sederet kamus
Translate: Tutorial:

Menolak Undangan Secara Sopan dalam Bahasa Inggris

Situasi sehari-hari kadang menghadapkan kita pada sebuah undangan menarik dari teman atau rekan kerja, atau bisa siapapun. Mereka menawarkan undangan yang menarik, dan kadang kamu tidak bisa memenuhi ajakan tersebut.

Tentu, kamu perlu tahu bagaimana cara menolak yang baik dan tidak menyinggung perasaan. Bahkan di setiap negara, ada aturan dan tradisi yang berbeda dalam menyikapi sebuah undangan.

Di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris, memberikan respon bisa tidaknya memenuhi undangan (RSVP) adalah hal yang sangat penting. Berbeda dengan di Indonesia yang terkadang hal ini tidak menjadi sebuah keharusan.

So, bagaimana cara menolak undangan atau declining invitation dalam bahasa Inggris? Simak berikut ini ya!

Contoh Percakapan

Di bawah ini ada percakapan antara dua orang teman yaitu Danny dan Cathy yang mengajak nongkrong sepulang kerja. Simak bagaimana percakapan mereka:

A: “Do you fancy going for a coffee, Cathy?” (Apakah kamu mau minum kopi bersama, Cathy?)

B: “Oh, I’d love to, what time?” (Oh dengan senang hati, pukul berapa?)

A: “Around 8?” (Sekitar pukul 8?)

B: “Ah, I’d love to, but I’m really busy at that time.” (Ah aku mau, tapi aku sangat sibuk di jam itu)

A: “What about you, Jamie?” (Bagaimana denganmu, Jamie?)

B: “Oh no, sorry. I’ve got to met someone then. Maybe another time?” (Oh tidak, maaf. Aku harus bertemu orang lain. Mungkin lain waktu?)

Lihat percakapan singkat di atas. Ketika Cathy menerima ajakan dari Danny, ia menjawab “I’d love to” sebagai bentuk penghargaan atas ajakan menarik untuk minum kopi bersama.

Namun dalam jawaban yang paling akhir, Cathy memberikan jawaban bahwa dia tidak bisa lengkap dengan alasannya. Inilah salah satu hal yang penting untuk dilakukan ketika sedang menolak undangan, yaitu memberi penjelasan mengapa tidak bisa mengiyakan ajakan.

Sama halnya saat Danny mengajak Jamie, kebetulan dia tidak bisa karena sudah ada janji terlebih dahulu untuk bertemu dengan orang lain. Lagi dan lagi, yang terpenting dalam menolak adalah memberikan alasan yang jelas disertai dengan permintaan maaf.

Contoh Percakapan 2

Percakapan berikutnya adalah antara dua orang yang ingin nonton ke bioskop. Simak berikut ini:

A: “Dina, do you feel interested to watch A Star Is Born with me?” (Dina, apakah kamu tertarik menonton A Star Is Born bersamaku?)

B: “Oh, the newest movie from Lady Gaga? I’d love to! (Oh, film terbaru dari Lady Gaga? Tentu saja!)

A: “What about tonight?” (Bagaimana kalau malam ini?)

B: “Monday is perfect for watching movie, there’s a buy one get one promotion. But… (Hari Senin sempurna untuk nonton film, ada promosi beli satu gratis satu! Namun…”

A: “What’s up? (Mengapa?)

B: “But I’m sorry, I need to take care of my nephew tonight.” (Namun maaf, aku harus mengasuh keponakanku malam ini)

A: “That’s okay. Let’s plan another time.” (Tidak masalah. Mari jadwalkan hari yang lain)

Dalam percakapan kedua, Dina tidak bisa memenuhi ajakan William untuk menonton film terbaru dari Lady Gaga yang berjudul A Star Is Born. Dina antusias dengan ajakan tersebut terlebih hari Senin adalah saatnya promosi tiket bioskop.

Namun Dina harus menolak ajakan dari William karena dia sudah janji untuk mengasuh keponakannya malam ini. Secara sopan, Dina menyampaikan penolakannya dan William merespon dengan rencana mengatur hari lain untuk menonton bersama.

Contoh Percakapan 3

A: “Tim, will you come to my house for dinner? My wife cooks her signature dish for us.” (Tim, maukah kau datang ke rumahku untuk makan malam bersama? Istriku memasak sajian andalannya untuk kita)

B: I’d love to, Will. Who can resist your wife’s mouthwatering dishes? But sorry, actually, I’m going out for a meal with my girlfriend. It’s our anniversary date.” (Aku ingin sekali, Will. Siapa yang bisa menolak masakan lezat dari istrimu? Tapi maaf, sesungguhnya, aku sudah ada janji makan malam dengan pacarku. Kencan anniversary)

A: “Whoa, that’s fine! Happy anniversary, Tim!” (Whoa, tenang saja! Happy anniversary, Tim!)

B: “Thanks, Will. I appreciate the invitation but sorry, I can’t make it. (Terima kasih, Will. Aku hargai undangannya namun maaf aku tak bisa memenuhinya)

A: “No worries at all. We can plan another time.” (Tidak masalah sama sekali. Kita bisa merencanakan lain waktu)

B: “Yes, send my regards to your wife!” (Ya, sampaikan salamku pada istrimu!)

Dalam percakapan ketiga, ada Will yang mengundang Tim untuk makan malam bersama di rumahnya menikmati masakan spesial dari istrinya. Namun sayang, Tim terpaksa menolak undangan itu karena bertepatan dengan perayaan anniversary bersama pacarnya.

Bagian dari kalimat yang dicetak tebal adalah contoh bagaimana bentuk penolakan yang halus, disertai dengan alasan dan permintaan maaf. Di bagian akhir, Will juga menerima penolakan itu dengan rencana untuk mengadakan rencana makan malam berikutnya.

Tips Menolak Undangan

Secara garis besar, ada kalanya kita memang benar-benar tidak bisa memenuhi undangan, dan ada waktu lain ketika kita ingin sendiri atau me time dan tetap harus menolak dengan sopan.

Berikut ini 3 tips dalam menolak undangan:

  1. Berterima kasih atas undangan yang disampaikan. Bagaimanapun juga, tawaran untuk melakukan waktu bersama adalah sebuah penghargaan dari orang lain yang harus dihargai. Ucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada orang yang mengundang.
  2. Gunakan phrases atau kalimat untuk menolak undangan dengan sopan. Jenis kalimatnya bisa dilihat seperti contoh percakapan di atas yang dicetak tebal.
  3. Berikan alasan jelas mengapa tidak bisa memenuhi undangan tersebut, bukan hanya menolak saja. Tips ini adalah hal wajib sebagai bentuk kesopanan dan memastikan bahwa orang yang mengundang tidak tersinggung.

Contohnya dalam kalimat:

  • Thanks so much, but I’m afraid I’ve got plans tonight.” (Terima kasih banyak, tapi sayangnya aku sudah ada rencana malam ini)
  • That’s very kind of you, but unfortunately I’m busy tonight.” (Baik sekali kamu mengundangku, tapi sayangnya aku sibuk malam ini)
  • But I’m afraid I’ve got something on.” (Terima kasih. Tapi takutnya aku punya hal yang harus diurus)

formulanya adalah: “terima kasih + phrases penolakan + alasan”

Mudah, bukan? Jika ada bentuk phrases lain yang bisa menjadi rekomendasi kita belajar bersama, tuliskan di kolom komentar ya!