sederet kamus
Translate: Tutorial:

Melakukan Spekulasi/Menebak Kemungkinan (Making Speculation)

Pernahkah kamu mendengar suara ketukan pintu di luar rumah, dan bergumam seperti ini?

Mungkin ayah yang mengetuk pintu.”

Kalimat di atas merupakan contoh ungkapan spekulasi, atau menyatakan kemungkinan akan sesuatu yang belum kita ketahui secara pasti. Kita hanya bisa menebak-nebak akan hal tersebut.

Ungkapan spekulasi tentunya sering kita jumpai dalam penggunaan bahasa sehari-hari, baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing lainnya.

Kali ini kita akan membahas cara membuat kalimat spekulasi dalam bahasa Inggris. Kenapa bahasa Inggris? Penggunaan Bahasa Inggris yang baik dalam percakapan sehari-hari tentunya akan sangat membantu kita dalam berkomunikasi dengan orang asing, terutama di era globalisasi. Selain digunakan dalam percakapan sehari-hari, penguasaan grammar yang baik dalam membuat kalimat spekulasi akan membantu kita dalam menyampaikan ide kepada pembaca saat kita menulis.

Yuk disimak!

Biasanya, ungkapan spekulasi dalam bahasa Inggris menggunakan modals. Modals sendiri sangat umum digunakan dalam berbagai macam kalimat, mulai dari menunjukkan kemampuan, mengungkapkan permohonan secara sopan dan formal, menyatakan rencana, hingga menyatakan kemungkinan. Yang akan kita bahas kali ini adalah modals of speculation.

Modals of speculation merupakan salah satu jenis kata kerja bantu (auxiliary verbs), yang digunakan untuk menyatakan kemungkinan akan masa sekarang (present), masa depan (future), ataupun masa lalu (past). Modals of speculation biasanya terdiri dari must, may, might, could, can’t. Perlu diingat bahwa modal berbeda dari verb biasa. Modal selalu diikuti oleh kata kerja dasar. Kemudian, bentuk modal tidak boleh diubah-ubah mengikuti tense seperti verb pada umumnya. Misalkan, pada may, tidak boleh diubah menjadi mays (simple present tense), ataupun maying (present continuous tense). Begitu juga dengan must, might, could, serta can’t.

Berikut ini merupakan rangkuman materi modals of speculation menurut fungsinya:

  • Untuk menyatakan kemungkinan akan masa sekarang (present) dan masa depan (future)

Penggunaan must / might / could / may / can’t dapat dibedakan sesuai derajat kemungkinan hal tersebut dapat terjadi atau disebut degrees of possibility.

Rumus:

Must / might / could / may / can’t + infinitive

Must / might / could / may / can’t + be + adjective

Kita akan mengulas sekilas tentang infinitive, siapa tahu banyak yang sudah lupa. Infinitive merupakan bentuk dasar dari kata kerja (verb), atau biasanya disebut verb 1 (V1). Selain kata kerja, kata sifat atau adjective juga boleh digunakan pada kalimat ini.

Berikut contoh kalimat untuk menyatakan kemungkinan akan masa sekarang (present) dan masa depan (future).

    • Must

Must digunakan apabila suatu hal memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk terjadi. Dalam bahasa Indonesia, must bisa diartikan menjadi pasti, atau harusnya. Penggunaan mustn’t sebagai bentuk negatif dari must tidak dibenarkan, yang boleh dipakai adalah can’t.

Berikut contoh penggunaan must dalam suatu kalimat:

Budi must be very tired after hours of working. (Budi pasti sangat lelah setelah kerja selama berjam-jam.)

Kalimat di atas menunjukkan bahwa must digunakan karena memiliki derajat kemungkinan yang besar, atau hampir pasti terjadi.

    • Can

Seperti halnya must, can juga kerap digunakan apabila suatu hal memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk terjadi. Dalam bahasa Indonesia, can bisa diartikan menjadi bisa atau dapat.

Contoh penggunaan can dalam suatu kalimat:

      • Kids can easily get lost in this place. (Anak-anak mudah tersesat di tempat ini.)
      • It can be the postman since it’s only seven in the morning. (Bisa jadi tukang pos karena baru pukul tujuh pagi.)

Pada contoh kalimat di atas, can digunakan untuk menunjukkan bahwa tersesat adalah hal yang pernah terjadi, atau bahkan kerap terjadi di tempat tersebut. Sehingga derajat kemungkinan terjadinya hal tersebut cukup besar.

    • Could

Could dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai mungkin atau bisa jadi. Derajat kemungkinan yang dimiliki oleh could juga lebih rendah dari must dan can.

Contoh penggunaan could dalam suatu kalimat:

      • Luis could be the best player on the football team. (Luis mungkin pemain terbaik di dalam tim sepakbola.)
      • She could be the one who stole the whole cake in the kitchen. (Dia mungkin orang yang telah mencuri seluruh kue di dapur.)

Penggunaan could pada contoh kalimat di atas untuk menunjukkan bahwa Luis bisa jadi merupakan pemain terbaik dalam tim sepakbola. Namun kita sendiri tidak terlalu yakin akan hal tersebut. Mungkin karena kita belum pernah melihat Luis menunjukkan kemampuannya secara langsung, atau hanya perkiraan semata. Hal ini membuat derajat kemungkinan terjadinya hal tersebut menjadi lebih rendah. Begitu pula dengan kalimat kedua.

    • Can’t

Sedangkan can’t merupakan lawan kata dari must dan can. Can’t digunakan apabila suatu hal memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk terjadi. Contoh penggunaan can’t dalam suatu kalimat:

      • Alfred still loves to show off his luxury cars, he can’t be bankrupt. (Alfred masih suka memamerkan mobil-mobilnya yang mewah, harusnya tidak bangkrut.)
      • Sonny can’t come to the party with her stubborn sister, he hates her. (Sonny tidak mungkin datang ke pesta dengan adiknya yang keras kepala, dia membenci adiknya.)

Pada contoh kalimat di atas, diceritakan bahwa Alfred masih suka memamerkan mobil-mobilnya yang mewah. Hal ini tentu kontradiktif dengan penyataan bahwa dia mungkin saja sudah bangkrut, sehingga can’t tepat digunakan dalam kalimat ini. Begitu pula dengan kalimat kedua, yang menunjukkan bahwa Sonny membenci adiknya sehingga tidak mungkin Sonny datang ke pesta dengan adiknya.

    • May

May merupakan salah satu kata kerja bantu yang digunakan untuk ungkapan spekulasi. May dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai boleh atau mungkin. May digunakan apabila kita sendiri tidak terlalu yakin, atau hanya 50% yakin dengan tebakan atau spekulasi yang kita ungkapkan. Derajat kemungkinan may lebih rendah jika dibandingkan dengan must.

Contoh penggunaan may dalam suatu kalimat:

      • He may go to Jakarta for work tomorrow. (Dia mungkin pergi ke Jakarta untuk bekerja besok.)
      • Toni may be sad after being punished by his mother. (Toni mungkin merasa sedih setelah dihukum oleh ibunya.)
    • Might

Terkadang kita menganggap bahwa might adalah bentuk yang lebih formal daripada may. Padahal, secara gramatikal might merupakan bentuk past tense dari may. Tetapi might dapat digunakan pada masa sekarang (present), dengan mempertimbangkan derajat kemungkinan yang sedikit lebih rendah daripada may.

Contoh penggunaan might dalam suatu kalimat:

      • She might recover earlier than my father, because she is younger. (Dia mungkin lebih cepat sembuh daripada ayahku, karena dia lebih muda.)
    • May vs Might

Terdapat pengecualian apabila suatu kalimat memang ditujukan untuk past tense. Might mutlak digunakan tanpa mempertimbangkan kembali derajat kemungkinan antara may dan might.

Pengecualian kedua apabila terdapat implikasi atas izin dalam suatu kalimat, maka penggunaan may lebih condong terhadap izin daripada derajat kemungkinan. Misalkan:

      • She may not have a second slice of cake due to her disease. (Dia tidak diizinkan memakan potongan kue kedua karena penyakit yang ia derita.)

Setelah memahami penjelasan mengenai penggunaan must, may, might, could, dan can’t, bisakah kamu mengenali perbedaan derajat kemungkinan (degree of possibility) pada kalimat-kalimat berikut ini?

    • She may be at plane right now. (50% kemungkinan hal ini terjadi.)
    • She might be at plane right now. (30% kemungkinan hal ini terjadi.)
    • She could be at plane right now. (50% kemungkinan hal ini terjadi.)
    • She can’t be at plane right now. (Hal ini sangat tidak mungkin terjadi.)
    • She must be at plane right now. (90% kemungkinan ini hampir pasti terjadi.)
    • She can be at plane right now. (90% kemungkinan ini hampir pasti terjadi.)
  • Untuk menyatakan kemungkinan akan suatu hal sedang berjalan saat ini juga (in progress)

Pernyataan ini biasanya didasarkan atas kebiasaan atau rutinitas seseorang pada waktu tertentu. Misalkan, kita mengetahui bahwa Andi setiap hari Rabu bekerja di kantor pukul 08.00. Maka, ketika ada yang menanyakan di mana Andi pada waktu tersebut, kita dapat menjawab bahwa kemungkinan besar dia sedang berada di kantor.

Must / might / could / may / can’t dapat digunakan pada jenis kalimat ini. Bedanya kata kerja bukan dalam bentuk infinitive, melainkan ditambahkan akhiran –ing.

Must / might / could / may / can’t / has got to / has to+ be + -ing

Selain must, might, could, serta can’t yang telah dijelaskan sebelumnya, has to dan has got to dapat digunakan untuk menyatakan kemungkinan. Has got to dapat digunakan secara informal dalam percakapan sehari-hari. Contohnya, she has got to be eating dapat disingkat menjadi she‘s gotta be eating.

Berikut contoh kalimat untuk menyatakan kemungkinan akan masa sekarang (present) dan masa depan (future):

    • He may be working at office right now. (Dia mungkin sedang bekerja di kantor saat ini.)
    • She must be sleeping when I reach home. (Dia pasti sedang tidur ketika aku tiba di rumah.)
    • Marcel has got to be eating. (Marcel pasti sedang makan.)
    • Mother has to be cooking for dinner. (Ibu mungkin sedang memasak untuk makan malam.)
    • He is the most honest person I’ve ever known. He can’t be lying. (Dia adalah orang paling jujur yang pernah kukenal. Dia tidak mungkin berbohong.)
  • Untuk menyatakan kemungkinan akan masa lalu (past)

Pernyataan ini biasanya didasarkan atas kemungkinan yang bisa terjadi di masa lalu. Must / might / could / may / can’t juga digunakan pada jenis kalimat ini. Bedanya kata kerja bukan dalam bentuk infinitive, melainkan dalam bentuk past participle.

Past participle biasanya ditandai dengan adanya verb 3, atau memiliki akhiran -ed, dan -d untuk regular verbs.

Rumus:

Must / might / could / may / can’t + have + past participle

Contoh kalimat:

  • Jessica’s eyes are swollen, she must have cried a lot last night. (Mata Jessica bengkak, dia pasti menangis kemarin.)
  • I could have passed the exam if I had studied harder. (Saya mungkin bisa melewati ujian tersebut jika saya belajar lebih keras.)
  • He may have lost his handphone. (Dia mungkin sudah kehilangan telepon genggamnya.)
  • She might have gone out. (Dia mungkin sudah keluar.)

Semoga penjelasan mengenai modals of speculation ini dapat membantu kamu, ya. Jika masih ada yang kurang, kamu tentu bisa membaca referensi tambahan lainnya. Ayo semangat belajar bahasa Inggris!