sederet kamus
Translate: Tutorial:

Perbedaan Miss vs Lose

Ada beberapa kata dalam bahasa Inggris yang sekilas memiliki definisi yang serupa, namun penggunaannya berbeda. Dengan kata lain, meskipun kata-kata tersebut memiliki arti yang sama, mereka tidak selalu bisa menggantikan satu sama lainnya. Kata “miss” dan “lose” misalnya saja. Kedua kata tersebut sama-sama bisa berarti “kehilangan”. Akan tetapi penggunaannya harus dalam konteks yang berbeda. Untuk penjelasan lebih lanjut, mari kita lihat pembahasan tentang perbedaan miss vs lose di bawah ini:

Miss

“Miss” termasuk ke dalam kelas kata verb (kata kerja). Berdasarkan Oxford English Dictionary, “miss” bisa berarti, “fail to hit, reach, or come into contact with (something aimed at).” (Gagal untuk mengenai, mendapatkan, atau bersentuhan dengan [sesuatu yang ditujukan]). Di dalam bahasa Indonesia, dalam konteks ini “miss” artinya adalah “meleset”. Contoh:

  • The hunter aimed his rifle at the deer, but he missed it. (Pemburu itu mengarahkan senapannya kepada rusa, tetapi dia meleset)
  • I missed the ball because he threw it too slow. (Saya gagal menangkap bolanya karena dia melemparkannya terlalu pelan)
  • Team A won because Team B missed the catch. (Tim A menang karena Tim B melewatkan tangkapannya)

Definisi “miss” selanjutnya yaitu, “fail to notice, hear, or understand.” (Gagal untuk memperhatikan, mendengar, atau memahami). Contoh:

  • Can you explain it again to me? I think I missed it. (Bisa tolong dijelaskan lagi kepada saya? Saya rasa saya melewatkannya)
  • With all due respect, George, I think you are missing the point. (Dengan segala hormat, George, saya rasa kamu melewatkan poinnya)
  • The café is impossible to miss. It is right next to the florist. (Kafenya tidak mungkin terlewatkan. Itu ada tepat di sebelah toko bunga)

Miss” juga bisa didefinisikan sebagai, “fail to attend, participate in, meeting with (someone), take advantage of (an opportunity or chance).” (Gagal untuk menghadiri, berpartisipasi, bertemu dengan [seseorang], mengambil keuntungan dari [kesempatan]). Contoh:

  • I missed the writing class yesterday. (Saya melewatkan kelas menulis kemarin)
  • It is too bad that Jack missed the concert. (Sayang sekali Jack melewatkan konsernya)
  • Rachel was here a while ago. You have just missed her. (Rachel baru saja di sini tadi. Kamu baru saja melewatkannya)
  • They missed the chance to meet their favorite singer. (Mereka melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan penyanyi kesukaan mereka)

Selain itu, kita juga bisa menggunakan “miss” untuk mendeskripsikan ketika kita tertinggal kendaraan. Contoh:

  • Had we woken up earlier, we wouldn’t have missed the train. (Andai saja kita bangun lebih awal, kita tidak akan tertinggal kereta)
  • We should be hurry up or we will miss the buss. (Kita harus bergegas atau kita akan tertinggal bis)
  • Because they had missed the flight, they extended their stay in Bali. (Karena mereka tertinggal pesawat, mereka memperpanjang masa tinggal mereka di Bali)

Definisi “miss” lainnya adalah “kangen” atau “rindu” atau keadaan ketika seseorang jauh dari kita dan kita menginginkan orang tersebut bersama kita. Contoh:

  • I really miss my sister. She’s studying abroad, so I can only see her through video call. (Saya rindu saudari saya. Dia sekolah di luar negeri, jadi saya hanya bisa melihatnya melalui panggilan video)
  • I can tell that you miss your girlfriend. (Aku tahu bahwa kamu merindukan kekasihmu)
  • Rosie is crying because she misses her dad. (Rosie menangis karena dia merindukan ayahnya)

Lose

“Lose” juga termasuk ke dalam kelas kata verb (kata kerja). Oxford English Dictionary mendefinisikan “lose” sebagai, “become unable to find (something or someone)” (Menjadi tidak bisa dicari [sesuatu atau seseorang]). Dengan kata lain, ketika sesuatu atau seseorang hilang dan kita tidak bisa menemukannya, kita bisa menggunakan “lose”. Dalam konteks ini, “lose” bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “hilang”.

Berikut adalah contoh penggunaannya dalam kalimat:

  • I lost my phone cell. Have you seen it? (Saya kehilangan ponsel saya. Apakah kamu melihatnya?)
  • Raymond lost his dog, so he asked me to help him finding the dog. (Raymond kehilangan anjingnya, jadi dia memintaku untuk membantunya mencari anjingnya)
  • I don’t want to lose you, my dear friends. (Aku tidak ingin kehilangan kalian, teman-temanku tersayang)

Selain itu, “lose” juga didefinisikan sebagai, “fail to win a game or a contest.” (gagal memenangkan pertandingan atau kontes”. Dalam konteks ini, “lose” dalam bahasa Indonesia berarti “kalah”. Contoh:

  • Indonesian football team lost in the semifinal. (Tim sepakbola Indonesia kalah di babak semifinal)
  • If we don’t want to lose, we have to practice more often. (Apabila kita tidak ingin kalah, kita harus berlatih lebih sering)
  • Just because she lost the dance competition doesn’t mean that she is not a good dancer. (Hanya karena dia kalah dalam kompetensi menari bukan berarti dia adalah penari yang buruk)

Kita juga bisa menggunakan “lose” ketika seseorang pergi dari kehidupan kita. Contoh:

  • He just lost her mother. (Dia baru saja kehilangan ibunya)
  • She’s lost her boyfriend, and she thinks that she will ever meet him again. (Dia kehilangan kekasihnya, dan menurutnya dia tidak akan pernah bertemu dengannya lagi)
  • I lost my brother to cancer. (Saya kehilangan saudara saya karena kanker)

Itulah perbedaan “miss” dan “lose”. Sekarang, mari kita coba membuat kalimat dengan kedua kata tersebut agar kita lebih memahami perbedaan keduanya.