sederet kamus
Translate: Tutorial:

Menjaga Percakapan Inggris Tetap Berlanjut

Keeping Conversation Going

Pernahkah kalian berada dalam situasi di mana kalian kebingungan memilih topik obrolan untuk dibahas dengan seseorang? Setiap orang pasti mengalaminya, entah sebagai pendatang di suatu lingkungan baru, saat duduk bersebelahan dengan orang lain di transportasi umum atau di kelas, dalam suatu kencan, hingga dalam proses mendekati seseorang. Dan pasti akan sangat canggung jika obrolan kita terputus dan lawan bicara kita seolah tidak tertarik untuk meneruskannya.

Hal yang paling utama dibutuhkan untuk menjaga suatu komunikasi ialah kesinambungan bahasa. Sebagai alat komunikasi yang utama, kita diharuskan memiliki pemahaman bahasa yang sama dengan lawan bicara untuk bisa melancarkan komunikasi. Lalu, bagaimanakah cara agar kita bisa mempertahankan obrolan kita dengan seseorang supaya terus berjalan dalam bahasa asing—khususnya bahasa Inggris? Tips di bawah ini akan membantu kita untuk melaluinya.

Simak dengan baik!

1. Hubungkan dengan pengalaman

Ada banyak sekali hal yang sebenarnya bisa kita jadikan topik pembicaraan, terlebih dengan banyaknya kejadian yang sudah pernah kita lalui. Apabila kita mulai kehabisan kata-kata atau bahan untuk diperbincangkan, cobalah melihat ke sekitar dan kaitkan apa yang kita temukan dengan sesuatu yang menarik atau bermakna yang pernah kita alami atau jumpai sebelumnya. Selain itu, kita bisa juga melakukannya dengan hal yang terakhir lawan bicara katakan.

Contoh:

  • “You see that building over there? That reminds me of the church I went to when I was visiting my grandma’s house. I was like 9 that time.” (Kau lihat bangunan di sana? Itu mengingatkanku pada gereja yang kudatangi ketika aku mengunjungi rumah nenekku. Usiaku sekitar 9 tahun kala itu.”
  • “That little girl looks just like my friend’s daughter. I really missed her. She was quite a good friend.” (Gadis kecil itu mirip dengan anak perempuan temanku. Aku sangat merindukannya. Dia adalah teman yang baik)
  • “When you were talking about Bali just now, it actually reminds me of the time I came to Lombok for the first time.” (Saat tadi kamu membicarakan Bali, sebenarnya aku teringat masa ketika aku datang ke Lombok pertama kali)
  • etc

2. Berikan pertanyaan uraian

Cara lain untuk membuat obrolan terus berjalan adalah dengan memberikan pertanyaan yang mengharuskan jawaban yang tidak singkat. Dalam artian, jawaban yang diberikan bukan sekedar “Yes/No”. Pertanyaan tersebut biasa disebut dengan open-ended question.

Adapun contoh-contoh open-ended question tersebut antara lain:

  • “So Jakarta is your hometown, right? Tell me more about it. I’m curious.” (Kota asalmu Jakarta, kan? Coba ceritakan lebih lanjut. Aku penasaran)
  • “You had ever been to Japan, hadn’t you? What’s the most interesting thing about it?” (Kamu pernah ke Jepang, kan? Apa hal yang paling menarik di sana?)
  • “Which high school did you go to? How was it there?” (SMAmu dulu di mana? Bagaimana sekolah di sana?)
  • etc

3. Berikan pertanyaan yang membangkitkan ingatan

Topik lain yang bisa kita pilih adalah dengan bernostalgia atau mengingat kembali hal yang telah berlalu. Hal ini biasanya cukup menghadirkan semangat dalam diri seseorang dalam mengulik kembali memori yang dimilikinya. Pilihlah kejadian yang netral atau yang berhubungan dengan profesi/keahlian orang tersebut saat ini dan hindari topik yang sensitif atau mengarah ke memori yang kurang menyenangkan.

Contoh pertanyaannya:

  • “How did you and Andy know each other?” (Bagaimana cerita kamu bisa kenal dengan Andy?)
  • “How did you get into advertising in the first place?” (Bagaimana cerita awal kamu masuk ke dunia periklanan?)
  • “What brought you to this city?” (Apa yang membawamu datang ke kota ini?)
  • etc

4. Berikan opini tentang lawan bicara dan sedikit dugaan

Hal lain yang dapat kita angkat sebagai topik pembicaraan adalah lawan bicara kita sendiri. Pilih sesuatu hal yang menarik dari diri lawan bicara kita untuk kemudian kita buat komentar yang mengarah ke sanjungan atau open-ended question. Ingatlah untuk tidak memberikan opini yang agak sensitif dan dapat menyinggung seperti yang berhubungan berat badan, kebiasaan buruk, dan sebagainya.

Tidak masalah bila dugaan yang terkandung dalam komentar kita kurang tepat, sebab itu dapat menjadi jalan bagi lawan bicara kita untuk berbicara dan meluruskannya.

Contohnya:

  • “You always look fit. You spend a lot of time at the gym, do you?” (Kamu selalu terlihat bugar. Kamu sering ke gym, ya?)
  • “You kind of look like Arab. Are you an Arabian descent or?” (Kamu terlihat seperti orang Arab. Apakah kamu keturunan Arab?)
  • “You’re talking about vaccines a lot on your social media lately. What’s with it?”(Kamu banyak membahas soal vaksin di media sosialmu akhir-akhir ini. Ada apa?)
  • etc

5. Jadilah tertarik jika tidak menarik

Cara termudah untuk membuat orang tidak bosan mengobrol dengan kita tentu saja dengan menjadi pribadi yang menarik. Namun, tentu saja sulit bagi kita untuk selalu bisa memenuhi selera tiap-tiap individu. Jika menjadi menarik terlalu sulit, tunjukkan bahwa kita tertarik untuk mendengar lebih jauh tentang diri lawan bicara kita.

Hal ini dapat kita tunjukkan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan ke pada lawan bicara kita untuk membuatnya banyak bercerita, serta dengan menanggapi ucapannya menggunakan respon yang tepat. Selain itu, simak baik-baik apa yang ia sampaikan dan arahkan tatapan kepadanya sehingga ia benar-benar merasa diperhatikan dan menarik perhatian kita. Cara ini dapat mendatangkan energi positif dalam diri lawan bicara kita dan membuatnya lebih bersemangat serta merasa terkoneksi dengan kita.

Selamat mencoba!