sederet kamus
Translate: Tutorial:

Dialog Bahasa Inggris tentang Politik

Politik adalah topik percakapan yang cukup umum. Berbicara tentang politik dalam Bahasa Inggris bisa menjadi cara untuk meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris kita. Karena banyak istilah khusus dalam politik, berbicara tentang politik juga bisa memperkaya pembendaharaan kosakata Bahasa Inggris kita.

Meskipun demikian, politik bisa menjadi topik yang sensitif karena bisa menyebabkan perselisihan. Di Amerika bahkan ada aturan tidak tertulis bahwa tidak boleh membicarakan politik saat makan malam dengan keluarga. Itu karena membicarakan politik bisa mengantarkan pada argument dan debat panjang.

Untuk itu, sebelum membicarakan politik, ada baiknya kita meminta izin terlebih dahulu kepada lawan bicara kita. Politik bisa menjadi topik yang sangat menarik jika kita dan lawan bicara kita tetap sopan dan tenang saat membicarakannya.

Di bawah ini adalah beberapa contoh dialog singkat 2 orang tentang politik dalam Bahasa Inggris beserta dengan terjemahannya. Diharapkan contoh dialog ini bisa membantu kita mempelajari istilah dan frasa tentang politik dengan lebih mudah.

Dialog 1

Andrew: Do you mind if we talk about politics? (Apakah kamu keberatan jika kita berbicara tentang politik?)

Bob: No, I don’t. (Tidak keberatan)

Andrew: Okay. So, are you more on the right or on the left? (Oke. Jadi, apakah kamu lebih ke fraksi kanan atau ke fraksi kiri?)

Bob: I’m not sure. I guess I’m a centrist. You know, there are policies of both wings that I agree and disagree with. (Aku tidak yakin. Aku rasa aku adalah fraksi tengah. Kamu tahu, ada kebijakan dari kedua fraksi yang aku setuju dan tidak setuju)

Andrew: What do you mean? (Apa maksudmu?)

Bob: I don’t stay on one wing. Their policies decide where I stand. For example, I lean more on liberal about immigration issue, but I lean more on conservative about economic issue. (Aku tidak diam di satu fraksi. Kebijakan mereka menentukan di mana aku berdiri. Sebagai contoh, aku lebih condong liberal tentang isu imigrasi, tetapi aku lebih condong konservatif tentang isu ekonomi)

Andrew: That’s interesting. (Itu menarik)

Bob: To me, being on one side only won’t lead us into the better future. (Menurutku, berada di satu kubu saja tidak akan membawa kita menuju masa depan yang lebih baik)

Andrew: Agree! Unfortunately, the government tends to make a stand on one side only. (Setuju! Sayangnya, pemerintah cenderung berdiri di satu kubu saja)

Bob: Yeah, that’s the sad truth about our politics. (Ya, itu adalah kenyataan pahit tentang politik kita)

Keterangan: the left (fraksi kiri) adalah liberal, sedangkan the right (fraksi kanan) adalah konservatif. Ini adalah dua kubu politik di Amerika.

Dialog 2

Anna: What type of political system does your country have? (Jenis sistem politik apa yang ada di negaramu?)

Budi: Indonesia has democracy as its political system. How about your country? (Indonesia memiliki demokrasi sebagai sistem politiknya. Bagaimana dengan negaramu?)

Anna: England is a constitutional monarchy. (Inggris adalah negara monarki konstitusional)

Budi: I know that the queen is the head of state, but I was wondering if there’s general election in England. (Aku tahu bahwa ratu adalah kepala negara, tetapi aku ingin tahu apakah ada pemilu di Inggris)

Anna: Yes, we have general election. (Ya, di sana ada pemilu)

Budi: Do you elect your head of state? (Apakah kamu memilih kepala negaramu?)

Anna: No, the election is for voting the parliament members. (Tidak, pemilu untuk memilih anggota parlemen)

Budi: Oh, I see. However, I’m still confused. You have the queen and the prime minister, right? (Oh, begitu. Namun, aku masih bingung. Kamu punya ratu dan perdana menteri, kan?)

Anna: Yep. (Ya)

Budi: Do both of them lead the government? (Apakah mereka berdua memimpin pemerintahan?)

Anna: No, only the prime minister does. (Tidak, hanya perdana menteri saja)

Budi: What’s the role of the queen? (Apa tugas ratu?)

Anna: Her roles are representational. She serves as a crucial part of Britain’s national identity, unity, and pride. (Tugasnya bersifat mewakili. Ia berperan sebagai bagian penting dari identitas nasional, kesatuan, dan kebanggaan Inggris)

Budi: I get it now. Thank you. (Aku mengerti sekarang. Terima kasih)

Dialog 3

Shinta: Hey, have you voted? (Hei, apakah kamu sudah memilih?)

Mira: Yes, I have. Have you? (Ya, sudah. Kamu sudah?)

Shinta: I have too. (Aku juga sudah)

Mira: Whom did you vote? (Siapa yang kamu pilih?)

Shinta: That’s a secret. (Itu rahasia)

Mira: I know. Sorry. (Aku tahu. Maaf)

Shinta: It’s okay. I wish everyone who wins the election is all good politicians who can lead us into prosperity. (Tidak apa-apa. Aku harap setiap orang yang memenangkan pemilu adalah politikus baik yang bisa mengantarkan kita menunju kemakmuran)

Mira: I also have the same wish. Hopefully, we didn’t choose the wrong politicians. I’ve had enough of all corrupt people. (Aku juga memiliki harapan yang sama. Semoga saja kita tidak memilih politikus yang salah. Aku sudah muak dengan semua orang-orang korup)

Shinta: Yeah, me too. (Ya, aku juga)

Demikianlah dialog singkat 2 orang tentang politik dalam Bahasa Inggris. Sekarang, cobalah untuk membaca dialog ini secara lantang dengan teman untuk melatih pelafalannya.