sederet kamus
Translate: Tutorial:

Dialog Bahasa Inggris tentang Culture/Kebudayaan

Semua tempat memiliki berbagai kebudayaannya sendiri, terlebih lagi di Indonesia dengan banyak keragaman di dalamnya. Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas contoh-contoh dialog bertemakan Culture atau kebudayaan dalam Bahasa Inggris. Dialog-dialog Culture ini bisa kamu temukan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi simak dengan baik supaya bisa menggunakan dialog-dialog Culture ini dengan tepat, ya!

Memahami Budaya Indonesia

Pada situasi ini, terdapat seorang wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Indonesia dan kagum dengan budaya di negara ini terutama dengan orangnya yang ramah-ramah. Ia pun membahas hal itu dengan teman barunya yang merupakan orang asli Indonesia.

Budi: Hi, John! How was your day? I heard that you were going to traditional market and tried out some local culinary. (Hai, John! Bagaimana harimu? Aku dengar kamu pergi ke pasar tradisional dan mencoba berbagai kuliner lokal.)

John: It was a wonderful day! Yes, I was going there and I can take a closer look into Indonesian culture. It is a really good and rich culture, I’m impressed by it! (Ini adalah hari yang indah! Iya, aku pergi kesana dan aku menyaksikan kebudayaan Indonesia lebih dekat. Itu adalah budaya yang bagus dan kaya, aku benar-benar terkesan!)

Budi: Yeah, our culture is truly good and rich. I’m glad that you appreciate it. (Yeah, kebudayaan kami memang benar-benar bagus dan kaya. Aku senang kamu menghargainya.)

John: Of course. And on the top of that, the people around here are really kind and friendly. They always smile at me and often greet me in English! It’s really need an effort to make. (Tentu saja. Dan lebih dari itu, orang-orang sekitar sini benar-benar baik dan ramah. Mereka selalu tersenyum padaku dan sering menyapaku dalam Bahasa Inggris! Itu pasti membutuhkan usaha untuk mereka.)

Budi: Oh, you didn’t know about it? It’s not only people around here, but Indonesian people at general are friendly. It’s common for us to smile and greet people when meet or even just cross paths with others. It’s like our culture that passed from generation to generation. (Oh, kamu tidak tahu soal itu? Bukan cuma orang-orang sekitar sini, tapi orang Indonesia secara general memang ramah. Kami biasa tersenyum dan menyapa ketika bertemu atau bahkan hanya berpapasan dengan orang lain. Itu seperti budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi.)

John: Wow, it’s a really good culture! I think I like this country more and more! (Wah, itu benar-benar budaya yang bagus! Aku pikir aku makin menyukai negara ini!)

Mempelajari Tarian Tradisional

Pada situasi ini, dua orang teman sedang membicarakan soal mempelajari tari jaipong yang merupakan tarian tradisional Indonesia. Juga mengenai ketertarikan untuk mempelajari tarian tradisional, yang merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia.

Lusi: Tiara, you look tired these days. Is there something wrong? (Tiara, kamu kelihatannya capek akhir-akhir ini. Apa ada masalah?)

Tiara: No, everything is okay. I’m learning Jaipong dance these days, so maybe it takes my energy away. But I’m still happy while learning the dance. (Tidak, semua baik-baik aja. Aku belajar tari Jaipong akhir-akhir ini, jadi mungkin itu yang menghabiskan tenagaku. Tapi aku tetap senang saat belajar tarian itu.)

Lusi: Really? Since when? (Benarkah? Sejak kapan?)

Tiara: For about one week. I’m just starting, after all. I’ll get used to it as the time goes by and I won’t feel this tired. (Sekitar seminggu. Aku baru mulai belajar, kok. Aku akan terbiasa seiring berjalannya waktu dan aku nggak akan secapek ini.)

Lusi: Wow, I’m proud of you. Do you always have interest in Jaipong dance? (Wah, aku bangga sama kamu. Kamu memang sudah tertarik dengan tari Jaipong dari dulu?)

Tiara: Yes. Actually, I always have interest in traditional dance because my grandmother was a traditional dancer. So I’m really happy when I got the opportunity to learn Jaipong dance. (Iya. Sebenarnya, aku selalu tertarik dengan tarian tradisional karena nenekku dulu seorang penari tradisional. Jadi aku sangat senang ketika dapat kesempatan untuk belajar tari Jaipong.)

Lusi: That’s must be great! That makes me want to try learning Jaipong dance, too. Can I join you? (Pasti menyenangkan! Aku jadi ingin mencoba belajar tari Jaipong juga. Aku boleh ikut?)

Tiara: Of course! You can start immediately today after school. (Tentu aja! Kamu bisa mulai langsung hari ini pulang sekolah nanti.)

Mencoba Makanan Khas Daerah

Pada situasi ini, dua orang sedang berada di Semarang dan ingin mencoba makanan khas daerah yang merupakan bagian dari kebudayaan tempat itu. Keduanya mendiskusikan makanan apa yang enak dan direkomendasikan selagi berada di Semarang.

Anton: I’m hungry! Let’s eat Semarang’s signature food since we are here. (Aku lapar. Ayo makan makanan khas Semarang mumpung kita ada disini.)

Dina: We ate lumpia just now, why eat again? (Kita kan baru makan lumpia tadi, kenapa makan lagi?)

Anton: Come on, lumpia is just a snack! We need a proper meal with rice and delicious side dish. How about Garang Asem? (Ayolah, lumpia kan cuma camilan! Kita butuh makanan yang sebenarnya dengan nasi dan lauk yang enak. Gimana kalau Garang Asem?)

Dina: What kind of food is that? (Makanan apa itu?)

Anton: From what I read in internet, it’s a chicken with some coconut milk and bilimbi. I’m not really sure, but it looks delicious and many people recommend it. Let’s just try it! (Kalau aku baca dari internet sih, itu ayam dengan santan dan belimbing wuluh. Aku nggak begitu paham, tapi kayaknya enak dan banyak orang yang rekomendasikan. Ayo coba aja!)

Dina: Okay, okay. Let’s eat that. (Oke, oke. Ayo makan itu.)

Demikianlah beberapa dialog bertemakan Culture atau budaya yang bisa ditemukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga informasi ini bermanfaat!