sederet kamus
Search Articles
Translate: Tutorial:

Majas (Figures of Speech)

Saat belajar bahasa Indonesia, kita pasti pernah mempelajari yang namanya majas, bukan? Sehingga tentunya tidak asing lagi dengan majas. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain, atau lebih simpelnya disebut kiasan.

Jadi, saat menggunakan majas, ini berarti kita tidak sedang merujuk pada arti yang sebenarnya, tapi lebih kepada makna yang sifatnya lebih intens. Oleh karena itu, penggunaan majas seringkali kita temukan pada hal-hal seperti puisi, prosa, ataupun sajak. Meskipun tentu saja tidak terbatas pada ketiga hal itu saja. Majas bahkan sering ditemukan pada sesuatu yang lebih sering kita temukan sehari-hari seperti slogan-slogan suatu produk, judul film, ataupun ucapan-ucapan di kartu ucapan.

Nah, majas juga terdapat dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Inggris, majas dikenal dengan istilah Figures of Speech. Seperti halnya dalam bahasa Indonesia, Figures of Speech alias majas dalam bahasa Inggris juga terdiri dari bermacam-macam.

Melalui artikel ini, mari kita cari tahu, apa saja yang termasuk dalam Figures of Speech.

FIGURES OF SPEECH (MAJAS) DALAM BAHASA INGGRIS

  1. Alliteration

Alliteration merupakan salah satu bentuk figures of speech dimana terdapat sebuah pengulangan bunyi dalam satu frasa atau satu kalimat. Seperti contoh di bawah ini:

Killer Kangaroos kick Koalas. (Kangguru-kangguru pembunuh menendang koala-koala)

  1. Anaphora

Anaphora merupakan gaya bahasa saat sebuah kata terus diulang beberapa kali dalam satu frasa. Seperti contoh di bawah ini:

I have one watermelon, one banana and one avocado. (Saya punya satu semangka, satu pisang dan satu alpukat)

  1. Apostrophe

Apostrophe merupakan gaya bahasa dimana kita berbicara pada suatu benda mati yang seakan-akan hidup. Contohnya  seperti di bawah ini:

Thank you my computer, for helping me make all these homeworks. (Terima kasih komputerku, karena membantuku mengerjakan semua tugas-tugas ini)

  1. Euphemism

Euphemism merupakan gaya bahasa yang menggantikan satu frasa yang mungkin memberikan kesan ofensif dengan frasa lainnya yang maknanya sama tapi tidak terkesan ofensif. Contoh seperti di bawah ini:

His father has died – his father has passed away. (Ayahnya telah meninggal – ayahnya telah meninggal)

  1. Hyperbole

Hyperbole adalah salah satu figures of speech yang digunakan untuk melebih-lebihkan sesuatu hingga kesannya dramatis. Berikut contoh penggunaannya:

    • I’m busy, I have a million things to do today. (Saya sibuk, saya punya banyak hal untuk dikerjakan hari ini)
    • I’m curious what’s in her bag. Her bag weighs a ton. (Saya penasaran apa yang ada dalam tasnya. Tasnya beratnya seton)
  1. Irony

Irony merupakan majas yang menyampaikan suatu pernyataan yang bertentang atau kontradiksi dengan keadaan sebenarnya. Contohnya seperti di bawah ini:

Your voice is so good when singing but it’s better if you keep silent. (Suaramu merdu saat bernyanyi tapi lebih bagus lagi jika kamu tetap diam)

  1. Metaphor

Metaphor adalah figure of speech yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda yang memiliki kesamaan yang umum, contohnya:

I don’t want to waste my time. Time is money. (Aku tidak ingin membuang waktuku. Waktu adalah uang)

  1. Paradox

Paradox merupakan majas yang saling kontradiksi. Contohnya seperti di bawah ini:

I don’t like to say this, but this is the beginning of the end. (Saya tidak suka mengatakan ini, tapi inilah awal dari sebuah akhir)

  1. Personification

Personification merupakan majas yang digunakan dengan maksud untuk memberikan “nyawa” pada sebuah benda mati. Contohnya seperti di bawah ini:

    • I like seeing the flaming dances in the night. (Saya suka melihat kobaran api menari-nari di malam hari)
    • Those leaves in the tree in front of my house move like a group of dancer. (Daun-daun di pohon depan rumahku itu bergerak seperti sekumpulan penari)
  1. Pun

Pun merupakan permainan kata-kata. Dimana sebuah kata akan memberikan arti yang berbeda pada sebuah kalimat dan menambahkan artinya. Contohnya seperti di bawah ini:

    • Mom says to always trust a glue salesman for they tend to stick to their word. (Ibu berpesan untuk selalu percaya pada penjual lem karena mereka cenderung menepati janjinya)
  1. Simile

Simile merupakan bentuk majas yang membandingkan sesuatu dengan sesuatu lainnya dan menggunakan kata-kata like atau as. Majas ini seringkali dianggap sama dengan Metaphor, padahal keduanya berbeda. Perhatikan contoh majas simile di bawah ini.

    • Her face is shining like a sun. (Wajahnya bersinar seperti matahari)
    • The dog barks like a kid screaming. (Anjing itu menggonggong seperti anak kecil berteriak)
  1. Synecdoche

Synecdoche merupakan pernyataan dimana hanya sebagian yang diutarakan untuk mengacu ke keseluruhan maksudnya atau sebuah kata untuk mewakili keseluruhan. Contohnya seperti di bawah ini:

    • He said he wanted to buy a glass for me. (Dia bilang dia ingin membelikanku minuman)
    • Indonesia took home gold in Badminton Championship (Indonesia membawa pulang emas di Kejuaraan Bulutangkis)

Kata glass pada kalimat pertama merujuk pada minuman yang ada dalam gelas tersebut. Jadi, bukan gelasnya yang dimaksud. Sedangkan kata Indonesia pada kalimat kedua merujuk pada atlet bulutangkis, dan bukannya Indonesia secara keseluruhan.

  1. Understatement

Understatement merupakan suatu pernyataan yang dibuat seakan-akan kurang penting atau tidak signifikan daripada apa yang seharusnya disampaikan. Contohnya seperti di bawah ini:

    • I only have Ferrari and Porsche in my garage. (Saya hanya punya Ferrari dan Porsche di garasiku)
    • The Toba lake is a pool in the ocean. (Danau Toba adalah kolam di samudra)