sederet kamus
Translate: Tutorial:

Kapan Membutuhkan Tanda Pisah (Hyphen) dalam Bahasa Inggris

Bahasa Inggris, seperti semua bahasa yang ada di dunia ini, memiliki peraturan tata bahasanya sendiri. Salah satu komponen yang paling penting dalam tata bahasa adalah tanda pisah atau hyphen yang juga ada dalam peraturan tata bahasa Indonesia. Akan tetapi, jelas saja terdapat sejumlah perbedaan penggunaan tanda pisah dalam bahasa Indonesia dan dalam bahasa Inggris.

Seringkali tanda pisah disalahgunakan atau disalahartikan karena tidak banyak yang mengetahui bagaimana cara untuk menggunakannya dalam bahasa Inggris. Terdapat dua hal penting yang harus diketahui mengenai tanda baca satu ini yang sering disalahgunakan. Pertama, tanda pisah tidak boleh digantikan oleh atau digunakan untuk mengganti tanda garis atau dashes yang jelas terlihat lebih panjang. Kedua, tidak boleh ada spasi baik sebelum ataupun sesudah tanda pisah.

Kegunaan utama tanda pisah adalah untuk menyatukan dua kosakata menjadi satu. Tanda baca ini menunjukkan kepada pembaca bahwa dua atau lebih dari dua elemen dalam sebuah kalimat telah disambungkan. Terdapat sejumlah peraturan dan kebiasaan yang mengatur penggunaan tanda pisah. Akan tetapi, ada juga beberapa situasi yang harus dipertimbangkan oleh para penulis ketika mempertimbangkan apakah akan menambahkan tanda pisah atau tidak untuk terlihat lebih jelas.

Tanda Pisah Antarkata

1. Tanda Pisah Kata Sifat Majemuk

Pada umumnya, menggunakan tanda pisah pada dua atau lebih kata ketika berada sebelum nomina dan menjadikannya satu kesatuan disebut sebagai kata sifat majemuk. Berikut ini adalah sejumlah contohnya:

  • You will live in an off-campus apartment that has been paid already (Anda akan tinggal di sebuah apartemen di luar kampus yang sudah dibayarkan)
  • She made a state-of-the-art design with that new building (Dia membuat desain canggih dengan bangunan baru itu)
  • Terdapat satu peraturan yang harus diingat bahwa ketika kata sifat majemuk berada setelah nomina, maka tanda pisah biasanya tidak diperlukan. Sebagai contohnya jika nomina apartemen pada kalimat pertama ditaruh di depan:
  • You will live in an apartment that is off campus and has been paid already (Anda akan tinggal di sebuah apartemen yang berada di luar kampus dan sudah dibayar lunas)

Akan tetapi, beberapa kata sifat majemuk akan selalu berbentuk dengan tanda pisah. Hal ini bisa Anda pastikan terlebih dahulu dengan membuka buku kamus atau mencari tahu terlebih dahulu. Sebagai contohnya adalah kata sifat majemuk state-of-the-art yang berada dalam contoh kalimat kedua di atas.

2. Kata Kerja Majemuk dan Kata Benda Majemuk

Peraturan selanjutnya adalah tanda pisah biasanya perlu digunakan ketika membentuk kata kerja majemuk orisinil untuk penulisan yang tergambarkan jelas, memiliki humor, atau situasi yang spesial. Berikut ini adalah sejumlah contohnya:

  • He doesn’t go to school anymore and only video-gamed his life day by day (Dia tidak pergi ke sekolah lagi dan hanya bermain permainan video sepanjang hidupnya setiap hari)
  • In the last six decades, Queen Elizabeth throne-sat the British kingdom (Dalam enam dekade terakhir, Ratu Elizabeth telah duduk di tahta kerajaan Inggris)

Sedangkan ketika menulis kata benda majemuk yang baru dan belum pernah ada, para penulis sebaiknya menggunakan tanda pisah agar tidak terjadi kebingungan pada pembacanya. Namun, jika kata benda majemuk tersebut sudah ada dan dikenal banyak orang, maka tanda pisah tidak lagi perlu digunakan. Berikut ini adalah sejumlah contohnya:

  • He gained money by being a video gamer (Dia mendapatkan uang dengan menjadi pemain mainan video)
  • Ever since I became a vegetarian, I became a no-meater (Sejak saya menjadi vegetarian, saya menjadi bukan pemakan daging)

Para penulis yang menggunakan kata kerja majemuk atau kata benda majemuk sebaiknya melihat kamus terlebih dahulu untuk memastikan apakah kata-kata tersebut sebaiknya diberikan tanda pisah atau tidak.

3. Adverbia Tanpa Tanda Pisah

Sebuah kesalahan umum yang sering terjadi adalah ketika penulis menggunakan tanda pisah untuk adverbia very (sangat) dan adverbia lain yang berakhiran –ly. Kedua adverbia jenis tersebut tidak perlu menggunakan tanda pisah setelahnya. Akan tetapi, peraturan ini hanya digunakan untuk adverbia, sedangkan untuk kata lain yang berakhiran –ly dan bukan merupakan adverbia harus menggunakan tanda pisah. Berikut ini adalah sejumlah contohnya:

  • I passed that house everyday only to greet the friendly-looking dog (Saya melewati rumah itu setiap hari hanya untuk menyapa anjing yang terlihat ramah itu)
  • As you might have known, this is a family-owned cafe that has been opened since 1986 (Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, ini adalah kafe milik keluarga yang telah dibuka sejak 1986)

4. Tanda Pisah Untuk Umur

Tanda pisah biasanya digunakan untuk menuliskan umur seseorang atau sesuatu. Sebagai peraturan yang mudahnya, entah Anda membicarakan tahun, bulan, minggu, hari, atau periode waktu lainnya, adalah dengan selalu menggunakan tanda pisah kecuali periode waktu tersebut dituliskan dalam bentuk majemuk. Berikut ini adalah contohnya:

  • My eldest daughter is four-year-old this year (Anak perempuan saya yang paling tua berumur empat tahun tahun ini)
  • My eldest daughter is four years old this year (Anak perempuan saya yang paling tua berumur empat tahun tahun ini)

Jangan lupa bahwa ketika menggunakan tanda pisah untuk menunjukkan umur, perlu digunakan dua tanda pisah di dalamnya. Sebagian besar penulis justru lupa untuk menggunakan dua tanda pisah sehingga memiliki arti yang berbeda.

5. Tanda Pisah Agar Lebih Jelas

Jangan ragu untuk menambahkan tanda pisah jika dapat memecahkan masalah Anda ketika berusaha untuk menjelaskan sesuatu dalam sebuah kalimat. Berikut ini adalah sejumlah contohnya:

  • Jakarta has a big-city charm that made everyone fell in love (Jakarta memiliki pesona kota besar yang membuat semua orang jatuh cinta)
  • Jakarta has a big city charm that made everyone fell in love (Jakarta memiliki pesona kota yang besar yang membuat semua orang jatuh cinta)

Tanpa menggunakan tanda pisah, terlihat bahwa arti dari kalimat tersebut menjadi ambigu karena pembaca menjadi tidak yakin sebelah mana penggalannya. Apakah artinya Jakarta memiliki pesona kota dalam jumlah banyak atau Jakarta memiliki pesona kota besar? Ketika diberikan tanda pisah, barulah terlihat jelas bahwa arti yang dimaksud adalah Jakarta memiliki pesona kota besar.

6. Tanda Pisah dan Angka

Ketika digunakan pada kalimat yang memiliki angka, tanda pisah digunakan untuk menunjukkan periode waktu, jarak, atau kuantitas lainnya. Jangan lupa untuk tidak memberikan spasi sebelum ataupun sesudah tanda pisah. Berikut ini adalah sejumlah contohnya:

  • The event will be held at 3:00-5:30 p.m. (Acara ini akan diadakan pada pukul 3:00-5:30 malam)
  • This restaurant were running busy since 1989-2005 (Restoran ini telah berjalan dengan sibuk sejak tahun 1989-2005)
  • There will be around 300-400 people attending the ceremony (Akan ada sekitar 300-400 orang yang menghadiri perayaan ini)

7. Tanda Pisah pada Angka Majemuk

Terdapat sejumlah angka yang disebut sebagai angka majemuk dalam bahasa Inggris. Angka majemuk adalah angka yang memerlukan dua angka untuk menjelaskannya seperti contohnya twenty-two (22). Untuk semua angka majemuk yang ada dari angka 21 hingga 99 dalam bahasa Inggris, diharuskan menggunakan tanda pisah di antaranya. Berikut ini adalah contohnya:

  • There are fifty-four children sleeping in this hall (Terdapat lima puluh empat anak-anak yang tidur di aula ini)
  • It will cost us around one thousand three hundred twenty-one dollars to pay for this (Ini akan membutuhkan biaya sekitar seribu tiga ratus dua puluh satu dolar untuk membayarnya)

8. Tanda Pisah dan Angka Pecahan

Semua angka pecahan yang ditulis dengan menggunakan huruf harus digunakan tanda pisah. Akan tetapi, jangan gunakan tanda pisah pada angka pecahan yang menggunakan awalan a atau an. Berikut ini adalah sejumlah contohnya

  • Around one-third of this country’s population chose to abstain from voting (Sekitar satu per tiga populasi negara ini memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya)
  • Around a third of this country’s population chose to abstain from voting (Sekitar sepertiga populasi negara ini memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya)

Selain itu, ketika menuliskan angka dengan pecahan, hanya gunakan tanda pisah pada bagian pecahan dan bukan pada angkanya. Terdapat pengecualian ketika bentuknya merupakan kata sifat majemuk. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah contohnya:

  • The width of this book is nine and one-half centimeter long
  • This is a nine-and-one-half-centimeter-long book

9. Tanda Pisah dan Nomina

Jangan pernah menggunakan tanda pisah ketika menggunakan kata benda lebih dari satu kata yang digunakan sebagai atau dalam kata sifat majemuk. Akan tetapi, Anda bisa menggunakan tanda baca pada sebagian besar nama keluarga ganda. Berikut ini adalah contoh yang dapat Anda lihat:

  • This actress was an Academy Award nominee in 1987 (Aktris ini adalah seorang nominasi Academy Award pada tahun 1987)
  • Mrs. Anna Wintour-Sterling will attend the awarding ceremony this week (Nyonya Anna Wintour-Sterling akan menghadiri acara penghargaan minggu ini)

10. Penyuntingan Tanda Pisah

Sebagian besar penyunting tulisan tidak akan menggunakan tanda pisah pada kosakata ganda yang sudah banyak dikenal orang. Mereka yakin bahwa beberapa frasa yang telah dikenal banyak orang bisa ditulis tanpa menggunakan tanda baca tanpa membuat para pembaca kebingungan. Berikut ini adalah beberapa contoh kosakata yang dapat digunakan tanpa tanda baca dan tidak membuat artinya menjadi ambigu:

  • This year I will become a high school senior (Tahun ini saya akan menjadi senior SMA)
  • This is a very soft ice cream cone (Ini adalah kerucut es krim yang sangat lembut)
  • My birthday party will have a theme of a twentieth century fashion (Pesta ulang tahun saya akan bertema gaya busana abad ke-20)

Ketika Anda merasa tidak yakin apakah beberapa kosakata yang sudah dikenal banyak orang memerlukan tanda pisah atau tidak, ada baiknya Anda memeriksanya terlebih dahulu untuk memastikannya. Jangan terbiasa menebak-nebak penggunaan tanda pisah yang benar untuk sebuah kosakata majemuk.

Tanda Pisah untuk Prefiks

Prefiks adalah sebuah huruf atau beberapa huruf yang ditaruh di depan akar kosakata dengan kegunaan untuk mengembangkan atau mengubah arti dari sebuah kata. Terkadang penggunaan prefiks dapat mengubah arti sebuah kata dengan sangat drastis. Sebagai contohnya, prefiks a-, un-, dan dis- mengubah akar katanya menjadi kebalikan totalnya. Berikut ini adalah sejumlah peraturan mengenai prefiks dan tanda pisah.

1. Tanda Pisah Prefiks Nomina dan Adjektiva

Gunakan tanda pisah ketika ditaruh sebelum kata benda atau kata sifat yang sudah tidak bisa diubah. Berikut ini adalah sejumlah contoh penggunaannya:

  • We will be going on a holiday this mid-July (Kita akan pergi liburan pada pertengahan bulan Juli ini)
  • Her identity made her feel like a trans-American (Identitasnya membuat dirinya merasa seperti orang trans-Amerika)

2. Tanda Pisah dan Keluarga

Ketika menjelaskan relasi keluarga, kata great harus menggunakan tanda pisah. Akan tetapi, grand menjadi bagian dari kosakatanya yang tidak menggunakan tanda pisah. Selain itu, Anda tidak perlu menggunakan tanda pisah untuk half brother (Saudara laki-laki tiri) atau half sister (Saudara perempuan tiri). Berikut ini adalah sejumlah contohnya:

  • I want to see my grandson and my granddaughter get married one day (Saya ingin melihat cucu laki=laki saya dan cucu perempuan saya menikah suatu hari nanti)
  • My great-great-grandfather were in the army during the Second World War (Kakek buyut saya merupakan tentara pada masa Perang Dunia Kedua)

3. Tanda Pisah dan Huruf Hidup

Agar terlihat lebih jelas, sebagian besar penulis menggunakan tanda baca pada prefiks yang berakhiran huruf hidup ketika bertemu dengan awalan huruf hidup pada kata akarnya. Berikut ini adalah contohnya:

  • He has always been known for being ultra-ambitious ever since he was a child (Dia selalu dikenal sebagai orang yang sangat ambisius sejak dia masih anak-anak)
  • There is a possibility that our current president will get re-elect next year (Ada kemungkinan bahwa presiden kita saat ini akan dipilih lagi tahun depan)

Itulah dia penjelasan lengkap mengenai penggunaan tanda pisah dan kapan Anda sebaiknya menggunakannya dan kapan sebaiknya tidak digunakan dalam sebuah kalimat. Semoga penjelasan bahasa Inggris kali ini dapat membuat Anda semakin mengerti dan lancar berbahasa Inggris serta terus berusaha untuk melatihnya setiap hari.