidak praktis)

Claire: But they are better than smoking. Smoking can give you and people around you cancer or any other health problems. (Namun itu lebih baik daripada merokok. Merokok dapat menyebabkan kamu dan orang di sekitarmu mendapatkan kanker atau masalah kesehatan lainnya)

Dan: I actually once tried to quit, but it was really hard. I couldn’t do it. (Aku sebenarnya pernah sekali mencoba berhenti, tetapi sulit sekali. Aku tidak bisa melakukannya)

Claire: Yes, you can if you try harder. I’ll support you. (Ya, kamu bisa jika kamu mencoba lebih keras lagi. Aku akan mendukungmu)

Dialog 4 – Cause Effect – Internet

Bella: What are you doing? (Apa yang sedang kamu lakukan?)

Charlie: Nothing. I was just thinking what the world would be like without the internet. (Tidak ada. Aku hanya sedang memikirkan dunia ini akan seperti apa tanpa internet)

Bella: That’s interesting. I guess the world would be like it used to be when it was in 70’s or 80’s. (Itu pmenarik. Aku rasa dunia ini akan seperti dulu ketika di tahun 70-an atau 80-an)

Charlie: Yeah, that’s possible. (Ya, itu mungkin)

Bella: When we think about it, the internet has made a great change in our lives. It changes the way we communicate, play, learn, work, shop, and commute. Everything can be done with just one click away. (Jika dipikir-pikir, internet telah memberikan perubahan yang sangat besar di hidup kita. Itu mengubah cara kita berkomunikasi, bermain, belajar, bekerja, berbelanja, dan bepergian. Segalanya bisa dilakukan hanya dengan satu klik saja)

Charlie: You’re right. However, the internet has also negative effects. It’s so addictive to the point that we forget to interact with real people. (Kamu benar. Akan tetapi, internet juga punya efek negatif. Internet sangat candu sehingga kita lupa untuk berinteraksi dengan orang sungguhan)

Bella: Yep. Everyone seems to stare at their smartphones without even bother with their surroundings. (Ya. Semua orang tampaknya menatap ponsel cerdas mereka tanpa peduli sekitar mereka)

Charlie: And sadly, that’s just one small downside. There are still many other negative impacts of the internet. (Dan sayangnya, itu hanya satu kecil efek buruk. Masih banyak efek negatif internet lainnya)

Bella: I know. (Aku tahu)

Dialog 5 – Cause Effect – Illegal Logging

Rudi: Hey, what’s up? (Hei, ada apa?)

Ayu: I’m upset reading all the news about deforestation caused by illegal logging. (Aku kesal baca semua berita tentang penggundulan hutan diakibatkan oleh penebangan liar)

Rudi: Yes, it also saddens me seeing that. I think the government should take illegal logging seriously. (Ya, itu juga membuatku sedih melihatnya. Aku pikir pemerintah harus menganggap serius penebangan liar)

Ayu: Agree! Our law enforcement on illegal logging is so weak. Anyone can just chop down trees freely. (Setuju! Penegakan hukum kita akan pembalakan liar sangat lemah. Siapa saja bisa menebang pohon dengan bebas)

Rudi: That’s true. As a result, forests is destroyed which threatens the survival of its habitants. Some of the habitants are endangered animals. (Itu benar. Dampaknya, hutan menjadi hancur yang mengancam keberlangsungan hidup penghuninya. Beberapa penghuninya adalah hewan langka)

Ayu: We can’t just stay still. We should do something to save them and their home. (Kita tidak bisa diam saja. Kita harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan mereka dan rumah mereka)

Rudi: How about we start with making a petition? (Bagaimana kalau kita memulainya dengan membuat petisi?)

Ayu: Good idea! That way, we can also make people aware about the issue. (Ide bagus! Dengan cara itu, kita juga bisa membuat orang-orang sadar akan masalahnya)

Dialog 6 – Cause Effect – Flood

Rini: Heavy rains can cause floods in several places in Indonesia. What’s your opinion on that? (Hujan deras dapat menyebabkan banjir di berbagai wilayah di Indonesia. Apa pendapatmu tentang itu?)

Ajeng: In my opinion, that’s because people throw garbage into the river. It’ll be overflowing when rain falls. Hence, flood occurs. (Menurutku, itu karena orang-orang membuang sampah ke sungai. Sungai akan meluap ketika hujan turun. Ahasil, terjadilah banjir)

Rini: Yeah, that’s right. To me, floods can also occur due to lack of trees and plants. You know, trees and plants can absorb too much water from rainfall. (Ya, itu benar. Menurutku, banjir juga bisa disebabkan oleh kurangnya pohon dan tanaman. Kau tahu, pohon dan tanaman bisa menyerap kelebihan air yang berasal dari curah hujan)

Ajeng: Yep. The cause of floods is manifold, but humans play a big role in it. (Ya. Penyebab banjir itu beragam, tetapi manusia bermain peran besar di dalamnya)

Rini: True! How about the effects of floods? (Benar! Bagaima dengan efek banjir?)

Ajeng: Floods destroy houses. They also lead diseases. (Banjir merusak rumah. Banjir juga menyebabkan penyakit)

Rini: You’re right. (Kamu benar)

Ajeng: Anyway, why are you asking me those? (Ngomong-ngomong, mengapa kamu menanyakanku pertanyaan-pertanyaan itu?)

Rini: Just because. (Hanya ingin saja)

Dialog 7 – Cause Effect – Global Warming

Daisy: Mom, I have this homework about global warming. Can you help me? (Bu, aku punya PR tentang pemanasan global. Bisa bantu aku?)

Mom: Sure. What can I help you with? (Tentu saja. Apa yang bisa ibu bantu?)

Daisy: Do you know what causes global warming? (Apakah ibu tahu apa penyebab pemanasan global?)

Mom: As far as I know, it causes by air pollutants which gather in the atmosphere. The pollutants trap the heat and make our planet get hotter. (Setahu ibu, itu disebabkan oleh polutan udara yang berkumpul di atmosfer. Polutan ini memerangkap panas dan membuat planet kita lebih panas)

Daisy: Do global warming affect us? (Apakah pemanasan global memberikan efek kepada kita?)

Mom: Of course. It causes climate change. Do you remember about last year’s early snowmelt? That’s one of effects of global warming. (Tentu saja. Itu menyebabkan perubahan iklim. Kamu ingat tahun lalu salju meleleh lebih awal? Itu adalah salah satu efek pemanasan global)

Daisy: Yes, I remember that. (Ya, aku ingat itu)

Mom: Global warming also drives plants and animals to extinction as it disrupts their habitats. (Pemanasan global juga mendorong tumbuhan dan hewan menuju kepunahan karena pemanasan global merusak habitat mereka)

Daisy: That’s terrible! (Itu mengerikan!)

Mom: That’s why we should reduce carbon pollution emission by planting trees, taking public transportation, recycling, and turning off electronic devices when we’re not using them. (Itulah mengapa kita harus mengurangi emisi polusi karbon dengan menanam pohon, menggunakan alat transportasi umum, mendaur ulang, dan mematikan alat elektronik saat kita tidak memakainya)

Daisy: That’s very well understood. Thanks, mom. (Itu sangat dimengerti. Terima kasih, Bu)

Dialog 8 – Cause Effect – Pollution

Dimas: We should wear mask as Jakarta has high level of air pollution. (Kita harus mengenakan masker karena level polusi udara Jakarta tinggi)

Intan: Okay, thanks. Anyway, do you know what causes air pollution? (Oke, terima kasih. Ngomong-ngomong, apakah kamu tahu apa penyebab polusi udara?)

Dimas: So many. One of them is the burning of fossil fuels. You know, like the pollution that comes from vehicles. Another one is from the carbon monoxide emission, such as the smoke from manufacturing industries. (Banyak sekali. Salah satunya adalah pembakaran bahan bakar fosil. Kau tahu, seperti polusi yang berasal dari kendaraan. Yang lainnya adalah dari emisi karbon monoksida, seperti asap dari industri pabrik)

Intan: Oh, I see. What will happen if we breathe this pollution for long time? (Oh, begitu. Apa yang akan terjadi jika kita menghirup polusi ini dalam waktu yang lama?)

Dimas: We’ll get respiratory problems, such as asthma or even lung cancer. (Kita akan terkena gangguan pernapasan, seperti asma atau bahkan kanker paru)

Intan: That’s awful! (Itu mengerikan!)

Dimas: Not only that, air pollution can also cause global warming and depletion of the ozone layer. (Tidak hanya itu saja, polusi udara juga bisa menyebabkan pemanasan global dan pengikisan lapisan ozon)

Intan: I didn’t know that air pollution leads to so many problems. (Aku tidak tahu bahwa polusi udara menyebabkan banyak masalah)

Dimas: You know now. (Sekarang kamu tahu)