sederet kamus
Translate: Tutorial:

Mengungkapkan Rasa Malu (Expressing Embarassment)

Kita semua pasti pernah terlibat dalam hal yang memalukan. Keadaan yang memalukan dalam bahasa Inggris disebut dengan “embarrassment” . Dalam konteks ini, apabila kita merasa malu, gunakanlah kata “embarrassed”, sedangkan hal yang membuat malu bisa dideskripsikan dengan kata “embarrassing”. Contoh:

  • That’s embarrassing! I’m embarrassed seeing that. (Itu memalukan! Saya malu melihatnya)
  • I accidentally farted in a public area. I nearly died of embarrassment. (Saya tidak sengaja kentut di tempat umum. Saya hampir mati karena malu)

Di dalam bahasa Inggris terdapat kata dan frasa yang bisa dipakai untuk mengungkapkan rasa malu (expressing embarrassment). Mari kita mencari tahu apa saja kata dan frasa untuk mengekspresikan rasa malu tersebut melalui tulisan di bawah ini:

  • I am embarrassed

Seperti yang telah kita lihat pada contoh di pembuka artikel ini, “I am embarrassed” berfungsi untuk menyatakan rasa malu akibat hal yang memalukan. To be “am” dapat berubah tergantung tense yang digunakan. Contoh:

    • I was so embarrassed because I accidentally called my teacher “mom” instead of “ma’am”. (Saya sangat malu karena saya tidak snegaja memanggil guru saya “mama” alih-alih “bu”)
    • I’m embarrassed. Let me pretend that I never see it. (Saya malu. Biarkan saya berpura-pura bahwa saya tidak pernah melihatnya)

Frasa lainnya yang mirip dengan “I am embarrassed” adalah I feel embarrassed”. Kata “feel” pada frasa ini bisa berubah tergantung dari tense yang sedang dipakai. Contoh:

    • I feel embarrassed whenever my husband tells his lame jokes to strangers. (Saya merasa malu setiap suami saya menceritakan lelucon payahnya kepada orang yang tidak dikenal)
    • I felt embarrassed of what my son did today. (Saya merasa malu atas apa yang dilakukan anak saya hari ini)
  • I am ashamed

“I am ashamed” juga memiliki arti dan fungsi yang sama dengan frasa “I am embarrassed”, yakni untuk mengungkapkan perasaan malu atas hal yang memalukan. “Am” pada frasa ini harus menyesuaikan dengan tense yang digunakan. Berikut adalah contohnya:

    • I am ashamed of myself for not knowing what the name of my English teacher is. (Saya malu pada diri saya sendiri karena tidak tahu siapa nama guru bahasa Inggris saya)
    • I was too ashamed to admit that I was the person who caused the power outage. (Saya terlalu malu untuk mengakui bahwa saya adalah orang yang menyebabkan matinya listrik)

Frasa serupa dengan “I am ashamed” adalah I feel ashamed. Kata “feel” harus menyesuaikan dengan tense yang sedang dipakai. Contoh:

    • I felt ashamed for leaving early. (Saya merasa malu karena pulang lebih awal)
    • If I were her, I would feel ashamed for crying out loud in front of many people like that. (Jika saya adalah dia,saya akan merasa malu menangis dengan keras di depan banyak orang seperti itu)
  • I feel awkward

“I feel awkward” bisa digunakan untuk mendeskripsikan perasaan malu akibat hal yang memalukan. Kata “feel” pada frasa ini adalah kata kerja yang harus menyesuaikan dengan tense-nya. Contoh:

    • I felt awkward for not recognizing my boss. (Saya merasa malu karena tidak mengenali bos saya)
    • I felt awkward today because I entered the wrong classroom. (Saya merasa malu hari ini karena salah masuk kelas)
    • I feel awkward to wear this dress. (Saya merasa malu mengenakan gaun ini)
  • How embarrassing!

Frasa selanjutnya untuk mengekspresikan rasa malu adalah “how embarrassing!”. Contoh:

    • I burped so loud that made everyone in the class laugh at me. How embarrassing! (Saya sendawa sangat keras yang membuat semua orang di kelas menertawakan saya. Sungguh memalukan!)
    • How embarrassing! I slipped and spilled some coffee on my shirt in the coffee shop this morning. (Betapa memalukan! Saya terpeleset dan menumpahkan kopi ke baju saya di kedai kopi pagi ini)
    • A: How was your date? (Bagaimana kencanmu?)
      B: I think it was a failure. I accidentally farted in front of him. (Sepertinya gagal. Aku tidak sengaja kentut di depannya)
      A: How embarrassing! (Sungguh memalukan!)
      B: I know. (Aku tahu)
  • What an embarrassment!

“What an embarrassment!” juga frasa untuk mengungkapkan rasa malu. Frasa ini mirip dengan frasa “how embarrassing!”. Contoh:

A: I just experienced the most embarrassing thing in my life. (Aku baru saja mengalami kejadian paling memalukan di hidupku)

B: Tell me. (Ceritakan)

A: I went to a minimarket this morning to buy some milk. (Aku pergi ke minimarket untuk beli susu pagi ini)

B: And then? (Lalu?)

A: I took the milk just like that and forgot to pay for it. (Saya ambil susu dan lupa membayarnya)

B: Really? (Benarkah?)

A: Yeah. A market staff noticed it and he yelled at me, “Ma’am stop! You have to pay for it first”. (Ya. Pegawai market menyadarinya dan dia teriak padaku, “Bu berhenti! Anda harus membayarnya dulu.”)

B: What an embarrassment! (Begitu memalukan!)

A: I know. I guess I’ll never visit that minimarket again. I’m too embarrassed. (Aku tahu. Sepertinya aku tidak akan pernah mengunjungi minimarket itu lagi. Aku terlalu malu)

  • What a shame!

Ekspresi bahasa Inggris lainnya untuk mengungkapkan rasa malu adalah “what a shame!”. Contoh:

    • I sent a wrong file to my employer. What a shame! (Saya mengirimkan file yang salah ke atasan saya. Sungguh memalukan!)
    • What a shame! I ripped my pants at the PE class. (Betapa memalukan! Celana saya robek saat pelajaran olahraga)
    • Although I performed really well during my piano recital, I slipped when entering the stage. What a shame! (Walaupun saya tampil dengan baik selama pertunjukan piano saya, saya terpeleset ketika memasuki panggung. Betapa memalukan!)
  • Shame on me!

“Shame on me” juga bisa dipakai untuk mengungkapkan rasa malu. Contoh:

    • I do not remember my husband’s birthday. Shame on me! (Saya tidak ingat ulang tahun suami saya. Sungguh memalukan!)
    • Shame on me for yelling at a wrong person. (Saya malu telah teriak pada orang yang salah)
    • I forgot to invite my best friend to my party. Oh shame on me! (Saya lupa mengundang sahabat saya ke pesta saya. Oh betapa memalukan!)
  • That is embarrassing!

Frasa selanjutnya untuk mengekspresikan rasa malu adalah “that is embarrassing”. To be “is” pada frasa ini bisa berubah tergantung tense yang digunakan. Contoh:

    • Look at them! That is embarrassing! (Lihatlah mereka! Itu memalukan!)
    • I took a wrong bus. That was embarrassing! (Saya salah naik bis. Itu memalukan!)
    • I pronounced “sit” as “shit” in my English class. That was too embarrassing. I want to bury myself. (Saya mengucapkan “sit” menjadi “shit” di kelas bahasa Inggris. Itu terlalu memalukan. Saya ingin mengubur diri saya)
  • That is a real embarrassment!

Frasa “that is a real embarrassment” bisa dipakai untuk menyatakan rasa malu. To be “is” harus menyesuaikan dengan tense yang dipakai. Contoh:

A: Excuse me. I think you are sitting on the wrong seat. (Permisi. Sepertinya Anda duduk di kursi yang salah)

B: Oh really? I think I am not. (Oh benarkah? Saya rasa tidak)

A: I think you are because this seat is mine. Here you can check my ticket. (Saya rasa iya karena ini adalah kursi saya. Ini Anda bisa periksa sendiri tiket saya)

B: Ah you are right. I am sorry. That is a real embarrassment! (Ah Anda benar. Maaf. Tadi itu benar-benar memalukan)

A: It’s okay. (Tidak apa-apa)

B: Here have a seat. (Silakan duduk)

  • That is shameful!

“That is shameful!” juga dipakai untuk menyatakan rasa malu terhadap kejadian yang memalukan. Sama seperti pada frasa-frasa sebelumnya, to be “is” pada frasa ini juga harus sesuai dengan tense-nya. Contoh:

    • I spilled some juice on my crush’s pants. That was shameful! (Saya menumpahkan jus ke celana orang yang saya taksir. Itu memalukan!)
    • A: Do you bring any present for me? (Apakah kamu membawa hadiah untukku?)
      B: Why should I bring you a present? (Mengapa aku harus membawakanmu hadiah?)
      A: Because today is my birthday. (Karena hari ini adalah hari ulang tahunku)
      B: I thought it was tomorrow. (Aku kira besok)
      A: No, it is today. (Tidak, hari ini)
      B: Ah that is shameful. Sorry. I promise I’ll bring you the present tomorrow. (Ah itu memalukan. Maaf. Saya janji akan membawakan hadiahnya besok untukmu)
  • Sorry

Selain untuk meminta maaf dan menyampaikan rasa duka cita, “sorry” juga bisa untuk menyatakan rasa malu. “Sorry” dalam konteks ini artinya kita menyesal telah berbuat hal yang memalukan. Contoh:

    • A: Ouch! (Aw!)
      B: I’m sorry for accidentally stepping on your toe. (Saya minta maaf karena tidak sengaja menginjak kaki Anda)
    • A: Tina! Long time no see! (Tina! Sudah lama tidak bertemu!)
      B: Um… I’m not Tina. (Um… Saya bukan Tina)
      A: Sorry, I thought you were my friend. (Maaf, saya kira Anda adalah teman saya)
  • Excuse me

“Excuse me” bisa digunakan untuk menyatakan rasa malu setelah kita tidak sengaja sendawa, buang gas, bersin, atau batuk di depan umum. Frasa ini tidak hanya akan menyelamatkan kita dari rasa malu, juga bisa mengindikasikan bahwa kita orang yang sopan.

  • I can’t believe I did that!

Ketika kita melakukan hal yang memalukan, kita bisa mengucapkan “I can’t believe I did that!” sebagai reaksi bahwa kita menyadari hal yang kita lakukan itu memalukan dan kita menyesalinya. Contoh:

    • A: Sir, you forgot your grocery. (Pak, Anda lupa barang belanjaan Anda)
      B: I can’t believe I forgot that! Thanks for reminding me. (Saya tidak percaya saya melupakannya! Terima kasih telah mengingatkan)

I don’t know what I was thinkingjuga memiliki fungsi serupa dengan “I can’t believe I did that!”. Contoh:

    • A: Are you okay? (Anda tidak apa-apa?)
      B: Yeah. (Ya)
      A: I don’t know what I was thinking! I’m sorry. (Saya tidak tahu apa yang sedang saya pikirkan! Maaf)
  • What I meant to say was…

“What I meant to say was…” dipakai ketika kita mengucapkan sesuatu salah yang memalukan. Frasa ini berfungsi untuk mengkoreksi ucapan kita yang memalukan terebut. Contoh:

    • I’m sorry. What I meant to say was that you are pretty, not you are pity. (Maaf. Yang ingin saya katakan adalah Anda cantik, bukan Anda kasihan)
    • What I meant to say was that I can do it, not I can’t do it. (Yang ingin saya katakan adalah saya bisa melakukannya, bukan saya tidak bisa melakukannya)