sederet kamus
Translate: Tutorial:

Contoh Kata/Kalimat Frontal dalam Bahasa Inggris & Artinya

Di zaman internet ini, sebagian besar dari kita pasti tidak bisa terlepas dari sosial media. Sosial media bisa menjadi tempat untuk berbagi pikiran dan berkomunikasi dengan orang lain. Ada kalanya kita ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain secara terang-terangan melalui sosial media. Mengungkapkan pikiran kita secara terang-terangan bisa disebut juga sebagai penyampaian secara frontal. Karena secara frontal, kata-kata yang digunakan pun frontal.

Kali ini kita akan melihat beberapa contoh kata-kata frontal dalam bahasa Inggris beserta terjemahannya yang diambil dari perkataan orang terkenal, film, dan buku. Contoh kata-kata ini bisa kita manfaatkan untuk memperbanyak kosakata bahasa Inggris kita dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kita. Contoh kata-kata frontal ini juga bisa digunakan sebagai acuan untuk menyusun kata-kata frontal kita sendiri. Mari langsung kita lihat saja kata-katanya:

  • “Light travels faster than sound. This is why some people appear bright until they speak” – Steven Wright (“Cahaya berjalan lebih cepat dari suara. Itulah mengapa beberapa orang terlihat pintar kecuali ketika mereka berbicara.” – Steven Wright)
  • It is all right if you dislike me. I understand that not everyone has good taste. (Tidak apa-apa jika kau tidak menyukaiku. Aku paham bahwa tidak semua orang punya selera bagus)
  • If I had a dollar for every smart thing you say, I will be poor. (Jika aku mendapatkan satu dolar untuk setiap perkataan pintar yang kau ucapkan, aku akan miskin)
  • You look good when your eyes closed, but you look the best when my eyes closed. (Kamu terlihat cantik/ tampan ketika kamu memejamkan matamu, tetapi kamu terlihat paling cantik/ tampan ketika aku memejamkan mataku)
  • I do not have the energy to pretend to like you today. (Aku tak mempunyai energi untuk berpura-pura menyukaimu hari ini)
  • I hate Monday, and you are like the Monday. (Aku benci hari Senin, dan kamu seperti hari Senin)
  • I apologize for hurting your feeling by calling you stupid. I really thought you already knew. (Aku minta maaf telah menyakiti perasaanmu dengan memanggilmu bodoh. Aku benar-benar mengira kamu sudah tahu)
  • You are not Google. You don’t know everything. (Kamu bukan Google. Kamu tidak tahu segalanya)
  • Thank you for losing my patience. (Terima kasih telah menghilangkan kesabaranku)
  • “Sometimes I need what only you can provide: your absence.”Ashleigh Brilliant (Terkadang aku membutuhkan satu-satunya yang kamu bisa berikan untukku: ketiadaanmu. – Asleigh Brilliant)
  • If laughter were the best medicine, your face would be curing the world. (Jika tawa adalah obat terbaik, mukamu akan menyembuhkan dunia)
  • Life is good, you should get one. (Hidup itu bagus, kamu harus punya satu)
  • Ugliness can be fixed, stupidity is forever. (Kejelekan itu bisa dibenarkan, kebodohan itu abadi)
  • If zombie outbreak happened, you would be safe because zombies only eat brains. (Jika wabah zombie terjadi, kamu akan aman karena zombie hanya makan otak)
  • You sound better with your mouth closed. (Kamu terdengar lebih baik dengan mulut yang tertutup)
  • Don’t ruin your beauty with your attitude. (Jangan merusak kecantikanmu dengan kelakuanmu)
  • If you don’t know, say it. Don’t pretend like you know everything. (Jika kamu tidak tahu, katakan saja. Jangan pura-pura kamu tahu segalanya)
  • You remind me of a penny. Two-faced, and no worth much. (Kamu mengingatkanku pada uang koin. Bermuka dua dan tidak bernilai tinggi)
  • You were my cup of tea, but I drink champagne now. (Kamu adalah secangkir tehku, tetapi aku meminum sampanye sekarang)
  • Mirrors don’t lie. Lucky for you, they also don’t laugh. (Cermin tidak berbohong. Beruntungnya kamu, cermin juga tidak tertawa)
  • Common sense is like deodorant. The people who need it most never use it. (Akal sehat itu bagaikan deodoran. Orang-orang yang membutuhkannya tidak pernah menggunakannya)
  • Not a single one of my personalities like you. (Tak satu pun kepribadianku menyukaimu)
  • Life is full of disappointments and I just added you to the list. (Hidup penuh dengan kekecewaan dan aku baru saja memasukkanmu ke dalam daftar kekecewaan)
  • I am not insulting you. I am describing you. (Aku tidak menghinamu. Aku mendeskripsikanmu)
  • Silence is golden, duct tape is silver. (Diam itu emas, lakban itu perak)
  • Take me back to the night we met, I will leave you there. (Bawa aku ke malam kita bertemu, aku akan meninggalkanmu di sana)
  • If you treat me like option, I will leave you like choice. (Jika kamu memperlakukanku sebagai pilihan, aku akan meninggalkanmu sebagai pilihan)
  • I am sorry for bothering you. I forgot that I only exist when you need me for something. (Aku minta maaf telah mengganggumu. Aku lupa bahwa aku ada hanya ketika kamu membutuhkanku saja)
  • “Just because I don’t care doesn’t mean I don’t understand. – Homer Simpson (“Hanya karena aku tidak peduli bukan berarti aku tidak mengerti” – Homer Simpson)
  • You are not useless because you can still be used as a bad example. (Kamu bukanlah tak berguna karena kamu masih bisa dijadikan sebagai contoh buruk)
  • If stupidity was a profession, you would be a billionaire. (Jika kebodohan adalah profesi, kamu akan menjadi seorang milyader)
  • Don’t talk while I am interrupting! (Jangan bicara ketika aku menyela!)
  • I talk like an idiot so that you can understand me. (Aku berbicara seperti orang idiot agar kamu memahamiku)
  • It seems like your brain is only an accessories. (Sepertinya otakmu hanyalah aksesoris saja)
  • Your girlfriend is suffering from low self-esteem. Maybe that is why she is dating you. (Pacarmu mempunyai tingkat kepercayaan diri yang rendah. Mungkin itulah mengapa dia mengencanimu)
  • You have a beautiful face in ugly people’s point of view. (Wajahmu cantik menurut sudut pandang orang jelek)
  • Tell me, is being stupid a profession or are you just gifted? (Katakan padaku, apakah menjadi bodoh itu adalah profesi atau kamu hanya memang berbakat?)
  • If ignorance is bliss, you must be the happiest person on this planet. (Jika kebodohan adalah kebahagiaan, kamu pasti orang yang paling bahagia di planet ini)
  • I became so religious so that I could pray for you to burn in hell. (Aku menjadi agamis agar aku bisa mendoakanmu terbakar di neraka)
  • The world doesn’t revolve around you. You are not special. (Dunia tidak berputar di sekitarmu. Kamu tidak spesial)
  • Don’t take yourself so seriously because no one else does. (Jangan memperlakukan dirimu terlalu serius karena orang lain pun tidak)
  • Oh, I didn’t tell you. Then it must be none of your business. (Oh, aku tidak memberitahumu. Berarti itu bukan urusanmu)
  • I will try being nicer if you try being smarter. (Aku akan mencoba menjadi lebih baik jika kamu mencoba menjadi lebih pintar)
  • Silence is smart when you start talking. (Diam itu pintar ketika kamu berbicara)
  • Not many people can listen to you and survive. (Tidak semua orang bisa mendengarkanmu dan selamat)
  • I should be getting award for still being alive after listening to you. (Aku seharusnya mendapatkan piala karena masih tetap hidup setelah mendengarkan kamu)
  • You are not stupid. You are just not that smart. (Kamu tidak bodoh. Kamu hanya kurang pintar)
  • Before talking please connect the tongue to the brain. (Sebelum berbicara tolong hubungkan lidah dengan otak)
  • You cannot face the problem if the problem is your face. (Kamu tidak bisa menghadapi masalah jika masalahnya adalah wajahmu)
  • Last time I check, I did not ask for your opinion. (Terakhir kali aku memeriksa, aku tidak meminta pendapatmu)
  • Do you want me to accept you as you are or do you want me to lie to myself and try to like you? (Apakah kamu ingin aku menerimamu apa adanya atau apakah kamu ingin aku berbohong kepada diriku sendiri dan mencoba menyukaimu?)
  • You are not ugly. It is just that your face is few centuries out of fashion. (Kamu tidak jelek. Hanya saja wajahmu kuno beberapa abad kebelakang)
  • I need you like a fish need a rain coat. (Aku membutuhkanmu sebagaimana ikan membutuhkan jas hujan)
  • Tell me how I have upset you because I want to know how to do it again. (Beri tahu aku bagaimana aku membuatmu kesal karena aku ingin melakukannya lagi)
  • We have a love and hate relationship. You love me, I hate you. (Kita mempunyai hubungan benci dan cinta. Kamu mencintaiku, dan aku membencimu)
  • It is not that you are ugly. It is just that everybody else is better looking. (Kamu tidak jelek. Hanya saja orang lain lebih tampan/ cantik dari kamu)
  • I would agree with you but then we would both be wrong. (Aku bisa saja setuju denganmu tetapi kita berdua akan salah)
  • Don’t worry, you are not as dumb as you look. (Jangan kahwatir, kamu tidak sebodoh penampilan kamu)
  • Are you really stupid or you are just pretending? (Apakah kamu benar-benar bodoh atau kamu berpura-pura?)
  • You sound more intelligent when your mouth shut. (Kamu terdengar lebih pintar ketika mulutmu tertutup)
  • You are unique just like everyone else. (Kamu unik seperti orang lain)
  • When you think your best is not good enough, more than likely it is not. (Ketika kamu berpikir bahwa upaya terbaikmu tidak cukup, maka itu tidak)
  • Experience is a wonderful thing. It enables you to recognize a mistake when you make it again. (Pengalaman adalah hal yang luar biasa. Itu membuatmu mengenali kesalahan ketika kamu melakukannya lagi)
  • I am impressed. I have never met such a small mind inside such a big head before. (Aku takjub. Aku belum pernah menjumpai pikiran sempit di dalam kepala yang besar sebelumnya)
  • I like you. People say that I have got not taste, but I like you. (Aku menyukaimu. Orang-orang bilang bahwa aku tidak punya selera, tetapi aku menyukaimu)
  • “If everything seems to be going well, you have obviously overlooked something.” – Murphy’s Laws (“Jika segalanya tampak baik-baik saja, kamu telah melewatkan sesuatu.” – Murphy’s Laws)