sederet kamus
Translate: Tutorial:

Interupsi/Memotong/Menyela dan Cara Meresponnya (Interrupting & Respond to Interruption)

Interruption, apakah itu? Interruption merupakan penyelaan/pemotongan pembicaraan yang dilakukan saat penginterupsi memiliki maksud. Interruption sangat mungkin terjadi saat pembicaraan terjadi sehingga kita harus tahu kapan harus menggunakan Interruption dan cara merespon interupsi yang terjadi (How to Respond to Interruption).

Alasan Orang Melakukan Interruption Saat Ada Orang yang Berbicara Bervariasi, Seperti:

  • Menanyakan hal kecil dalam topik pembicaraan
  • Bergabung dalam pembicaraan
  • Memberikan pendapat mengenai topik pembicaraan
  • Memberikan pesan (seperti ijin meninggalkan pembicaraan)

Saat pembicaraan terjadi, penginterupsi harus hati-hati dan mengingat maksud melakukan Interruption agar tidak menyinggung pembicara, berikut beberapa contoh Interruption dalam kondisi yang berbeda-beda.

Memberikan Seseorang Informasi (Giving Someone Information)

  • I’m sorry to interrupt but you’re needed… ( Maaf memotong, tapi anda dibutuhkan..)
  • I apologize for the interruption but I had to quickly let you know that… (Saya minta maaf sudah menyela tapi saya harus memberitahu tentang..)
  • Pardon me, I have… [someone waiting, an object/information requested, etc.] (Maaf, saya ada..(seseorang menunggu, hal/informasi..)
  • I hope you’ll excuse me for interrupting but could I quickly get you to… (Saya harap anda tidak masalah saya menyela tapi apakah bisa saya antar langsung ke..)

Menanyakan Hal Kecil dalam Topik Pembicaraan (Asking Quick Question)

  • I’m sorry for interrupting but I don’t quite understand… (Maaf menyela, tapi saya kurang paham..)
  • Sorry for the interruption but could you repeat… (Maaf menyela, apakah bisa diulang..)
  • This will only take a minute. Would you mind telling me… (Ini hanya memakan waktu semenit. Apakah boleh diceritakan tentang..)
  • I apologize for the interruption but I have an important question about… (Saya minta maaf sudah menyela, tapi saya punya pertanyaan penting mengenai..)

Memberikan Pendapat (Giving Opinion)

  • That makes me think of… (Itu membuat saya teringat..)
  • Interesting that you say that because… (Pembicaraan yang sangat menarik, karena..)
  • What you said about [reference something said] reminds me that… (Apa yang kamu katakana tentang (topik bahasan) mengingatkan saya pada..)
  • Your point sounds like something else… (Pointmu terdengar seperti..)

Bergabung dalam Pembicaraan (Joining a Conversation)

  • Would you mind if I joined? (Apakah boleh saya bergabung?)
  • I couldn’t help overhearing… (Saya terus menguping..)
  • Sorry to interrupt in but I think … (Maaf menyela, tapi menurut saya..)
  • If I may, I feel… (Kalo boleh, rasa saya..)

What to Do When You Are Interrupted?

Seperti kita yang terkadang menginterupsi orang lain dalam pembicaraan, orang lain mungkin akan menginterupsi kita juga saat kita sedang berbicara. Berikut cara merespon pada Interruption baik menerima maupun menolaknya.

Mengijinkan Interupsi (Allowing Interruption)

  • No problem. Go ahead. (Tidak masalah, lanjutkan.)
  • What do you think? (Boleh, menurutmu bagaimana?)
  • That’s alright, what is it that you want/need? (Tak apa, apa yang kamu inginkan/butuhkan?)

Melanjutkan Pembahasan Setelah Interupsi (Continuing the Conversation)

  • As I was saying, I think… (Seperti yang sudah saya katakana, menurut saya..)
  • I’d like to return to my argument. (Saya akan melanjutkan argumen saya..)
  • To get back to what I was saying, I feel… (Kembali ke topik tadi, rasa saya..)
  • Continuing where I left off.. (Kembali ke bahasan tadi..)

Menolak Interupsi (Rejecting the Interruption)

Terkadang ada saat dimana kita ingin menyelesaikan pembicaraan kita tanpa dipotong, kita tidak selalu harus menerima interupsi. Berikut cara menolak interupsi dalam pembicaraan :

  • Please let me finish. (Biarkan saya selesai dulu..)
  • Can I continue, please? (Boleh saya lanjut?)
  • Let me wrap up my thought before you start. (Biarkan saya selesaikan sebelum kamu mulai)
  • Would you please let me finish? (Apakah boleh biarkan saya selesai dulu?)

Menahan Interupsi (Holding Interruption)

Menahan interupsi cukup mirip dengan menolak interupsi, tapi pembicara juga tertarik dengan hal yang akan disampaikan, sehingga pembicara akan mengingatkan untuk kembali menanyakan kalau sudah selesai bicara. Berikut contoh Holding Interruption:

  • Let’s come back to that. (Nanti kita bahas itu.)
  • I want to hear more about that afterwards. (Saya mau dengar lebih tentang itu nanti.)
  • I’m curious about your experience. Let’s return to that in a minute. (Saya penasaran tentang pengalamanmu, nanti kita bahas sebentar lagi.)
  • I don’t want to forget to talk about that. Let me just finish what I was saying…  (Saya tidak ingin lupa tentang itu, biarkan saya selesaikan ini dulu..)
  • We’re definitely going to talk about that next. (Kita pasti akan membahas itu sehabis ini.)
  • Sure thing. I want to talk about that too. (Pasti, saya ingin membicarakan itu juga.)
  • I want to hear more. But before I lose my train of thought… (Saya ingin dengar lebih, tapi sebelum saya lupa..)

Cara Merespons Interupsi yang Tidak Sopan (How to Respond to Impolite Interruption)

Terkadang, saat kita berbicara ada yang tidak sabar untuk menyela dan melakukannya berkali-kali, tetapi jika kita ingin terus melanjutkan pembicaraan kita walaupun diganggu, berikut cara sopan merespons interupsi yang tidak sopan agar pembicaraan kita terus berlanjut:

  • I don’t want to lose my train of thought. (Saya tidak ingin kelupaan ide saya)
  • Sorry, it takes me a little longer to formulate my thoughts. (Maaf, sedikit memakan waktu bagi saya untuk merangkai pikiran saya.)
  • I just want to make sure you hear the full story. (Saya hanya ingin kamu mendengar cerita lengkapnya.)
  • I’m not quite finished yet. (Saya belum sepenuhnya selesai.)
  • Would you mind if I finished what I was saying?
  • (Apakah boleh saya selesaikan dulu yang saya bicarakan?)
  • Is it okay if we return to my story/explanation? (Apakah boleh kita kembali ke bahasan saya?)

Pemakaian for interrupting, for the interruption, to interrupt.

Ketiga cara penyampaian ini memiliki arti yang sangat mirip dan sering dipakai dalam American Spoken English. Jadi ketika kita ingin menginterupsi, tinggal memilih salah satu dari tiga cara pemyampaian itu. Berikut contohnya:

  • Sorry for interrupting, but I want to make sure I understand. (Maaf sudah menyela, tapi saya ingin memastikan saya mengerti)
  • Sorry for the interruption, but I have a quick question. What time do the exchange students get here? (Maaf sudah menyela, tapi saya ingin bertanya sebentar. Jam berapa murid pertukaran sampai sini, ya?)
  • Sorry to interrupt, but you’re needed in thelobby to sign for a package. (Maaf menyela, tapi anda dibutuhkan untuk menandatangani barang di lobi.

Berikut Contoh Interruption Saat Penginterupsi Ingin Memberikan Pendapat. (Interrupt to Give Opinion)

Marko: If we continue to improve our sales in Europe, we should be able to open new branches elsewhere. (Kalau kita tetap meningkatkan penjualan kita di Eropa, kita akan mampu untuk membuka cabang-cabang di tempat lain.)

Stan (not yet a part of the conversation): I couldn’t help but overhear you talking about opening new branches. Do you mind if I add something? (Belum dalam pembicaraan) (Saya mendengarkan juga tapi anda berbicara tentang membuka cabang-cabang baru, apakah boleh saya menambahkan?)

Marko: Of course, go ahead. (Tentu, silahkan)

Stan: Thanks, Marko. I think we should open new branches no matter what. We should be opening new stores whether or not our sales improve. (Terimakasih, Marko. Menurut saya kita harus membuka cabang-cabang baru bagaimanapun juga. Kita harus membuka took-toko baru meskipun penjualan naik atau tidak/)

Marko: Thank you, Stan. As I was saying, if we improve sales, we can afford to open new branches. (Terimakasih, Stan. Seperti kataku, ketika penjualan kita naik, kita akan mampu untuk membuka cabang-cabang baru.)

Berikut Contoh Interruption Saat Penginterupsi Ingin Bertanya. (Interrupt to Ask Questions)

Ali : Where do you want to have dinner tomorrow?  (Kemanakah kita makan malam besok?)

Baba : I don’t know, how about.. (Aku tidak tahu, bagaimana jika..)

Caca : Sorry for Interrupting, does this bus go to the shopping mall? (Maaf menyela, apakah bus ini ke arah mall?

Baba : Yes (Ya)

Ali : So, should we have fast food?  (Jadi, apakah kita akan makan makanan cepat saji saja?)

Caca: Sorry to bother you again. (Maaf menganggumu lagi)

Baba : No problem, how can we help you? (Tak apa, bagaimana kami bisa membantumu?)

Caca: What’s the bus fare for student? (Berapa tarif bus untuk murid?)

Berikut Contoh Interruption Saat Penginterupsi Ingin Pergi. (Interruption due to time constraints)

Amy: Bobby, there you are! I have to tell you about the dance. You’ll never believe..(Bobby, disitu kamu rupanya! Aku harus memberitahumu tentang tarian. Kamu tidak akan percaya..)

Bobby : I’m afraid I can’t talk right now. (Tapi aku tidak bisa ngobrol sekarang.)

Amy: I just have to tell you one.. (Aku hanya ingin memberitahumu satu..)

Bobby: I’d love to chat but I have to catch my bus. (Aku sangat ingin bicara tapi aku harus mengejar busku.)

Strategi Dalam Berbicara agar tidak diinterupsi (Strategy to not being Interrupted)

Berikut dua strategi yang bisa kamu lakukan untuk mencegah interupsi, terutama pada saat momen penting (presentasi, pengajuan ide..)

Ingatkan di Awal (Set Expectation in Advance)

Saat kamu ingin menjelaskan idemu, pastikan kamu mengingatkan audience untuk tidak menyela saat kamu sedang berbicara,

  • I’d definitely like to hear your thoughts today but before first I’d like to lay out my idea. (Saya pasti akan mendengarkan pendapat kalian hari ini tapi sebelum itu berikan saya waktu menjelaskan ide saya.)
  • This may take a few minutes as I’m still organizing my thoughts but I’d like to share…  (Ini akan memakan waktu sebentar bagi saya untuk merangkai kata-kata, tapi saya ingin berbagi tentang..)
  • I think our discussion today will be much more productive if I can get my thoughts out there first, and then we can open it up for questions and comments. (Menurut saya, pembahasan kita hari ini akan lebih produktif jika saya bisa menjelaskan ide saya terlebih dahulu, baru kita buka sesi tanya jawab.)

Pede dengan Diri Sendiri (Be Confident)

Jika kamu mampu untuk terlihat pede didepan audience, maka audience akan terus mendengarkan idemu sampai selesai dulu baru bertanya. Tentunya, untuk berbicara dengan orang lain, terlebih lagi didepan umum seperti Public Speaking ini perlu latihan. Jadi, teruslah latihan dan jangan patah semangat ya!