sederet kamus
Translate: Tutorial:

Dialog Bahasa Inggris tentang Kehidupan

Kita semua pasti pernah mengalami kehilangan, baik itu kehilangan barang, hewan, atau orang. Bagaimana cara mengekspresikan kehilangan tersebut dalam Bahasa Inggris? Kita akan mempelajarinya melalui beberapa contoh dialog singkat 2 orang tentang kehilangan di bawah ini. Dialog ini mengandung kosakata dan ungkapan yang terkait dengan kehilangan. Mari kita lihat langsung dialognya.

Dialog 1

A: Hey, did you see my book? (Hei, apakah kamu melihat bukuku?)

B: Which one? (Yang mana?)

A: The blue one. It was here a while ago, but it isn’t now. (Yang warna biru. Tadi ada di sini, tetapi sekarang tidak ada)

B: Maybe it felt. Have you looked for it under the table? (Mungkin bukunya jatuh. Apakah kamu sudah mencarinya di bawah meja?)

A: Yes, I have, but it wasn’t there either. (Ya, sudah, tetapi tidak ada di sana juga)

B: That’s strange. Maybe someone took it. (Aneh. Mungkin seseorang mengambilnya)

A: That’s possible. (Itu mungkin)

B: Try asking Toni. He’s been here all day, so he might know who took it. (Coba tanya Toni. Dia sudah di sini sepanjang hari, jadi dia mungkin tahu siapa yang mengambilnya)

A: Okay. (Oke)

Dialog 2

A: Are you okay? You look sad. (Kamu tidak apa-apa? Kamu terlihat sedih)

B: My dog hasn’t come home since two days ago. (Anjingku belum pulang sejak dua hari yang lalu)

A: Have you looked for him? (Apakah kamu sudah mencarinya?)

B: Yes, I have. I have searched him everywhere, but he was nowhere to find. (Ya, sudah. Aku sudah mencarinya di mana-mana, tetapi dia tidak ketemu)

A: How about checking the animal shelter? Perhaps they misunderstood him as a stray dog and took him there. (Bagaimana jika memeriksa tempat penampungan hewan? Mungkin mereka mengiranya dia anjing liar dan membawanya ke sana)

B: I did. He wasn’t there either. (Sudah. Dia juga tidak ada di sana)

A: Maybe someone took him? (Mungkin seseorang mengambilnya?)

B: I don’t know. I’m so worried about him. (Aku tidak tahu. Aku sangat mengkhawatirkannya)

A: He’s a smart boy, so he’ll be fine. (Dia anjing pintar, jadi dia akan baik-baik saja)

B: I hope so. (Aku harap begitu)

A: Hey, how about we make flyers to find him? I’ll help you with that. (Hei, bagaimana jika kita membuat pamflet untuk mencarinya? Aku akan membantumu membuatnya)

B: That’s a great idea! Thanks. (Itu ide yang bagus! Terima kasih)

Dialog 3

Anne: Excuse me? (Permisi?)

Police: How may I help you? (Ada yang bisa saya bantu?)

Anne: My son is missing. Can you help me find him? (Anak saya hilang. Bisa tolong bantu saya mencarinya?)

Police: Of course. What’s his name? (Tentu saja. Siapa namanya?)

Anne: His name is Tommy Jefferson. He’s only eight. (Namanya Tommy Jefferson. Dia baru delapan tahun)

Police: Okay. When did the last time you see him? (Oke. Kapan terakhir kali Anda melihatnya?)

Anne: Two days ago when I drove him to school. He hasn’t come home ever since. (Dua hari yang lalu ketika saya mengantarnya ke sekolah. Dia belum pulang semenjak itu)

Police: What does he look like? (Dia seperti apa?)

Anne: He has brown hair and brown eyes. There’s a birthmark on his left arm. (Dia memiliki rambut warna cokelat dan mata warna cokelat. Ada tanda lahir di lengan kirinya)

Police: How about his height? (Bagaimana dengan tinggi badannya?)

Anne:  He’s about 140 cms tall, and he’s a bit chubby for his age. (Tingginya sekitar 140 cm, dan dia agak gemuk untuk usianya)

Police: Do you remember what he was wearing? (Apakah Anda ingat apa yang ia kenakan?)

Anne: He was wearing black pants and a grey T-shirt. (Dia mengenakan celana hitam dan kaos abu-abu)

Police: Okay. We’ll process your report and try our best to find him. (Oke. Kami akan memproses laporan Anda dan mencoba yang terbaik untuk mencarinya)

Anee: Thanks. (Terima kasih)

Dialog 4

A: Can I borrow your pencil? (Boleh aku meminjam pensilmu?)

B: Go ahead. Did you forget to bring yours? (Silakan. Apakah kamu lupa membawa pensilmu?)

A: No, I lost it. I studied in the library yesterday. I guess I left it there. (Tidak, aku kehilangan pensilnya. Aku belajar di perpustakaan kemarin. Aku rasa aku meninggalkannya di sana)

B: That could be. (Mungkin saja)

Dialog 5

A: Hi! I’m sorry for making you wait. (Hai! Maaf telah membuatmu menunggu)

B: It’s okay. Why didn’t you pick up my call? I thought you got lost. (Tidak apa-apa. Mengapa kamu tidak mengangkat teleponku? Kukira kamu tersesat)

A: You called me? (Kamu meneleponku?)

B: Yeah, I called you like a hundred times. Check your phone if you don’t believe me. (Ya, aku meneleponmu seratus kali. Periksa saja ponselmu jika kamu tidak percaya)

A: Wait… where’s my phone? (Tunggu… di mana ponselku?)

B: It must be in your bag. Check it. (Pasti ada di dalam tasmu. Coba periksa)

A: No, it isn’t in here. (Tidak, tidak ada di sini)

B: Let me try calling it. (Biar kucoba meneleponnya)

A: Yes, please. (Ya)

B: Is it ringing? (Apakah ponselnya berdering?)

A: No. It must have fallen somewhere. (Tidak. Pasti ponselnya jatuh di suatu tempat)

B: How did you get here? (Kamu ke sini naik apa?)

A: By train. (Naik kereta)

B: How about we check the lost-and-found office later? Maybe someone find it and bring it there. (Bagaimana jika nanti kita cek kantor penemuan barang? Mungkin seseorang menemukannya dan membawanya ke sana)

A: That’s a good idea! (Itu ide yang bagus!)