sederet kamus
Search Articles
Translate: Tutorial:

Figurative Language: Euphemism, Hyperbole, Oxymoron, dan Paradox (Bahasa Kiasan)

Euphemism, hyperbole, oxymoron, dan paradox adalah jenis figurative language atau bahasa kiasan (majas). Disadari atau tidak, kita pasti pernah menggunakan bahasa kiasan ini di percakapan sehari-hari. Sebenarnya apa euphemism, hyperbole, oxymoron, dan paradox itu? Apa saja contohnya? Tulisan di bawah ini akan memberi tahu kita. Mari langsung saja kita lihat tulisannya:

Euphemism

Oxford English Dictionary mendefinisikan kata “euphemism” sebagai, “a mild or indirect word or expression substituted for one considered to be too harsh or blunt when referring to something unpleasant or embarrassing.” (Kata atau ungkapan halus atau tidak langsung yang menggantikan kata atau ungkapan yang dianggap terlalu kasar atau kurang sopan ketika merujuk pada sesuatu yang tidak menyenangkan atau memalukan).

Berdasarkan definisi tersebut, kita tahu bahwa euphemism atau eufemisme adalah figurative language untuk membuat sebuah kata atau ungkapan terdengar lebih halus atau sopan. Euphemism umum digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menghindari penggunaan kata atau ungkapan yang menyinggung atau tabu. Tabel di bawah ini menyediakan beberapa contoh euphemism:

Kata atau ungkapan

Arti Euphemism Arti

Died

Mati Passed away Meninggal

You’re fired

Anda dipecat We have to let you go Anda diberhentikan

Toilet

Toilet Bathroom Kamar kecil/ kamar mandi

Third-world country

Negara dunia ketiga Developing country Negara berkembang

Rebel

Pemberontak Freedom Fighter Pejuang kebebasan

Fart

Kentut Break wind Buang angin

Old

Tua Experienced Berpengalaman

Fat

Gemuk Well-fed Cukup makan

Weird

Aneh Unique Unik

Jail/ prison

Penjara Correctional facility Lembaga pemasyarakatan

Old person

Orang tua Senior citizen Warga senior

Poor

Miskin Economically disadvantaged Kurang mampu secara ekonomi

Hyperbole

Hyperbole di dalam Oxford English Dictionary didefinisikan sebagai, “exaggerated statements or claims not meant to be taken literally.” (Pernyataan atau klaim berlebih yang tidak berarti dianggap secara harfiah).

Berdasarkan definisi tersebut, hyperbole atau hiperbola adalah majas yang mengandung ungkapan yang membesar-besarkan atau berlebihan. Fungsi dari kata kiasan ini adalah untuk menekankan sesuatu atau menunjukkan poin yang ingin kita ungkapkan. Misalnya saja ketika kita sangat lapar, kita bisa bilang, “I’m so hungry. I could eat a horse.” (Aku sangat lapar. Aku bisa makan seekor kuda). Tentu saja kita tidak bisa memakan seekor kuda. Kita hanya melebih-lebihkannya saja untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kita amat sangat lapar.

Berikut ini adalah contoh lainnya hyperbole yang sering didengar dalam percakapa sehari-hari:

  • I’ve told you a million times! (Aku sudah memberi tahumu berjuta kali!)
  • I have a ton of homework. (Aku punya satu ton PR)
  • I’ll die if I can’t buy Ariana Grande’s new album. (Aku akan mati jika tidak bisa membeli album barunya Ariana Grande)
  • He can run faster than the speed of light. (Dia bisa berlari lebih cepat dari kecepatan cahaya)
  • Mom made enough food to feed an entire army. (Ibu membuat makanan cukup untuk memberi makan seluruh pasukan tentara)
  • He’s so sad that he’s drowning in tears. (Dia sangat sedih sehingga dia tenggelam dalam air mata)

Oxymoron

Arti Oxymoron dalam Oxford English Dictionary ditulis sebagai, “A figure speech in which apparently contradictory terms appear in conjunction.” (Sebuah kiasan yang mana istilah-istilah yang tampaknya kontradiktif muncul bersamaan).

Pada intinya, oxymoron atau oksimoron adalah majas yang pada umumnya terdiri dari dua kata yang memiliki arti berseberangan (antonim). Sama seperti majas pada umumnya, oxymoron tidak bisa diartikan secara harfiah. Kita harus mengetahui arti sebenarnya melalui konteks apa oxymoron digunakan.

Di bawah ini adalah beberapa contoh oxymoron:

  • Accidentally on purpose (Sengaja tidak sengaja) –> frasa untuk mendeskripsikan sesuatu yang dilakukan dengan sengaja tetapi kita berpura-pura sesuatu tersebut terjadi dengan tidak sengaja
  • Act naturally (Bertindak secara alami)
  • Climb down (Turun)
  • Natural makeup (Tata rias alami)
  • Only option (Pilihan satu-satunya)
  • Original copy (Salinan asli)
  • Pretty ugly (Agak jelek)
  • Random order (Urutan acak)
  • Real-life fairy tale (Dongeng kehidupan nyata)
  • Unpopular celebrity (Selebritas tidak populer)

Paradox

Definisi paradox dalam Oxford English Dictionary adalah “a seemingly absurd or contradictory statement or proposition which when invenstigated may prove to be well founded or true.” (Pernyataan atau proposisi yang tampaknya tidak masuk akal atau kontradiktif yang ketika diselidiki atau dijelaskan mungkin benar atau beralasan).

Singkatnya, paradox atau paradoks adalah pernyataan yang awalnya terlihat kontradiktif tetapi masuk akal jika diselidiki atau direnungkan. Beberapa contoh paradox di bawah ini akan membantu kita memahami lebih baik tentang paradox:

  • If I know one thing, it’s that I know nothing. (Jika aku tahu satu hal, hal tersebut adalah aku tidak tahu apa-apa)
  • This is the beginning of the end. (Ini adalah awal dari akhir)
  • I only message those who don’t message. (Aku hanya mengirimkan pesan kepada mereka yang tidak berkirim pesan)
  • “War is peace. Freedom is slavery. Ignorance is strength.” – George Orwell (“Perang adalah perdamaian. Kebebasan adalah perbudakan. Ketidaktahuan adalah kekuatan” – George Orwell)
  • “Some of the biggest failures I ever had were successes.” – Pearl Bailey (“Beberapa kegagalan terbesar yang pernah kumiliki adalah keberhasilan” – Pearl Bailey)

Sekilas, paradox dan oxymoron terdengar sama, yakni frasa yang mengandung kata-kata kontradiktif. Namun, keduanya sangat berbeda. Paradox biasanya berupa kalimat lengkap dengan arti yang terlihat berlainan, sedangkan oxymoron adalah gabungan dari dua kata yang memiliki arti berlainan.