sederet kamus
Translate: Tutorial:

Mempelajari dan Menguasai Reading Comprehension dalam Bahasa Inggris

Salah satu elemen yang terdapat dalam mempelajari Bahasa Inggris adalah Reading Comprehension. Reading Comprehension bukan sekadar membaca teks Bahasa Inggris, namun membaca dengan tujuan mendapatkan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh. Karena itu mempelajari dan menguasai Reading Comprehension membutuhkan usaha yang lebih maksimal.

Reading Comprehension sering didapati dalam ujian-ujian Bahasa Inggris, baik ujian di sekolah maupun ujian masuk perguruan tinggi. Reading Comprehension juga sering menjadi salah satu bagian dalam tes Bahasa Inggris seperti tes TOEFL, IELTS, TOEIC, dan semacamnya. Dan ada juga beberapa perusahaan yang memasukkan Reading Comprehension Bahasa Inggris sebagai salah satu tes masuknya, terutama perusahaan skala global.

Hal itu menunjukkan betapa pentingnya kita untuk mempelajari dan menguasai Reading Comprehension. Namun tidak sedikit yang merasa kesulitan untuk mempelajari dan menguasainya, terhambat karena berbagai kendala. Misalnya keterbatasan kosakata yang dimiliki, sulitnya berkonsentrasi dalam membaca teks Bahasa Inggris, tidak memahami grammar yang baik, dan lain sebagainya.

Karena itu pada pembahasan kali ini kita akan mengulas lebih lanjut mengenai Reading Comprehension dalam Bahasa Inggris. Mulai dari jenis teks yang sering ditemui pada bagian Reading Comprehension dalam ujian Bahasa Inggris, hingga tips untuk menguasai Reading Comprehension. Simak pembahasan mengenai mempelajari dan menguasai Reading Comprehension di bawah ini, ya!

Jenis Teks dalam Reading Comprehension

Dalam Reading Comprehension, kita menemukan beragam teks yang mengangkat berbagai tema pembahasan. Namun secara garis besar, beragam teks itu dapat dikategorikan ke dalam dua jenis teks yaitu:

  • Narrative Text

Sesuai dengan namanya, Narrative Text atau teks narasi adalah tulisan yang menarasikan mengenai sebuah cerita yang dibentuk dengan alur tertentu. Sebuah teks narasi memiliki unsur-unsur utama seperti tokoh, latar, dan permasalahan yang dihadapi tokoh. Struktur teks narasi sendiri tidak selalu baku, namun biasanya terdiri dari pembuka, inti, dan penutup cerita.

Pembuka cerita biasanya dimulai dengan perkenalan tokoh dan latar cerita baik dari segi waktu, tempat, maupun situasi. Kemudian cerita akan menanjak ke bagian inti yang menggambarkan masalah yang dihadapi oleh tokoh dalam cerita tersebut. Perjuangan tokoh dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah pun akan ditutup dengan di akhir cerita, bisa berakhir dengan baik dan bisa juga berakhir buruk.

Contoh Narrative Text yang sering muncul di bagian Reading Comprehension adalah dongeng, mitos, dan cerita-cerita jaman dahulu lainnya. Contoh lainnya yang cukup sering muncul juga adalah cerita tentang kisah hidup tokoh yang terkenal di dunia, seperti penemu atau tokoh pejuang dari suatu negara. Ada juga Narrative Text yang menceritakan kisah sehari-hari dari tokoh fiktif yang memang diciptakan oleh penulisnya.

Untuk menguasai Narrative Text dalam Reading Comprehension, yang perlu dilakukan pertama kali adalah memahami alur cerita secara garis besar. Kamu harus bisa menjelaskan siapa tokoh dalam cerita itu, kapan dan dimana latar cerita terjadi, dan apa masalah yang dihadapi si tokoh. Kemudian jelaskan juga bagaimana tokoh itu menghadapi atau menyelesaikan masalahnya sehingga mencapai akhir cerita.

Kalau kamu sudah bisa menjelaskan atau bahkan menceritakan kembali dengan bahasa kamu sendiri mengenai isi cerita, maka bisa dibilang kamu sudah memahami teks itu dengan baik. Ketika kamu sudah semakin terbiasa membaca Narrative Text, latihlah diri kamu sendiri untuk menebak cerita dari sebuah judul teks narasi yang kamu baca. Biasanya judul mewakili isi teks, dan kamu akan jauh lebih menghemat waktu dalam memahami bacaan jika sudah memprediksi isi bacaan tersebut.

  • Expository Text

Berbeda dengan Narrative Text yang menceritakan sesuatu dan terikat dalam sebuah alur, Expository Text adalah jenis teks yang menjelaskan sesuatu. Tidak ada tokoh, latar, masalah yang dihadapi tokoh, atau alur cerita dalam jenis teks yang satu ini. Expository Text ditulis dengan tujuan untuk memberikan suatu informasi, menjelaskan sesuatu hal, atau mengajak orang untuk melakukan sesuatu.

Hal lain yang menjadi ciri khas dari Expository Text adalah penjelasan fakta atau konsep mengenai suatu hal yang ingin disampaikan pada pembaca. Penjelasan ini terkadang didukung juga dengan grafik, format bullet and numbering, penambahan sub-heading, dan lain sebagainya. Elemen-elemen ini ditambahkan agar isi bacaan dapat dipahami dengan lebih baik oleh pembaca dan menegaskan hal-hal penting yang ingin disampaikan.

Meskipun tidak memiliki alur cerita seperti dalam jenis teks narasi, Expository Text memiliki beberapa struktur yang biasa digunakan. Struktur-struktur itu digunakan agar teks lebih terorganisir dengan rapi sehingga inti bacaan bisa lebih dipahami pembaca. Beberapa struktur yang sering digunakan adalah cause and effect (sebab dan akibat), problem and solution (masalah dan solusi), compare and contrast (perbandingan), description (penjelasan), dan time order (urutan waktu suatu kejadian).

Untuk dapat menguasai jenis teks Expository ini, yang perlu kamu lakukan adalah memahami terlebih dahulu struktur apa yang digunakan dalam bacaan. Dengan mengetahui struktur bacaan, kamu akan lebih mudah menangkap apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis dari bacaan tersebut. Kamu juga akan bisa memahami isi bacaan dengan lebih baik jika dapat membuat kesimpulan dengan menggunaan bahasa kamu sendiri.

Kamu juga bisa memahami Expository Text lebih baik dengan membuat daftar mengenai hal-hal yang ingin kamu ketahui dari bacaan tersebut. Misalnya saat melihat sebuah teks Expository, kamu sudah menangkap sekilas bahwa bacaan itu membahas mengenai fakta makanan tradisional Jakarta. Beberapa daftar pertanyaan yang bisa kamu buat antara lain apa saja makanan tradisional Jakarta, apakah makanan tradisional tersebut masih ada sampai sekarang, bagaimana cara membuatnya, kapan makanan tersebut disajikan.

Dengan memiliki bekal pertanyaan yang ingin kamu ketahui, kamu akan bisa lebih berfokus dalam menangkap informasi yang disampaikan dalam teks tersebut. Mungkin kamu pikir hal ini akan memakan waktu, tapi jika kamu berlatih dan membiasakan diri mengatur pola pikiran kamu maka akan sangat memudahkan. Jadi penting untuk terus melatih dan mengasah kemampuan diri agar terbiasa membuat daftar pertanyaan sebelum membaca teks.

Tips Menguasai Reading Comprehension

Setelah mengetahui jenis teks yang sering muncul dalam Reading Comprehension, selanjutnya kita akan membahas tips untuk menguasainya. Tips ini lebih kepada melatih dan menguasai Reading Comprehension dalam soal-soal Bahasa Inggris. Namun bisa juga diterapkan dalam membaca Bahasa Inggris secara keseluruhan agar bisa memahami apa yang dibaca dengan baik.

Berikut beberapa tips agar kamu bisa menguasai Reading Comprehension:

1. Baca, Baca, dan Baca

Hal pertama dan paling utama yang harus dilakukan agar kamu bisa menguasai Reading Comprehension adalah perbanyak membaca teks Bahasa Inggris. Banyak membaca berbagai jenis teks akan sangat membantu dan melatih kamu dalam menguasai Reading Comprehension. Selain akan membiasakan diri kamu menjadi lebih familiar dengan teks berbahasa Inggris, banyak baca juga akan meningkatkan kemampuan kamu memahami isi bacaan.

Kamu tidak harus membaca bacaan berat atau contoh-contoh soal Bahasa Inggris saja. Kamu bisa membaca beragam jenis bacaan yang kamu suka, baik itu dongeng, novel, artikel, dan lain sebagainya. Membaca hal-hal yang kamu sukai akan membuat kegiatan membaca itu sendiri menjadi lebih menyenangkan sehingga kamu tidak merasa terbebani. Dengan begitu, kebiasaan membaca akan terbentuk dengan sendirinya dalam diri kamu untuk jangka waktu yang pajang.

2. Perkaya Kosakata Bahasa Inggris

Untuk dapat melancarkan kegiatan membaca, kamu perlu memperkaya kosakata Bahasa Inggris atau vocabulary. Hal ini untuk meminimalisir hambatan tidak tahu arti kata saat mengerjakan soal Reading Comprehension. Kamu bisa memperkaya kosakata dengan menyebutkan benda dan kejadian di sekitar kamu dalam Bahasa Inggris. Kamu juga bisa menandai kata-kata sulit yang kamu temui saat latihan soal, kemudian cari tahu apa artinya.

Namun ingat bahwa menandai kata-kata sulit ini sebaiknya dilakukan saat latihan saja, tidak saat kamu benar-benar mengerjakan soal Bahasa Inggris. Kalau kamu bertemu dengan kata-kata yang tidak kamu tahu artinya saat mengerjakan soal, tidak perlu memikirkan dengan keras apa artinya. Coba untuk menangkap gambaran besar dari makna bacaan secara keseluruhan tanpa terlalu mempedulikan kosakata yang tidak kamu tahu artinya.

3. Pahami Grammar Dasar

Akan jadi PR besar kalau kamu mau mempelajari tenses yang banyak itu, dan bisa jadi itu malah akan membuat kamu malas melanjutkan usaha menguasai Reading Comprehension. Tapi tetap saja penting untuk memahami grammar atau tata bahasa Inggris, minimal yang paling dasar. Setidaknya kamu bisa membedakan mana kalimat yang menunjukkan past (masa lalu), present (masa sekarang), dan future (masa depan).

Dengan mengetahui ketiga hal dasar itu, kamu akan bisa memahami keterangan waktu yang disampaikan dalam sebuah bacaan. Terutama untuk bacaan berjenis Narrative Text yang memiliki alur cerita dan latar waktu di dalamnya. Kamu juga bisa mengetahui apakah hal yang disampaikan dalam bacaan tersebut sudah berlalu, sedang dijalankan, atau akan dilakukan di masa depan.

4. Baca Pertanyaan Lebih Dulu

Tips selanjutnya adalah baca pertanyaannya terlebih dahulu saat kamu mengerjakan soal Reading Comprehension. Membaca pertanyaan lebih dulu akan membantu kamu lebih fokus pada hal-hal yang mungkin akan menjadi jawaban dari pertanyaan tersebut. Membaca pertanyaan lebih dulu juga akan memberikan kamu gambaran secara garis besar mengenai isi dari teks yang akan kamu baca nantinya.

Namun ingat untuk membaca pertanyaan tidak terlalu lama ya, karena nanti malah akan mengurangi waktu kamu untuk membaca teks dengan baik. Dan terkadang ada juga pertanyaan-pertanyaan yang mengecoh sehingga bisa menjebak kamu saat menjawab soal. Intinya kamu harus bisa menangkap dengan cepat baik pertanyaan maupun isi bacaan, namun tetap teliti dan hati-hati. Mungkin ini terdengar seperti hal yang sulit, tapi kamu akan bisa menguasainya dengan terus berlatih dan berlatih.

5. Pahami Main Idea

Bisa dibilang ini adalah inti dari menguasai Reading Comprehension, yaitu memahami main idea atau inti dari bacaan. Memang tidak semua pertanyaan menyangkut soal main idea, tapi mengetahui main idea akan sangat membantu kamu dalam memahami keseluruhan isi bacaan. Kamu juga akan bisa menangkap apa yang ingin disampaikan penulis atau apa tujuan yang ingin dicapai dari teks yang kamu baca tersebut.

6. Jangan Terpaku Pada Satu Pertanyaan

Tips terakhir yang tak kalah pentingnya dalam mengerjakan soal Reading Comprehension adalah tidak berlama-lama dan terpaku hanya pada satu pertanyaan. Kalau kamu merasa mentok dan tidak tahu jawabannya, biarkan saja dan cepat berlanjut ke pertanyaan selanjutnya. Berlama-lama di satu pertanyaan malah akan menghabiskan waktu kamu yang seharusnya bisa digunakan untuk menjawab soal-soal lainnya.

Jadi lewatkan saja pertanyaan yang menurut kamu terlalu sulit dan tidak kamu ketahui jawabannya, lalu berpindah ke pertanyaan berikutnya. Baru ketika kamu sudah menjawab semua pertanyaan lainnya dan masih ada waktu, kamu bisa kembali ke pertanyaan tadi. Bisa jadi yang tadinya kamu mentok, setelah ditinggal beberapa waktu justru malah menemukan pencerahan, kan?

Itulah pembahasan mengenai mempelajari dan menguasai Reading Comprehension dalam Bahasa Inggris. Memang membutuhkan waktu dan proses untuk menguasainya, tapi semua memang butuh pengorbanan dan kegigihan, bukan? Begitu juga dengan Reading Comprehension yang bisa kamu kuasai dengan terus belajar, berlatih, dan tidak menyerah.

Semoga informasi ini bermanfaat!