sederet kamus
Translate: Tutorial:

Jawaban Pertanyaan Interview: What Questions Do You Have for Me?

Ketika wawancara hampir berakhir, salah satu pewawancara mungkin akan melontarkan pertanyaan “What question do you have for me?” (Apakah ada pertanyaan yang ingin Anda tanyakan pada saya?).

Ketika Anda mendengar pertanyaan ini, mungkin Anda akan menjadi gugup dan mengeluh di dalam hati. Karena sepertinya Anda sudah membahas semua hal selama wawancara. Ketimbang menjawab pertanyaan tadi dengan No, ada baiknya untuk memberi tanggapan singkat dari pertanyaan terseut.

Jika tidak, Anda akan terkesan tidak cukup tertarik dengan pekerjaan tersebut karena tak memiliki antusiasme untuk mengetahui tentang pekerjaan lebih lanjut. Berikut ada beberapa tips untuk menanggapi pertanyaan ”What question do you have for me?”, diantaranya.

  • Siapkan pertanyaan yang ingin diajukan

Karena pertanyaan ini umumnya ditanyakan di akhir sesi wawancara, jadi akan sangat mudah untuk merencanakan pertanyaannya terlebih dulu dan bersiap-siap. Buat daftar pertanyaan singkat kemudian simpan, kemungkinan daftar pertanyaan tersebut akan berubah sesuai situasi.  Berikut beberapa hal yang perlu Anda persiapkan.

  • Berapa jumlah pertanyaan yang harus disiapkan

Bagian perekrutan biasanya akan memberikan banyak informasi saat sesi wawancara, sehingga mungkin tanpa sadar akan menjawab pertanyaan yang ingin Anda ajukan. Setidaknya siapkan 10 pertanyaan. Anda bisa menuliskannya di buku catatan dan ketika pewawancara mengajukan pertanyaan ”What question do you have for me?”, maka Anda bisa menggunakannya.

Pilih dua atau tiga pertanyaan yang sebelumnya belum atau tidak dibahas dalam wawancara. Pilih pertanyaan yang menunjukkan bahwa Anda terlibat dan mendengarkan. Pilih juga pertanyaan yang bisa membantu Anda mempelajari tentang pekerjaan tersebut lebih lanjut.

  • Lakukan riset tentang perusahaan

Riset tentang perusahaan bisa jadi cara mudah untuk mengetahui sejarah, misi, dan visi perusahaan. Tempat yang paling bagus untuk menggali informasi tersebut adalah dengan menjelajahi situs web perusahaan tersebut. Anda juga dapat mencari artikel berita terbaru di internet.

Gunakan informasi yang Anda temukan untuk membantu membuat pertanyaan Anda. Inisiatif Anda akan diterima dengan baik karena membuktikan bahwa Anda meluangkan waktu untuk mempelajari perusahaan dan industri tersebut.

  • Berlatih dan praktekan

Pikirkan sesi wawancara tersebut sebagai percakapan antara Anda dan manajer HRD. Mempraktekkan pertanyaan yang ingin diajukan terlebih dulu bisa membuat Anda jauh lebih nyaman dan meningkatkan rasa percaya diri di hari wawancara. Anda bisa menghabiskan waktu di tempat yang tenang untuk melatih diri mengucapkan pertanyaan tersebut dengan baik. Misalnya di depan cermin, teman ataupun anggota keluarga yang lainnya

Apa Saja yang Harus Ditanyakan?

Pertanyaan yang diajukan harus menjelaskan bahwa Anda terlibat selama wawancara, sehingga bisa dengan cepat memahami tujuan dan prioritas perusahaan. Anda dapat mengingat-ingat kembali momen-momen sebelumnya saat di awal sesi wawancara. Berikut beberapa jenis pertanyaan yang bisa Anda ajukan untuk menjawab pertanyaan ”What question do you have for me?.” Berikut diantaranya.

  • Tentang pekerjaan

Tim perekrutan mungkin sudah memberikan informasi detail tentang pekerjaan, tetapi ini bisa jadi waktu yang ideal untuk mendapatkan lebih banyak detail tentang pekerjaan tersebut. Mulai dari tanggung jawab pekerjaan, harapan terhadap Anda (jika diterima bekerja), dan goals yang diinginkan. Anda bisa bertanya:

    • What does a typical day look like for a person in this position? (Seperti apa keseharian seseorang dalam posisi ini?)
    • Can you share more about the day-to-day responsibilities of this role? (Bisakah Anda memberitahukan tentang tanggung jawab harian di posisi ini?)
    • If I were hired for this role, what would you want me to achieve in my first two months? (Jika saya diterima untuk posisi ini, apa yang Anda ingin untuk saya lakukan di dua bulan pertama?)
    • In your opinion, what is the single most important indicator of success in this role? (Menurut Anda, apa indikator utama kesuksesan di posisi ini?)
    • What are your short- and long-term goals for a new hire with this job title? (Apa goal jangka pendek dan jangka panjang Anda untuk karyawan baru di jabatan ini?)
  • Tentang perusahaan

Mengajukan pertanyaan mengenai perusahaan memperlihatkan bahwa Anda telah melakukan riset dan memberikan gambaran tentang visi, misi, dan budaya perusahaan. Selain itu, pertanyaan ini juga memberikan kesan jika Anda tertarik dengan perusahaan dan memiliki keinginan untuk berkembang bersama perusahaan dalam jangka panjang. Pertimbangkan untuk mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

    • Why do you enjoy working here? (Mengapa Anda betah bekerja di sini?)
    • How would you describe the company’s culture? (Bisakah Anda mendeskripsikan budaya perusahaan ini?)
    • There is something that makes you always been happy about coming into work everyday? What is it? (Adakah sesuatu hal yang membuat Anda selalu senang saat masuk kerja tiap hari? Apakas itu?)
    • How long have you been at the company? (Berapa lama Anda sudah bekerja di perusahaan?)
    • What is the greatest challenge facing the company? (Tantangan terbesar seperti apa yang sudah dihadapi perusahaan?)
    • What kind of growth does the company expect to see within the next five years? (Pertumbuhan seperti apa yang diharapkan perusahaan dalam lima tahun ke depan?)
  • Tentang kualifikasi diri Anda

Pastikan tim perekrutan tidak memiliki pertanyaan yang belum terjawab mengenai kualifikasi Anda. Jika ya, ini waktu yang tepat untuk menunjukan bagaimana bakat Anda selaras dengan peran tersebut. Untuk itu, beberapa pertanyaan berikut mungkin bisa Anda ajukan.

    • What qualities do you look for in a candidate? (Kualifikasi seperti apa yang Anda cari dalam seorang kandidat?)
    • Do you have any concerns about my experience or skill set? (Apakah Anda khawatir tentang pengalaman atau keahlian yang saya miliki?)
    • What are your concerns about my candidacy? (Apakah yang menjadi kekhawatiran Anda tentang pencalonan saya?)
    • Are there any qualifications that you think I’m missing? (Apakah ada kualifikasi yang mungkin Anda pikir saya lewatkan?)
    • Are there reservations regarding my fit with the role or company? (Apakah ada keraguan terkait keahlian saya dengan jabatan maupun atau perusahaan?)
  • Tentang langkah selanjutnya

Simpan pertanyaan pamungkas untuk menanyakan soal langkah selanjutnya dalam proses perekrutan tersebut.  Berikut beberapa pertanyaan yang bisa Anda ajukan:

    • I’ve really enjoyed learning more about this opportunity. What are the next steps in the hiring process? (Saya sangat mempelajari lebih lanjut tentang kesempatan ini. Apa langkah berikutnya dalam proses perekrutan ini?)
    • Thank you for explaining the role to me in such depth. When might I hear back from you regarding a decision? (Terima kasih atas penjelasan tentang jabatan tersebut secara mendalam. Kapankah saya bisa mendengar dari Anda tentang keputusan lebih lanjut?)

Pertanyaan yang Tak Boleh Ditanyakan

Mungkin saja pertanyaan yang Anda ajukan bisa jadi pertanyaan open-ended. Namun bukan berarti Anda bisa mengajukan pertanyaan seenaknya saja tanpa mempertimbangkannya lebih dulu. Karena jika Anda mengajukan pertanyaan yang keliru, bisa-bisa sesi wawancara Anda jadi kacau. Sehingga kesempatan yang sudah di depan mata bisa hilang begitu saja. Nah, berikut beberapa topik yang sebaiknya dihindari.

  • Aktivitas di luar pekerjaan

Mengajukan pertanyaan mengenai budaya di tempat kerja memang bukan hal yang salah. Tetapi jauhi pertanyaan yang justru berfokus pada aktivitas di luar pekerjaan. Misalnya acara makan siang, atau waktu liburan. Seperti pertanyaan berikut, ” What do employees do for fun with colleagues after work?” (Apa yang para pekerja lakukan untuk bersenang-senang dengan para kolega yang lain setelah jam kerja selesai?).

Pertanyaan seperti ini akan membuat Anda terlihat kurang memiliki keseriusan atau tidak tertarik dalam pekerjaan. Dan ini adalah kesan yang kurang tepat untuk ditinggalkan pada saat mengakhiri sesi wawancara. Selain itu, jangan juga mengajukan pertanyaan tentang berapa lama waktu kerja Anda setiap hari, karena hal ini kurang etis untuk ditanyakan. Contohnya.

  • Kehidupan pribadi pewawancara atau berita perusahaan

Tentu hal ini sangat tidak sopan ketika Anda baru pertama kali bertemu dalam sesi wawancara. Tunjukan kesopanan yang sama kepada pewawancara, sebagaimana Anda juga tak ingin mereka bertanya tentang kehidupan pribadi Anda.

Jadi jangan coba-coba lontarkan pertanyaan yang menjurus ke ranah pribadi. Seperti pertanyaan, “Do you have children? Is this a child-friendly employer?” (Apakah Anda punya anak? Apakah perusahaan yang ramah terhadap aak-anak?)

Selain itu hindari juga pertanyaan yang menyangkut gosip atau berita internal di perusahaan tersebut. Seperti  pertanyaan semacam “What are some of the latest developments at your company? (Apa saja perkembangan terbaru yang dicapai di perusahaan Anda?)

Hal ini juga sama tidak sopannya, kecuali Anda memang tak benar-benar mendapatkan pekerjaan tersebut.

  • Sesuatu yang bisa Anda jawab sendiri

Jika pertanyaan yang ingin Anda ajukan bisa didapatkan informasinya dengan mudah, baik melalui berita di internet atau laman web perusahaan maka sebaiknya hindari. Pertanyaan yang hanya buang-buang waktu tak akan mendapatkan perhatian apapun dari para pewawancara tersebut.

Misalnya pertanyaan tentang, “What are five strategic goals for the organization during the next five years?” (Tujuan strategis seperti apa yang ingin dicapai perusahaan selama lima tahun mendatang?).

Umumnya mereka berharap Anda sudah melakukan sedikit riset  tentang perusahaan dan memahami tentang perusahaan meskipun hanya pengetahuan dasar saja.

  • Gaji dan tunjangan kerja

Jika saat interview yang Anda lakukan ini baru di tahap awal interview. Maka pertanyaan tentang informasi besaran gaji dan tunjangan yang didapatkan secara spesifik bukan sesuatu yang patut ditanyakan. Misalnya saja pertanyaan semacam, “How much can I expect to earn during the first year?” (Berapa banyak yang bisa saya peroleh di tahun pertama bekerja?)

Pertanyaan jenis ini akan membuat Anda terlihat tidak begitu tertarik dengan pekerjaan atau bahkan perusahaan tersebut. Disamping itu, pertanyaan tentang gaji juga membuat Anda terlihat lebih fokus dengan diri sendiri bukan dengan pekerjaan tersebut.

Namun jika tim pewawancara yang mengajukan pertanyaan yang menyinggung soal gaji, maka ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum menjawabnya.

  • Pertanyaan rumit dalam satu waktu

Menanyakan pertanyaan yang memiliki multi tafsir atau rumit bisa membuat tim pewawancara kewalahan dan kurang nyaman. Tanyakan satu pertanyaan saja dengan jelas dalam satu waktu. Anda juga bisa membalas jawaban yang diberikan. Agar momen tersebut terasa seperti percakapan biasa yang nyaman untuk kedua belah pihak.

Jika tidak, maka ajukan pertanyaan singkat agar bisa menyiapkan pertanyaan selanjutnya. Kemudian, mulailah tutup pertanyaan Anda ketika tim pewawancara sudah terlihat mulai mengacak kertas, menengok jam tangannya atau pun sekedar membangunkan komputernya yang tertidur.

Ketika berhubungan dengan wawancara kerja, maka Anda harus benar-benar mempersiapkan diri untuk memberikan jawaban atau pertanyaan yang memang relate dengan perusahaan tersebut. Terlebih ketika Anda diberikan kesempatan untuk menanyakan “ What question do you have for me?”  ini. Ini bisa jadi pertanyaan jebakan jika Anda tidak bisa mengelolanya atau mempersiapkan diri sebelumnya. Karena pertanyaan ini cukup umum diajukan ketika sesi wawancara, maka persiapkan dengan baik pertanyaan apa yang ingin diajukan. Semoga bermanfaat!