sederet kamus
Translate: Tutorial:

Mengubah Assertive Sentence menjadi Imperative Sentence

Kali ini kita akan mempelajari cara mengubah assertive sentence menjadi imperative sentence melalui tulisan di bawah ini. Mari kita lihat langsung saja tulisannya:

Assertive Sentence

Assertive sentence adalah jenis kalimat yang berfungsi untuk menyatakan sesuatu. Sesuatu tersebut bisa berupa pendapat, fakta, kejadian, cerita, pernyataan, dan sebagainya. Nama lain dari assertive sentence adalah declarative sentence. Di dalam Bahasa Indonesia, kita mengenal assertive sentence sebagai kalimat deklaratif, kalimat berita, atau kalimat pernyataan.

Assertive sentence diakhiri dengan period atau tanda titik (.). Kalimat jenis ini bisa affirmative (positif) atau negative (negatif). Contoh assertive sentence:

  • I am a student. (Saya adalah seorang murid) –> assertive sentence berbentuk affirmative
  • Susan does not like eating vegetables. (Susan tidak suka makan sayuran) –> assertive sentence berbentuk negative

Mari kita lihat contoh lain assertive sentence:

  • I think we should buy that hat. (Menurut saya kita harus membeli topi itu)
  • Sukarno is the first president of Indonesia. (Sukarno adalah presiden pertama Indonesia)
  • My father isn’t a lawyer. (Ayah saya bukanlah seorang pengacara)
  • We spend our summer vacation in Bali. (Kami menghabiskan waktu liburan musim panas di Bali)
  • Mia didn’t come to my birthday party. (Mia tidak datang ke pesta ulang tahun saya)
  • They haven’t replied to my message yet. (Mereka belum membalas pesan saya)
  • They should sit with us. (Mereka harus duduk bersama kita)
  • You can’t lie to him. (Kamu tidak boleh berbohong padanya)

Imperative Sentence

Imperative sentence adalah kalimat perintah yang berfungsi untuk memberikan perintah, permintaan, instruksi, peringatan, dan nasihat. Imperative sentence bersifat directive karena langsung disampaikan kepada orang lain. Jenis kalimat ini pada umumnya tidak memiliki subjek karena subjek biasanya adalah orang kedua atau ”you” yang telah terkandung di dalamnya secara tersirat. Oleh karena itu, imperative sentence diawali langsung oleh verb (kata benda). Imperative sentence bisa diakhiri dengan titik (.) atau tanda seru (!).

Berikut ini adalah beberapa contoh imperative sentence:

  • Stay focus! (Tetap fokus!)
  • Don’t go anywhere. (Jangan ke mana-mana)
  • Press the power button for one minute. (Tekan tombol power selama satu menit)
  • Watch out! (Awas!)
  • Eat more often! (Makanlah lebih sering!)
  • Show me your ID, please. (Tolong tunjukan tanda pengenal Anda)
  • Never make fun of her again. (Jangan pernah mengolok-oloknya lagi)
  • Kindly be there tomorrow earlier. (Tolong datang ke sana lebih awal besok)
  • Wash your hands. (Cuci tanganmu)
  • Don’t smoke here. (Dilarang merokok di sini)

Changing the Assertive Sentence into Imperative Sentence

Apakah assertive sentence bisa diubah menjadi imperative sentence? Tentu saja bisa. Pembahasan ini akan memberitahu cara mengubah assertive sentence ke dalam imperative sentence berdasarkan strukturnya. Adapun struktur assertive sentence yang bisa diubah menjadi imperative sentence, yakni:

  • You + auxiliary verb + verb + complement
  • You are requested to + verb + complement
  • You + auxiliary verb + not + verb + complement
  • You + should/ must + never + verb + complement
  • I/ we/ they/ he/ she/ noun + verb + complement
  • I/ we/ they/ he/ she + auxiliary verb + not + verb + complement

Keterangan:

  • Auxiliary verb adalah kata yang berfungsi untuk membantu verb (kata kerja). Ada empat jenis auxiliary verb, yakni modal (must, should, will, would, can, could, shall, might, may, ought to), do (do, does, did), be (are, am, is, were, was), dan have (have, has, had).
  • Complement adalah pelengkap kalimat. Complement bisa ada atau tidak ada dalam kalimat. Contoh: I eat pizza. (Saya makan pizza). Pizza adalah complement kalimat tersebut.

Mari kita lihat penjelasannya masing-masing berikut ini:

  • You + auxiliary verb + verb + complement

Apabila assertive sentence-nya berstruktur you + auxiliary verb + verb + complement, kita bisa menghapus “you” dan “auxiliary verb” untuk membentuk imperative sentence. Mari kita lihat contoh di bawah ini untuk lebih jelas:

Assertive sentence: You will ask her to the ball. (Kamu akan mengajaknya ke pesta dansa)

Struktur kalimat:  you + will (auxiliary verb) + ask (verb) + her to the ball (complement)

Untuk mengonversikan assertive sentence di atas ke dalam imperative sentence, hilangkan you dan will sehingga bentuk imperative sentence-nya menjadi “Ask her to the ball.” (Ajaklah ia ke pesta dansa).

You will ask her to the ball –> Ask her to the ball

Berikut adalah beberapa contoh lainnya:

Assertive Sentence Terjemahan Imperative Sentence Terjemahan
You must go now. Kamu harus pergi sekarang. Go now! Pergilah sekarang!
You should be more careful. Kamu harus lebih berhati-hati Be more careful. Lebih berhati-hatilah.
You can join us. Kamu boleh bergabung bersama kami Join us. Bergabunglah bersama kami.
  • You are requested to + verb + complement

Untuk assertive sentence yang diawali dengan “you are requested to…”, kita bisa mengubahnya menjadi imperative sentence dengan menghapus “you” dan mengganti “are requested to” dengan “please”. Contoh:

You are requested to carry my bags. (Kamu diminta untuk membawa tas-tas saya) –> You are requested to (please) carry my bags.

Kalimat tersebut akan menjadi “Please carry my bags.” Atau “Carry my bags, please” (Tolong bawakan tas-tas saya)

Contoh lainnya:

Assertive Sentence

Terjemahan Imperative Sentence

Terjemahan

You are requested to come. Kamu diminta untuk datang. Please come. Tolong datanglah.
You’re requested to open the door. Kamu diminta untuk membuka pintu. Open the door, please. Tolong bukakan pintunya.
  • You + auxiliary verb + not + verb + complement

Untuk assertive sentence dengan struktur you + auxiliary verb + not + verb + complement, kita bisa mengubahnya ke dalam imperative sentence dengan menghapus “you” dan “auxiliary verb + not”, kemudian tambahkan “do not” di awal kalimat. Contoh:

Assertive sentence: You must not tell her. (Kamu tidak boleh bilang padanya)

Struktur kalimat: You + must (auxiliary verb) + not + tell (verb) + her (complement)

Agar bisa membentuk imperative sentence dari kalimat tersebut, hapuslah “you” dan “must not”, lalu tambahkan “do not” di awal kalimat:

You must not tell her –> … tell her + do not… –> Do not tell her. (Jangan bilang padanya)

Contoh lainnya:

Assertive Sentence Terjemahan Imperative Sentence Terjemahan
You cannot leave. Kamu tidak boleh pergi. Do not leave. Jangan pergi.
You shouldn’t panic Kamu tidak boleh panic. Don’t panic! Jangan panik!
You must not stop. Kamu tidak boleh berhenti. Do not stop. Jangan berhenti
  • You + should/ must + never + verb + complement

Assertive sentence dengan struktur you + should/ must + never + verb + complement dapat diubah menjadi imperative sentence dengan cara menghilangkan “you” dan “should/ must”. Contoh:

Assertive sentence: You should never ridicule anyone. (Kamu jangan pernah mengejek siapapun)

Struktur kalimat: You + should + never + ridicule (verb) + anyone (complement)

Untuk membuat kalimat tersebut menjadi imperative sentence, hilangkan “you” dan “should” sehingga bentuk imperative-nya menjadi “Never ridicule anyone.” (Jangan pernah mengejek siapapun)

You should never ridicule anyone. –> Never ridicule anyone.

Contoh lain:

Assertive Sentence Terjemahan Imperative Sentence Terjemahan
You must never forget me. Kamu jangan pernah melupakanku. Never forget me. Jangan pernah lupakan aku.
You should never forget to apply sunscreen before going outside. Kamu jangan pernah lupa untuk mengenakan tabir surya sebelum pergi ke luar. Never forget to apply sunscreen before going outside.

Jangan pernah lupa untuk mengenakan tabir surya sebelum pergi ke luar.

You must never use cell phone while driving. Kamu jangan pernah memainkan HP ketika mengemudi. Never use cell phone while driving. Jangan pernah memainkan HP ketika mengemudi.
  • I/ we/ they/ he/ she/ noun + verb + complement

Apabila struktur assertive sentence-nya adalah I/ we/ they/ he/ she/ noun + verb + complement, gantilah subject dengan bentuk pronoun object (kata ganti objek). Setelah itu, ubah verb menjadi bentuk dasar (verb 1). Lalu, tambahkan “let” di awal kalimat.

Tabel ini menjunjukkan bentuk pronoun object dari masing-masing subjek.

Subject Object Terjemahan
I Me Saya
We Us Kita/ kami
They Them Mereka
He Him Dia (laki-laki)
She Her Dia (perempuan)

Adapun untuk subjek yang berupa noun nama orang, pronoun object-nya bisa menyesuaikan dengan kata gantinya. Misal: John kata gantinya adalah “he”, berarti bentuk pronoun object-nya adalah “him”.

Berikut adalah contoh assertive sentence yang diubah menjadi imperative sentence:

Assertive sentence: He borrows the book. (Dia meminjam bukunya)

Struktur kalimat: He + borrows (verb) + the book (complement)

Agar kalimat tersebut menjadi kalimat imperative, ganti “he” dengan pronoun object-nya (him). Lalu, ubah “borrows” ke dalam bentuk dasar (borrow). Terakhir, tambahkan “let” di awal kalimat:

He (him) borrows (borrow) the book –> … him borrow the book + let… –> Let him borrow the book

Contoh lainnya:

Assertive Sentence Terjemahan Imperative Sentence Terjemahan
I eat a cookie. Aku memakan kue. Let me eat a cookie. Biarkan aku memakan kue.
Diana runs. Diana berlari. Let her run. Biarkan ia lari.
We followed you. Kami mengikutimu. Let us follow you. Biarkan kami mengikutimu.
  •  I/ we/ they/ he/ she + auxiliary verb + not + verb + complement

Apabila assertive sentence-nya memiliki struktur I/ we/ they/ he/ she + auxiliary verb + not + verb + complement, kita bisa mengubahnya menjadi imperative sentence dengan menghapus auxiliary verb dan mengganti subjek ke dalam bentuk objek pronoun (lihat table pronun di atas). Setelah itu, tambahkan “let” di awal kalimat. Contoh:

Assertive sentence: She will not do it. (Dia tidak akan melakukannya)

Struktur kalimat: She + will (auxiliary verb) + not + do (verb) + it (complement)

Untuk mengubahnya menjadi imperative, ganti she dengan object pronun-nya (her) dah hapus will. Terakhir, tambahkan “let” di depannya.

She (her) will not do it –> …her not do it + let… –> Let her not do it.

Contoh lain:

Assertive Sentence

Terjemahan Imperative Sentence Terjemahan

They don’t take it.

Mereka tidak mengambilnya. Let them not take it. Biarkan mereka tidak mengambilnya.

He may not go.

Dia tidak boleh pergi. Let him not go. Biarkan dia tidak pergi

I should not stay here.

Aku tidak boleh tinggal di sini. Let me not stay here. Biarkan aku tidak tinggal di sini.

Demikianlah cara mengubah assertive sentence ke dalam imperative sentence. Sekarang, mari kita coba membuat assertive sentence kita sendiri dengan struktur yang telah kita pelajari hari ini. Setelah itu, gantilah kalimat tersebut ke dalam imperative sentence.