sederet kamus
Translate: Tutorial:

Perbedaan –Er dan –Est (Comparative)

Membandingkan sesuatu hal dalam bahasa Inggris tidaklah sulit. Aturan tata bahasanya pun termasuk cukup sederhana. Tidak banyak hal yang harus diperhatikan jika ingin membandingkan sesuatu dalam bahasa Inggris. namun begitu hal ini memang tidak semudah dalam bahasa Indonesia yang biasanya hanya menambahkan kata lebih atau paling.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang degree of comparison (tingkat perbandingan). Degree of comparison berarti membandingkan dua atau lebih benda dalam hal kualitas, ukuran, berat, dan lain-lain. Pembahasan ini akan fokus pada perbedaan antara –er dan –est. Apa itu –er dan –est ? Kita akan mengetahuinya bersama-sama melalui artikel ini. Untuk itu simak hingga akhir.

DEGREE OF COMPARISON (TINGKAT PERBANDINGAN)

Sebelum membahas lebih jauh tentang perbedaan –er dan –est, terlebih dahulu ada baiknya mengetahui tentang kaidah degree of comparison secara umum untuk lebih memahami perbedaan –er dan –est nantinya.

Berbicara tentang degree of comparison, tidak terlepas dari  topik bahasan mengenai comparative (tingkatan lebih) dan superlative (tingkatan paling). Seperti halnya dalam bahasa Indonesia, aturan tata bahasa Inggris juga mengenal tingkat perbandingan yang bahkan kaidahnya sedikit lebih sulit dibandingkan bahasa Indonesia.

Dalam bahasa Indonesia, jika kita bermaksud membandingkan dua hal, biasanya kita tinggal menambahkan kata “lebih” pada kalimat tersebut. Begitu pula jika ingin mengatakan bahwa sesuatu itulah yang tingkatannya lebih dari semuanya, kita tinggal menambahkan kata “paling”.

Saat ingin membandingkan sesuatu dalam bahasa Inggris, aturan yang digunakan adalah degree of comparison dengan metode comparative atau superlative.  Dari dua metode inilah akan jelas tampak perbedaan antara akhiran –er dan –est.

COMPARATIVE (AKHIRAN –ER)

Comparative digunakan saat bermaksud membandingkan antara dua benda. Nantinya metode komparatif ini akan memodifikasi kata sifatnya, bukan kata bendanya. Kata benda disini perannya adalah subyek, sementara kata sifat-lah yang akan diubah menjadi bentuk komparatif. Perhatikan pola di bawah ini :

Subject/subyek (kata benda) + verb (kata kerja) + adjective/kata sifat (bentuk komparatif) + than (daripada/dibandingkan) + object/obyek (kata benda)

Setelah kata kerja kemudian diikuti oleh kata sifat yang  diubah ke dalam bentuk komparatif. Perubahan inilah yang menggunakan akhiran –er. Setelahnya diikuti oleh kata than yang berarti “daripada” atau “dibandingkan dengan”. Kata benda kedua yang berfungsi sebagai obyek bisa dihilangkan jika konteks kalimatnya memungkinkan.

Contoh kalimat :

  • My cousin’s new car is faster than the previous one. (Mobil baru sepupuku lebih cepat daripada mobilnya yang lama)
  • This new book of my favorite author is thinner than her last book. (Buku baru dari penulis favoritku ini lebih tipis dibanding buku terakhirnya)
  • My mom is older than his mom. (Ibuku lebih tua daripada ibunya)
  • Everybody knows that Linda is happier now than before. (Semua orang tahu kalau Linda lebih bahagia sekarang dibandingkan sebelumnya)

SUPERLATIVE (AKHIRAN –EST)

Jika comparative digunakan untuk membandingkan dua hal, maka superlative digunakan ketika bermaksud membandingkan satu hal diantara semuanya. Ini berarti sesuatu tersebut tingkatannya ada di posisi paling tinggi atau paling rendah. Perhatikan pola kalimatnya di bawah ini :

Subject/subyek (kata benda) + verb (kata kerja) + the + adjective/kata sifat (bentuk superlative) + object/obyek (kata benda)

Kata benda terakhir yang berfungsi sebagai obyek bermakna plural (jamak) atau lebih dari satu. Hal ini tentu saja karena kata benda pertama yang berfungsi sebagai subyek akan dibandingkan dengan sekumpulan benda yang sama. Sementara kata sifat di sini akan mendapatkan akhiran –est. Namun tidak seperti halnya comparative yang mendapatkan tambahan kata than sebelum kata sifat, untuk superlative kata yang ditambahkan sebelum kata sifat adalah partikel the.

Contoh kalimat :

  • He is the cleverest student in my class. No wonder he always gets full mark on exam. (Dia adalah siswa terpandai dikelasku. Tidak heran dia selalu mendapatkan nilai terbaik setiap ujian)
  • She became Miss Universe because she’s the prettiest woman in the world. (Dia menjadi Miss Universe karena dia adalah wanita tercantik di dunia)
  • His house is the largest house in the town. (Rumahnya adalah rumah terbesar di kota)
  • ABC Tower is the highest building the world. (Menara ABS adalah bangunan tertinggi di dunia)

PERBEDAAN –ER DAN –EST

Dari penjelasan tentang comparative dan superlative, terlihat jelas perbedaan antara –er dan –est. Akhiran –er digunakan saat akan membandingkan dua benda dengan metode comparative. Sementara akhiran –est digunakan saat membandingkan satu benda yang sifatnya “paling” di antara kumpulan benda sejenis lainnya dengan metode superlative.

Selain perbedaan mendasar itu, ada beberapa hal yang membedakan antara akhiran –er dan akhiran –est. Perbedaan ini terletak pada pembentukan kata sifat.

  • Kata sifat (adjective) yang hanya memiliki satu suku kata

Jika kata sifat-nya hanya memiliki satu suku kata saja, maka tinggal tambahkan akhiran –er ataupun –est pada kata  tersebut. Perlu diperhatikan adalah tiga huruf terakhir kata sifat tersebut. Jika tiga huruf terakhir kata sifat tersebut terdiri dari konsonan, vokal, dan konsonan, maka huruf konsonan terakhir mesti diulang sebelum kata tersebut ditambahkan akhiran.

Contoh :

    1. High (tinggi) – higher (comparative) – highest (superlative)
    2. Small (pendek) – smaller (comparative) – smallest (superlative)
    3. Sad (sedih) – sadder (comparative) – saddest (superlative)
  • Kata sifat (adjective) yang memiliki lebih dari satu suku kata

Penggunaan  akhiran –er dan –est masih berlaku untuk kata sifat yang memiliki lebih dari satu suku kata. Jika ingin membentuk comparative, maka tambahkan akhiran –er, begitu pun jika ingin membuat kalimat superlative, cukup tambahkan akhiran –est.

Selain itu, penggunaan more dan most juga sering dilakukan pada kata sifat yang lebih dari satu suku kata. Cara ini  dianggap cara paling aman apabila merasa ragu dengan jumlah suku kata pada suatu kata.

Contoh:

    1. Rich (kaya) – richer – richest
    2. Expensive (mahal) – more expensive – most expensive
    3. Simple (sederhana) – simpler – simplest
    4. Beautiful (cantik) – more beautiful – most beautiful
  • Kata sifat (adjective) yang berakhiran dengan huruf konsonan “y”

Jika menemukan kata sifat yang huruf terakhirnya adalah huruf “y”, maka terlebih dahulu ubah huruf “y” tersebut menjadi huruf “i” sebelum ditambah akhiran.

Contoh :

    1. Happy (senang) – happier – happiest
    2. Busy (sibuk) – busier – busiest
    3. Easy (gampang) – easier – easiest