sederet kamus
Translate: Tutorial:

Kesalahan Grammar Bahasa Inggris yang Umum Dilakukan

Bahkan mereka yang telah bertahun-tahun belajar dengan bahasa Inggris pun masih banyak yang masih saja keliru dengan grammar. Perlu disadari bahwa grammar atau tata bahasa memang gampang-gampang susah. Apapun yang ada di pikiran Anda mungkin mengesankan tapi belum tentu ketika di tuangkan dalam tulisan.

Kesalahan kecil pada penulisan sangat mungkin terjadi, terlebih ketika Anda menulis dan mengeditnya sendiri. Namun jika Anda seorang self-published author, maka kesalahan penulisan atau grammar bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Karena bisa mengurangi kredibilitas Anda sebagai penulis.

Nah, agar tidak terjebak dalam kesalahan penulisan yang sama berulang-ulang, simak dulu common grammar mistakes berikut ini.

Kesalahan Penulisan Secara Umum

  1. Kesalahan Penggabungan Subject-Verb

Subjek dan verb (kata kerja) dalam sebuah kalimat harus memiliki kesesuaian antara satu dengan yang lainnya, baik dalam bentuk tunggal maupun jamak. Jika subjek dalam kalimatnya tunggal, maka kata kerja yang digunakan juga harus tunggal. Begitu juga jika subjeknya jamak, kata kerja yang digunakan pun juga harus jamak.

Contoh pertama:

    • Salah: An important part of my life have been the people who stood by me. (Bagian penting dari hidup saya adalah orang-orang yang mendukung saya.)
    • Benar: An important part of my life has been the people who stood by me. (Bagian penting dari hidup saya adalah orang-orang yang mendukung saya.)

Contoh kedua:

    • Salah: The two best things about the party was the food and the music. (Dua hal terbaik tentang pesta itu adalah makanan dan musiknya.)
    • Benar: The two best things about the party were the food and the music. (Dua hal terbaik tentang pesta itu adalah makanan dan musiknya.)
  1. Potongan Kalimat

Sentence fragments atau potongan kalimat merupakan sebuah kalimat yang tidak sempurna yang tidak memiliki klausa yang berdiri sendiri.  Kalimat tersebut sangat mungkin tidak memiliki subjek, kata kerja lengkap maupun keduanya. Kalimat fragment ini sangat tergantung dari kalimat selanjutnya sehingga bisa memberikan makna secara utuh.

Contoh pertama:

    • Salah: She gave her mother an amaizing gift after the argument. In spite of everything. (Dia memberi ibunya hadiah yang luar biasa setelah adu argumen. Terlepas dari semuanya.)
    • Benar: In spite of everything, she gave her mother an amaizing gift after the argument. (Terlepas dari semuanya, dia memberi ibunya hadiah yang luar biasa setelah adu argumen.)

Contoh kedua:

    • Salah: The boys snuck home late that night. Then waited for the consequences. (Anak laki-laki menyelinap pulang larut malam. Kemudian menunggu konsekuensinya.)
    • Benar: The boys snuck home late that night, then waited for the consequences. (Anak laki-laki menyelinap pulang larut malam. Kemudian menunggu konsekuensinya.)
  1. Penempatan Tanda Baca Koma

Tanda baca koma seharusnya digunakan setelah kata pengantar, di awal kalimat. Sehingga mampu mengurangi kebingungan yang mungkin dialami saat membaca sebuah kalimat.Memberikan koma pada kalimat akan membantu pembaca jeda waktu setelah kata pengantar.

Contoh kesalahan, “In case you haven’t noticed my real name doesn’t appear in the article.” (Jika Anda tidak memperhatikan nama asli saya tidak muncul di artikel.)

Koreksi untuk kesalahan kalimat tersebut adalah tidak adanya tanda baca koma (,) untuk pemenggalan kalimat

Jadi seharusnya kalimat yang benar seperti ini, “In case you haven’t noticed, my real name doesn’t appear in the article.” (Jika Anda tidak memperhatikan, nama asli saya tidak muncul di artikel.)

  1. Kesalahan Penggunaan Tanda Petik (‘) untuk Kata “Its”

Jika Anda menggunakan tanda petik untuk kata It’s, maka gunakan hanya ketika kata tersebut memiliki makna it is atau it has. Jika Anda kata tersebut tidak menggunakan tanda petik tunggal, maka kata its memiliki makna miliknya. Perhatikan contoh kalimat berikut.

Contoh pertama:

    • Salah: I don’t believe its finally Saturday. (Saya tidak percaya miliknya sudah Sabtu)
    • Benar: I don’t believe it’s (it is) Saturday. (Saya tidak percaya akhirnya ini hari Sabtu)

Contoh kedua:

    • Salah: The cat was licking it’s tail. (Kucing menjilat ekor)
    • Benar: The cat was licking its tail. (Kucing menjilat ekornya)
  1. Tidak Ada Koma dalam Kalimat Majemuk (Compound Sentence)

Koma memisahkan dua atau lebih kalimat mandiri dalam kalimat majemuk (compound sentence) yang dipisahkan oleh konjungsi. Tanda koma berada setelah kalimat pertama dan sebelum konjungsi yang memisahkan kedua kalimat atau lebih.

Contoh:

    • Salah: The unknown man jumped into a black car and he drove away before being noticed. (Pria tidak dikenal itu melompat ke sedan hitam dan dia pergi sebelum diketahui.)
    • Benar: The man jumped into a black sedan, and he drove away before being noticed. (Pria tidak dikenal itu melompat ke sedan hitam, dan dia pergi sebelum diketahui.)
  1. Misplaced Modifier

Misplaced modifier adalah kesalahan dalam penempatan kata, frasa atau klausa yang tidak tepat dalam sebuah kalimat yang berisi uraian untuk menjelaskan sesuatu. Kalimat dengan kesalahan ini akan terdengar aneh jika dibaca dan bahkan memiliki makna yang membingungkan. Perhatikan contoh kesalahan dalam kalimat berikut.

Lisa found a silver girl’s necklace in garage. (Lisa menemukan perak kalung gadis di garasi)

Dalam kalimat tersebut, kata silver  merupakan modifier yang digunakan untuk menjelaskan bahwa kalung tersebut terbuat dari bahan perak. Karena penempatannya tidak tepat, maka membuat kalimat terdengar aneh bahkan tidak bermakna.

Seharusnya kata necklace  lah yang jadi head, sehingga kalimat memiliki makna yang jelas. Berikut contoh kalimat yang benar,

Lisa found a girl’s necklace silver necklace in garage. (Lisa menemukan sebuah kalung perak milik gadis di garasi) .

  1. Kata Ganti yang Samar

Kata ganti bisa digunakan untuk menggantikan kata benda. dan yang digunakan untuk menggantikannya harus seseorang, tempat atau sesuatu yang sesuai dengan kata ganti tersebut. Penggunaan kata ganti yang kurang jelas (vague) seperti she, he, it, this, that, dan which bisa membuat pembaca merasa bingung tentang apa atau siapa kata ganti tersebut ditujukan. Simak kesalahan dalam kalimat tersebut.

When Rista finally found her cat, she was so happy. (Ketika Rista akhirnya menemukan kucingnya, dia sangat senang.

Di kalimat tersebut bisa membingungkan karena penggunaan kata ganti yang kurang jelas mengarahkan kepada apa atau siapa. Seharusnya kalimat yang lebih tepat adalah berikut ini.

Rista was so happy when she finally found her cat. (Rista sangat senang ketika dia akhirnya bisa menemukan kucingnya.)

  1. Kesalahan Penggunaan Kata yang Mirip

Ada banyak jenis kata dan frasa yang cukup membingungkan dan misused dalam sebuah kalimat. Kesalahan penggunaan kata tersebut bisa mengubah makna dari sebuah kalimat hingga mengakibatkan mis-interpretasi. Karena itulah, sebelum menggunakan kata-kata yang memiliki pengucapan yang hampir mirip, maka pastikan untuk memeriksanya lebih dulu. Coba perhatikan persamaan beberapa kata yang memiliki makna berbeda berikut.

    • Affect (mempengaruhi) dan effect (akibat)
    • Except (kecuali) dan accept (menerima)
    • Comprise (terdiri) dan compose (menulis)
    • Further (selanjutnya) dan. farther (lebih jauh)

Contohnya kalimat:

    • Salah: The rain had a good affect on the farmer’s field. (Hujan memiliki pengaruh baik untuk lahan pertanian.)
    • Benar: The rain had a good effect on the farmer’s field. (Hujan memiliki efek baik untuk lahan pertanian)
  1. Kesalahan Penggunaan Ejaan Kata dengan Pengucapan Mirip

Dalam bahasa Inggris banyak sekali kata yang memiliki bentuk pengucapan yang mirip tapi memiliki ejaan dan makna yang sangat berbeda. Untuk itu, Anda harus benar-benar memperhatikan setiap kata yang Anda tulis agar meminimalisir kesalahan penulisan. Berikut beberapa kata umum yang kerap salah, diantaranya.

    • You’re dan your
    • To – two – too
    • Weathe dan whether
    • There dan their

Perhatikan contoh kalimat berikut:

There mother went to school there. (Disana ibu pergi ke sekolah sana)

Penggunaan kata There untuk kalimat tersebut kurang tepat, dan membuat jadi membingungkan dan sulit dipahami. Seharusnya kata There  diganti dengan Their sehingga kalimat jadi lebih jelas maknanya. Seperti kalimat berikut.

Their mother went to school there. (Ayah mereka pergi ke sekolah di sana)

  1. Penggunaan Tanda Baca Koma (,) yang Tidak Perlu

Kesalahan penggunaan tanda baca ini cukup umum dilakukan untuk memisahkan kalimat untuk memperjelas maknany. Di beberapa kalimat penggunaan koma belum tentu dibutuhkan bahkan tidak tepat. Perhatikan kesalahan penggunaan tanda baca koma (,) dalam kalimat berikut ini.

Nino had a stomach ache, because he ate too much spicy food. (Nino sakit perut, karena dia terlalu banyak makan makanan pedas.)

Penggunaan tanda baca koma untuk memisahkan dua kalimat tersebut kurang tepat, seharusnya dihilangkan saja. Karena sudah ada kata because yang memberikan penegasan. Perhatikan contoh kesalahan penggunaan koma lainnya berikut.

She wants to get a degree in medicine, or engineering. (Dia ingin mendapatkan gelar di bidang kesehatan atau teknik.

Dalam kalimat diatas penggunaan koma tidak perlu dilakukan karena sudah ada kata Or yang bertujuan sebagai pemisah sekaligus menegaskan kalimat.

  1. Mengakhiri Kalimat dengan Preposisi

Kesalahan grammar lainnya yang juga umum dilakukan adalah mengakhiri kalimat dengan preposisi. Sesuai sifatnya, preposisi pastinya akan diikuti kata benda atau kata ganti. Dalam percakapan umumnya jenis kesalahan ini bukanlah masalah besar, tetapi Anda harus menghindari kesalahan ini dalam segi tulisan. Perhatikan contoh kesalahan pada kalimat berikut.

What reason did she come here for? (Apa alasan dia datang kesini?)

Jika kalimat tersebut diucapkan, sebetulnya tidak terlalu menjadi masalah besar. Lain ketika  digunakan dalam penulisan. Seharusnya kalimatnya seperti berikut,

For what reason did she come here? (Untuk alasan apa dia datang ke sini?)

  1. Kekeliruan Penggunaan Bentuk Possessive (kepemilikan) dan Jamak

Banyak yang sering bingung saat menambahkan “s” di akhir kata. Dimana kita harus menempatkan tanda petik (‘)? Secara umum, letak tanda petik (‘) ditulis sebelum “s” untuk menunjukkan kepemilikan atau sebagai singkatan. Seperti kata “that’s” dari “that is”.

Jika Anda ingin mengatakan sesuatu dalam bentuk jamak, maka tidak perlu menambahkan tanda petik (‘). Seperti kebanyakan rules dalam bahasa Inggris yang memiliki banyak variasi. Namun, jika Anda selalu mengingat pedoman secara umum, maka tak perlu khawatir. Perhatikan contoh kesalahan dalam kalimat berikut.

The dogs dish was full of bone’s. (Makanan banyak anjing penuh dengan milik tulang.)

Seharusnya kata dogs (banyak anjing) dipisahkan dengan tanda petik jadi dog’s (milik anjing). Sementara kata bone’s (milik tulang), seharusnya ditulis tanpa tanda petik, menjadi bones (banyak tulang). Sehingga kalimat yang benar seharusnya,

The dog’s was full of bones. (Makanan anjing penuh dengan banyak tulang.)

  1. Keliru dalam Menempatkan Adverb (keterangan) dan Adjective (kata sifat)

Kesalahan grammar selanjutnya yang juga cukup umum dilakukan ialah keliru menempatkan keterangan (adverb) dan kata sifat (adjective). Umumnya kesalahan ada pada penggunaan kata “good” dan “well”. Secara umum, “well” adalah adverb (keterangan), sedangkan “good” adalah kata sifat.

Jika Anda tidak yakin mana yang akan digunakan, tanyakan saja pada diri Anda sendiri apakah kata sifat atau adverb sesuai dengan situasi tersebut. Perhatikan kekeliruan di kalimat tersebut,

She is doing good in physics. (Dia bagus di pelajaran fisika)

Kalimat tersebut kurang tepat jika menggunakan good karena merupakan kata sifat. Seharusnya, gunakan kata well yang merupakan kata keterangan yang menerangkan sesuatu. Sehingga kalimat yang seharusnya adalah,

She is doing well in physich. (Dia bagus di pelajaran fisika)

Selain itu kesalahan lainnya juga dalam penggunaan kata yang umumnya di akhiri dengan –ly. Coba perhatikan kesalahan pada kalimat tersebut.

Tim gave Susan a real nice bouquet of roses. (Tim memberi Susan buket bunga mawar yang bagus.)

Kata yang digaris bawahi di atas merupakan kata sifat, seharusnya untuk menyatakan sesuatu digunakan keterangan (adverb). Sehingga kalimat tersebut seharusnya menjadi,

Tim gave Susan a really nice bouquet of roses. (Tim memberi Susan buket bunga mawar yang sangat bagus.)

  1. Kesalahan Penggunaan Huruf kapital dalam Judul

Penggunaan huruf kapital pada judul memang cukup membingungkan, sehingga kerap mengakibatkan kesalahan grammar. Secara umum, Anda harus menggunakan huruf besar pada kata pertama dan terakhir, kata benda dan kata ganti, kata kerja, kata sifat maupun kata keterangan. Tetapi, ada aturan tertentu dalam kapitalisasi judul tergantung dari gaya yang Anda gunakan.

Misalnya kalimat, “Around the world in 80 days“. Sekilas kalimat tersebut tidak ada kesalahan tata bahasa. Namun jika digunakan dalam penulisan judul maka kurang tepat, seharusnya ditulis dengan “Around the World in 80 Days“.

Cukup rumit dan memusingkan bukan? Tapi grammar sangatlah penting terlebih dalam penulisan bahasa Inggris. Setelah mengetahui kesalahan-kesalahan grammar di atas, semoga Anda bisa lebih teliti dalam menulis. Semoga bermanfaat!