sederet kamus
Translate: Tutorial:

Mengekspresikan Kesedihan (Expressing Sadness)

Bahasa Inggris memiliki beberapa ungkapan untuk mengekspresikan rasa sedih (expressing sadness). Mempelajari ekspresi-ekspresi ini bisa membantu kita untuk mengungkapkan rasa sedih yang kita alami. Selain itu, dengan mempelajari ekspresi ini, kita juga bisa mengetahui bahwa seseorang sedang bersedih. Mari kita langsung lihat saja ekspresi-ekspresinya berikut ini:

Be sad

“Be sad” adalah ungkapan yang paling umum untuk mengekspresikan kesedihan. Adapun pola yang bisa diikuti adalah: subject + to be + sad. Contoh:

  • I am sad. (Saya sedih)
  • She is sad. (Dia sedih)
  • Joe and Mike were sad. (Joe dan Mike sedih)

Be sad about

Untuk mengungkapkan kesedihan beserta dengan alasan kesedihan tersebut, kita bisa menggunakan frasa “be sad about”. Pola untuk frasa ini: subject + to be + sad about + noun/ noun phrase. Contoh:

  • I am sad about my mom’s health condition. (Saya sedih atas kondisi kesehatan ibu saya)
  • They have been sad about the result of the game. (Mereka sedih atas hasil pertandingannya)
  • William was sad about his grades. (William sedih dengan nilainya)

Be upset about

Kita bisa memakai “be upset about” untuk mengungkapkan rasa sedih yang dicampur dengan rasa kecewa, kesal, dan marah. Pola untuk menggunakan frasa ini, yakni: subject + to be + upset about + noun/ noun phrase. Contoh:

  • We are upset about our office’s new policy. (Kami sedih atas kebijakan baru kantor kami)
  • She has been upset about not winning the dance competition. (Dia sedih karena tidak memenangkan lomba tari)
  • The children were upset about not being allowed to go hiking. (Anak-anak sedih karena tidak diizinkan pergi kelana alam)

Be very cut up

“Be very cut up” adalah frasa untuk mengungkapkan rasa sedih yang dalam. Ikuti pola ini untuk mencantumkannya dalam kalimat: Subject + to be + very cut up + about + noun/ noun phrase. Contoh:

  • I am very cut up about my cat’s death. (Saya sangat sedih atas kematian kucing saya)
  • We were very cut up about the school decision to cancel the School’s Talent Night. (Kami sangat sedih atas keputusan sekolah untuk membatalkan acara School’s Talent Night)
  • The employees are very cut up about the company bankruptcy. (Para karyawan sangat sedih atas bangkrutnya perusahaan)

Feel down

“Feel down” adalah salah satu ungkapan yang sangat umum dalam bahasa Inggris untuk mengekspresikan kesedihan. “Feel” di sini termasuk ke dalam kata kerja sehingga penggunaannya harus mengikuti subjek dan tense-nya. Di bawah ini adalah beberapa contoh penggunaannya dalam kalimat:

  • He has been feeling down because he failed getting admitted to Harvard. (Dia sedih karena dia gagal masuk Harvard)
  • They felt down about losing their daughter. (Mereka sedih karena kehilangan anak perempuan mereka)
  • I feel down about not getting perfect score in the school exam. (Saya sedih karena tidak mendapatkan nilai sempurna di ujian sekolah)

Feel low

“Feel low” juga frasa yang cukup umum dipakai untuk mengekspresikan rasa sedih. Kata “feel” dalam frasa ini adalah kata kerja, jadi kita harus menyesuaikannya dengan subjek dan tense yang sedang digunakan. Contoh:

  • We are feeling low because our best friend is ill. (Kami sedih karena sahabat kami sakit)
  • He feels low, so he can’t perform his job well. (Dia sedih, jadi dia tidak bisa mengerjakan pekerjaanya dengan baik)
  • I felt low about the accident that had happened to my brother. (Saya sedih atas kecelakaan yang terjadi pada saudara saya)

Feel blue

Blue atau biru adalah warna yang melambangkan kesedihan dalam bahasa Inggris. Untuk itu, “feel blue”, yang secara harfiah berarti “merasa biru”, bisa digunakan untuk mengungkapkan rasa sedih. “Feel” di sini adalah kata kerja, jadi penggunaannya harus menyesuaikan dengan subjek dan tense-nya. Berikut adalah contohnya:

  • Anna has been feeling blue lately about her life. (Anna merasa sedih akhir-akhir ini tentang hidupnya)
  • We felt blue today because our team was disqualified from the game. (Kami merasa sedih hari ini karena tim kami didiskualifikasi dari pertandingan)
  • Erik feels blue, so he can’t focus doing his work. (Erik merasa sedih, jadi dia tidak bisa fokus mengerjakan pekerjaannya)

Have the blue

Ungkapan rasa sedih lainnya yang mengandung kata “blue” adalah “have the blues”. Kata “have” pada ungkap;an ini termasuk ke dalam kata kerja yang penggunaannya harus mengikuti subjek dan tense-nya. Mari kita lihat contohnya:

  • They will have the blues if they miss the train. (Mereka akan sedih jika mereka ketinggalan kereta)
  • Jordan has the blues because his favorite toy is broken. (Jordan sedih karena mainan kesukaannya rusak)
  • The students have had the blues ever since Mr. David died. (Murid-murid merasa sedih semenjak Pak David meninggal)

Down in the dumps

“Down in the dumps” adalah ekspresi untuk mengungkapkan kesedihan yang seakan-akan tidak ada harapan lagi. Ikuti pola ini untuk memakainya dalam kalimat: subject + to be + down in the dumps. Contoh:

  • I’ve been down in the dumps since I got fired from my job. (Saya sedih semenjak saya dipecat dari pekerjaan saya)
  • We were down in the dumps upon hearing the result of our exam. (Kami sedih mendengar hasil ujian kami)
  • Nina is down in the dumps because her boyfriend left her. (Nina sedih karena ditinggal kekasihnya)

Down in the mouth

Idiom “down in the mouth” dipakai untuk mendeskripsikan ekspresi wajah seseorang yang sedih. Idiom ini biasanya digunakan untuk mendeskripsikan orang lain. Contoh:

  • Diana is down in the mouth. Do you know what happened to her? (Diana terlihat sedih. Apa kamu tahu apa yang terjadi padanya?)
  • I have noticed that you are down in the mouth. Are you okay? (Saya perhatikan kamu terlihat sedih. Apa kamu baik-baik saja?)
  • It is no wonder that they are down in the mouth. Their father has just died. (Tidak heran mereka terlihat sedih. Ayah mereka baru saja meninggal)

Face like a wet weekend

Sama seperti “down in the mouth”, idiom “face like a wet weekend” juga berfungsi untuk menjelaskan ekspresi wajah seseorang yang sedih. Idiom ini juga pada umumnya dipakai untuk mendeskripsikan orang lain. Contoh:

  • Your face is like a wet weekend. Did something happen? (Kamu terlihat sedih. Apakah kamu baik-baik saja?)
  • With a face like a wet weekend, John left his office in a hurry. (Terlihat sedih, John meninggalkan kantornya dengan terburu-buru)
  • Her face was like a wet weekend when she was saying goodbye to her son. (Wajahnya terlihat sedih ketika dia mengucapkan selamat tinggal kepada anaknya)

One’s heart sinks

“One’s heart sinks”, yang arti secara harfiahnya adalah “hati seseorang tenggelam”, adalah idiom untuk menunjukkan kesedihan yang tiba-tiba datang. “Sink” pada idiom ini adalah kata kerja sehingga penggunaannya harus mengikuti subjek dan tense. Contoh:

  • My heart sank when learning that my best friend passed away. (Saya sangat sedih ketika mengetahui bahwa sahabat saya meninggal)
  • Their hearts sank once they knew they got laid off. (Mereka sangat sedih mengetahui mereka diberhentikan kerja)
  • Jack’s heart sinks as soon as he finds out that Kamala is moving to India. (Jack sedih begitu dia tahu Kamala akan pindah ke India)

Broken-hearted

“Broken-hearted” atau “patah hati” bisa digunakan untuk mengungkapkan kesedihan mendalam yang dibarengi dengan kekecewaan. Pola yang bisa iikuti: subject + to be + broken-hearted. Contoh:

  • He was broken-hearted when he knew that his brother betrayed him. (Dia sangat sedih ketika mengetahui bahwa saudaranya menghianatinya)
  • I am broken-hearted because my boyfriend is cheating on me. (Saya sangat sedih karena kekasih saya selingkuh)
  • The students were broken-hearted upon knowing that their favorite teacher was retiring. (Murid-murid sangat sedih ketika mengetahui bahwa guru favorit mereka akan pensiun)

Grief-stricken

Frasa “grief-stricken” artinya adalah kesedihan yang mendalam. Di bawah ini adalah beberapa contoh penggunaannya di dalam kalimat:

  • Joe passed away that left her spouse and children grief-stricken. (Joe meninggal yang menyebabkan pasangan dan anak-anaknya sangat sedih)
  • She was grief-stricken learning that she lost her baby. (Dia sangat sedih mengetahui bahwa dia kehilangan bayinya)
  • They were grief-stricken over the death of their father. (Mereka sangat sedih atas kematian ayah mereka)

Have a lump in one’s throat

Idiom “have a lump in one’s throat” dipakai untuk mengungkapkan rasa sedih yang menyebabkan rasa sesak di tenggorokan karena ingin menangis atau menahan tangis. Kata “have” di sini termasuk ke dalam kata kerja sehingga penggunaannya harus mengikuti subjek dan tense-nya. Contoh:

  • This movie was very sad. I had a lump in my throat when I was watching it. (Film ini sangat sedih. Saya sedih ketika saya menontonnya)
  • I believe everyone will have a lump in their throat when listening to this song. (Saya yakin orang-orang akan sedih ketika mendengarkan lagu ini)
  • That was a touching speech that made us to have a lump in our throats. (Pidatonya menyentuh sehingga membuat kami ingin menangis)

Cry one’s eyes out

“Cry one’s eyes out” adalah untuk mengekspresikan rasa sedih sehingga air mata keluar untuk waktu yang cukup lama. “Cry” di sini adalah kata kerja yang mana penggunaannya harus menyesuaikan dengan subjek dan tense-nya. Mari kita lihat contohnya dalam kalimat berikut ini:

  • She cries her eyes out after breaking up with her boyfriend. (Dia sedih dan mennagis setelah putus dengan pacarnya)
  • I was crying my eyes out when my dog run away. (Saya menangis ketika anjing saya kabur)
  • We cried our eyes out when we lost our little sister. (Kami menangis ketika kehilangan adik kami)

A heavy heart

Idiom terkahir yang kita pelajari hari ini untuk mengungkapkan rasa sedih adalah “a heavy heart”. Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal idiom ini dengan “berat hati”. Contoh:

  • With a heavy heart, I left my hometown and went to New York to reach my dream. (Dengan berat hati, aku meninggalkan kampung halamanku dan pergi ke New York untuk menggapai mimpiku)
  • They have a heavy heart because their cat has just died. (Mereka sedih karena kucing mereka baru saja mati)
  • It was with a heavy heart that she moved on and let her past stay in the past. (Dengan berat hati dia melanjutkan hidup dan membiarkan masa lalunya tinggal di masa lalu)