sederet kamus
Translate: Tutorial:

Perbedaan “Insane” dan “Crazy”

Ketika kita melakukan sesuatu yang dianggap tidak lazim atau aneh di hadapan keluarga dan teman-teman kita, kita pasti akan disangka sedang tidak waras dan dikatai ‘gila’. Begitu juga ketika kita melihat orang-orang dengan keadaan yang tidak biasa duduk saja di trotoar jalan. Kita pasti akan langsung menyatakan bahwa orang itu gila atau tidak memiliki kewarasan.

Dalam Bahasa Inggris, ada dua kata yang bisa digunakan untuk menyatakan kegilaan: “crazy” dan “insane”. Walaupun sama-sama digunakan untuk menyatakan kegilaan pada seseorang atau sesuatu, ternyata ada yang membedakan kedua kata ini.

Apakah yang menjadi faktor pembeda dari kedua kata ini?

Itulah yang akan kita bahas dan pelajari dalam artikel ini. Kita akan membahas apa yang membedakan “insane” dan “crazy”, serta penggunaannya dalam pembuatan kalimat-kalimat berbahasa Inggris.

“Crazy”

Kata sifat “crazy” pada umumnya dipergunakan untuk mengatakan “gila” dalam suasana yang lebih informal atau santai, seperti ketika berbincang dengan teman-teman seumuran. Pengertian lain yang dapat ditarik dari kata “crazy” sendiri adalah perilaku sangat menyukai seseorang atau sesuatu. Terkadang, “crazy” juga digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang luar biasa atau hebat, yang tentunya masih dalam konteks kasual atau santai.

Mari kita lihat bagaimana penggunaan “crazy” dalam beberapa kalimat yang akan ditampilkan di bawah ini.

Contoh kalimat 1:

  1. Did you see the soccer game last week at our school? The game was so crazy and I admit that Juan Santos is a great soccer player (apakah kau menonton pertandingan bola minggu lalu di sekolah kita? Pertandingannya sangat gila dan aku akui Juan Santos adalah pemain bola yang hebat).
  2. Reinhard has this idea that we should take some honey from the bee hive near the laboratory for our project. Isn’t that crazy? I almost smack his head because that idea sounds bad (Reinhard punya ide bahwa kami harus mengambil madu dari sarang lebah yang ada di dekat laboratorium untuk proyek kami. Bukankah itu gila? Hampir saja kupukul kepalanya karena ide itu terdengar buruk).
  3. She has this crazy obsession with everything related to carrots. I came to her apartment last week, and… oh boy! There were carrot-themed pillows everywhere! (dia punya obsesi yang gila dengan segala hal yang berhubungan dengan wortel. Aku mampir ke apartemennya minggu lalu, dan… ya ampun! Ada banyak bantal bertema wortel dimana-mana!)

“Insane”

Bila diartikan secara gamblang, “insane” juga dapat diartikan sebagai “gila” dalam Bahasa Indonesia. Namun, yang membedakan “insane” dari “crazy” adalah penggunaannya yang cenderung formal atau bersifat resmi. Kata “insane” banyak digunakan ketika kita merujuk pada kondisi kesehatan mental seseorang dan juga tingkatan “kegilaan”nya berbeda dibanding “crazy”.

Ketimbang “crazy” yang ketika diucapkan akan muncul sedikit nada positif, “insane” terdengar lebih negatif ketika diucapkan, dan seringkali bernada serius dan tidak main-main. Pengertian lain dari “insane” adalah sesuatu yang amat sangat mengejutkan atau membuat kaget.

Mari kita cermati penggunaan “insane” pada beberapa kalimat berikut ini:

Contoh kalimat 2:

  1. I know since ages that she’s mentally insane and I’ve been suggesting their parents to bring her to a specialist and check up her condition. Only know do they realize and actually listen to me (aku sudah tahu sejak lama bahwa dia gila secara mental dan sudah sering aku menyarankan orangtuanya membawanya ke spesialis untuk mengecek keadaannya. Baru sekarang mereka sadar dan akhirnya mendengarkanku)
  2. Those insane patients can get the very best treatment. But, I know they don’t have that. Instead, the asylum’s leaders choose to corrupt the money coming from the patients’ family. I despise that and if I become the new mayor, my first program is to fix the management in that asylum (para pasien sakit jiwa itu bisa mendapatkan perawatan yang terbaik. Tapi, saya tahu mereka tidak mendapatkannya. Pejabat RSJ malah mengkorupsi uang yang datang dari keluarga para pasien. Saya membencinya dan jika saya terpilih menjadi walikota yang baru, program pertama saya adalah memperbaiki manajemen di RSJ tersebut)
  3. I’m super worried about Leona’s condition. She has this insane fears of failure and every time she feels like she fails to do something correctly, she starts to scream out loud and hurt herself with every sharp thing she can reach. Mom, you’re a psychologist. Please help Leona, I can’t stand seeing her in such a state. Help my best friend, Mom, I’m begging you (aku benar-benar khawatir pada kondisi Leona. Dia memiliki ketakutan yang luar biasa gila akan kegagalan dan setiap kali dia merasa gagal melakukan sesuatu dengan benar, dia mulai berteriak sangat kencang dan melukai dirinya dengan benda tajam apapun yang bisa dijangkaunya. Mama adalah seorang psikolog. Tolong leona, aku tidak tahan melihatnya dalam kondisi seperti itu. Tolonglah sahabatku, Ma, aku mohon)

Demikian pembelajaran kita dalam artikel ini. Semoga apa yang dibahas di dalam artikel ini dapat menjadi bahan pembelajaran yang memiliki manfaat untuk teman-teman semua.