sederet kamus
Translate: Tutorial:

Penomoran Peringkat -st, -nd, -th (Ordinal Number)

Di dalam bahasa Inggris terdapat dua jenis angka, yakni cardinal numbers dan ordinal numbers. Cardinal numbers adalah angka atau nomor yang menyatakan jumlah, seperti one, two, three, twenty, one hundred, dan sebagainya. Sementara itu, ordinal numbers adalah angka yang berperan untuk menyatakan urutan atau sequence.

Kita akan mempelajari lebih lanjut tentang ordinal numbers melalui artikel ini. Artikel ini akan memuat cara membentuk cardinal numbers dan cara menggunakannya. Tanpa menunggu lama lagi, mari langsung saja kita lihat artikelnya:

Ordinal Number

Ordinal numbers berfungsi sebagai penomoran peringkat atau urutan. Bagaimana cara membentuk ordinal numbers? Caranya cukup mudah. Kita hanya tinggal menambahkan –th saja di akhir cardinal numbers. Contoh:

  • Six -> sixth (Enam -> keenam)
  • Seven -> seventh (Tujuh -> ketujuh)
  • Twenty-four -> twenty-fourth (Dua puluh empat -> kedua puluh empat)
  • One hundred -> one hundredth (Seratus -> keseratus)
  • One thousand -> one thousandth (Seribu -> keseribu)

Meskipun demikian, terdapat perbedaan ejaan untuk ordinal numbers pertama, kedua, dan ketiga. Kita tidak menggunakan –th khusus untuk kesatu, kedua, dan ketiga sehingga jangan menyebutkan kesatu atau pertama sebagai oneth, kedua sebagai twoth, dan ketiga sebagai threeth. Ordinal numbers untuk ketiga angka tersebut, yakni:

  • One -> first (Satu -> kesatu/ pertama)
  • Two -> second (Dua -> kedua)
  • Three -> third (Tiga -> ketiga)

Selain itu, terdapat juga ordinal numbers lainnya yang memiliki ejaan yang berbeda. Angka-angka ini memang tetap menggunakan imbuhan akhir –th. Akan tetapi, imbuhan –th tersebut tidak hanya ditambahkan begitu saja. Kita harus mengubah ejaan cardinal numbers-nya terlebih dahulu.

Angka-angka tersebut diantaranya adalah kelima, kedelapan, kesembilan, kedua belas, dan cardinal numbers apapun dengan huruf terakhir y (misal: twenty, thirty, forty, dsb).

  • Five -> fifth (Lima -> kelima) bukan fiveth
  • Eight -> eighth (Delapan -> kedelapan) bukan eightth
  • Nine -> ninth (Sembilan -> kesembilan) bukan nineth
  • Twelve -> twelfth (Dua belas -> kedua belas) bukan twelveth

Khusus untuk angka dengan huruf terkahir y, kita ganti y tersebut dengan ie kemudian tambahkan –th setelahnya. Contoh: Twenty -> twentie -> twentieth. Contoh lain:

  • Thirty -> thirtieth (Tiga puluh -> ketiga puluh)
  • Forty -> fortieth (Empat puluh -> keempat puluh)
  • Fifty -> fiftieth (Lima puluh -> kelima puluh)
  • Sixty -> sixtieth (Enam puluh -> keenam puluh)
  • Seventy -> seventieth (Tujuh puluh -> ketujuh puluh)

Pada bentuk tertulis, pada umumnya ordinal numbers hanya ditambahkan “st”, “nd”, “rd”, atau “th” saja. “St” untuk yang berakhiran “first”, “nd” untuk berakhiran “second”, “rd” untuk berakhiran “third”, dan “th” untuk sisanya. Contoh:

  • First -> 1st (Pertama)
  • Second -> 2nd (Kedua)
  • Third -> 3rd (Ketiga)
  • Fourth -> 4th (Keempat)
  • Eighteenth -> 18th (Kedelapan belas)
  • Thirty-second -> 32nd (Ketiga puluh dua)
  • Seven-third -> 73rd (Ketujuh puluh tiga)
  • Forty-ninth -> 49th (Keempat puluh sembilan)
  • Five hundred and fifty-first -> 551st (Kelima ratus lima puluh satu)

Keterangan: “st”, “nd”, rd”, dan “th” bisa ditulis seperti biasa (misal: 21st, 42nd, 33rd, 12th, dsb), atau sebagai pangkat (misal: 21st, 42nd, 33rd, 12th, dsb)

Bagaimana cara membentuk ordinal numbers pada bilangan yang sangat besar? Pada bilangan besar, kita hanya cukup mengubah angka terakhir menjadi ordinal number. Contoh:

  • 601st -> six hundred and first
  • 7,230th -> seven thousand, two hundred and thirtieth
  • 26,863rd -> twenty six thousand, eight hundred and sixty-third
  • 1,000,000th -> one millionth
  • 4,987,352nd -> four million, nine hundred and eighty seven thousand, three hundred and fifty-second

When do we use ordinal numbers?

Ordinal numbers pada umumnya dipakai untuk menyatakan urutan atau peringkat. Contoh:

  • Our team finished second in this year’s tournament. (Tim kami berakhir di peringkat kedua dalam turnamen tahun ini)
  • First, cut the apple. Second, put it into the blender. Third, add milk. (Pertama, potong apel. Kedua, masukan apel ke dalam blender. Ketiga, tambahkan susu)
  • They came fourth in the race. (Mereka peringkat keempat di balapan itu)

Kita juga menggunakan ordinal numbers untuk menyatakan tanggal. Contoh:

  • It happened on the 22nd of October. (Itu terjadi pada tanggal 22 Oktober)
  • Indonesia’s Independence Day is on the 17th of August (Hari kemerdekaan Indonesia adalah tanggal 17 Agustus)
  • We are going to meet on January 11th. (Kami akan bertemu tanggal 11 Januari)

Selain tanggal, ordinal numbers juga dipakai untuk menyatakan perayaan ulang tahun. Contoh:

  • We are invited to attend Jerrold’s 17th birthday party. (Kami diundang untuk menghadiri pesta ulang tahun Jerrold yang ke-17)
  • Tomorrow we are going to celebrate this office’s 20th anniversary. (Besok kami akan merayakan hari jadi kantor ini yang ke-20)
  • To her, her son’s 16th birthday celebration is very important. (Baginya, perayaan ulang tahun putranya yang ke-16 itu sangat penting)

Ordinal numbers juga digunakan untuk mendeskripsikan tingkatan lantai suatu bangunan. Contoh:

  • My room is on the second floor. (Kamarku ada di lantai dua)
  • The writing class is on the third floor of building B. (Kelas menulis ada di lantai tiga gedung B)
  • The elevator was out of order, so we took stairs to get to the tenth floor. (Liftnya sedang rusak, jadi kami menggunakan tangga untuk menuju lantai sepuluh)

Fungsi ordinal numbers lainnya adalah untuk menyatakan centuries (abad). Contoh:

  • This artifact is from the 15th (Artifak ini berasal dari abad ke-15)
  • I would go back to the 17th century if there were a time machine. (Aku akan kembali ke abad 17 jika ada mesin waktu)

Terakhir, ordinal numbers digunakan untuk nama raja dan ratu. Meskipun ditulis dalam angka romawi, angka tersebut dibaca sebagai ordinal numbers. Contoh:

  • Henry VII -> Henry the seventh
  • Elizabeth II -> Elizabeth the second