sederet kamus
Translate: Tutorial:

Perbedaan Penggunaan ‘Spilled’ vs ‘Split’

Apa saja perbedaan “spilled” dan “spilt”? Kapan dan bagaimana cara menggunakan keduanya? Mari kita cari tahu melalui pembahasan di bawah ini:

Spilled and Spilt

“Spilled” dan “spilt” tergolong ke dalam kelas kata verb (kata kerja) sehingga penggunaannya sama dengan kata kerja lainnya. Baik “spilled” maupun “spilt”, keduanya adalah bentuk past tense (V2) dan past participle (V3) dari “spill”.

Oxford English Dictionary mendefinisikan “spill” sebagai “cause or allow liquid to flow over the edge of its container, especially unintentionally.” (menyebabkan atau membuat cairan mengalir keluar dari tempatnya, terutama secara tidak sengaja). Dalam konteks ini, “spill” diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “menumpahkan”. Contoh:

  • If you are not careful, you will spill the coffee. (Apabila kamu tidak hati-hati, kamu akan menumpahkan kopinya)
  • Desi will be mad once she finds out that I spill her juice. (Desi akan marah begitu dia tahu bahwa saya menumpahkan jusnya)

Selain itu, terdapat juga definisi informal atau tidak formal “spill” di dalam Oxford English Dictionary, yakni “reveal confidential information to someone.” (mengungkapkan informasi rahasia kepada seseorang). Dalam konteks ini, arti “spilled” dalam bahasa Indonesia adalah “membocorkan” atau “membeberkan”. Karena ini adalah tidak formal, penggunaannya “spill” berdasarkan definisi ini hanya boleh dipakai dalam situasi tidak formal. Contoh:

  • My sister told me not to spill everything to our parents. (Saudari saya memberi tahu saya untuk tidak membeberkan segalanya kepada orangtua kami)
  • Jack promises that he won’t spill the secret. (Jack berjanji bahwa dia tidak akan membocorkan rahasianya)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, “spilled” dan “spilt” adalah bentuk past tense (V2) dan pat participle (V3) dari “spill”. Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya:

  • Sebagai past tense

“Spilled” dan “spilt” sebagai past tense atau kata kerja bentuk dua (V2) hanya boleh digunakan pada kalimat berbentuk simple past tense. Simple past tense berfungsi untuk menyatakan kejadian di masa lampau yang telah selesai terjadi. Contoh:

    • My laptop quits working because I accidentally spilt water on it. (Laptop saya berhenti menyala karena saya tidak sengaja menumpahkan air di atasnya)
    • Kelly spilled the milk, so now she runs out of milk. (Kelly menumpahkan susunya, jadi sekarang dia kehabisan susu)
    • You spilt my drink, did you? (Kamu menumpahkan minumanku, kan?)
    • John broke up with his girlfriend because he accidentally spilled her secret to everyone. (John putus dengan kekasihnya karena dia tidak sengaja membocorkan rahasianya kepada semua orang)

“Spilled” dan “spilt” tidak bisa digunakan dalam kalimat negatif dan kalimat tanya simple past. Untuk kalimat negatif dan tanya, gunakanlah “spill”. Contoh:

    • Kalimat positif: She spilled the soup. (Dia menumpahkan supnya)
    • Kalimata negatif: She did not spill the soup. (Dia tidak menumpahkan supnya)
    • Kalimat tanya: Did she spill the soup? (Apakah dia menumpahkan supnya?)
  • Sebagai past participle

Sebagai past participle atau kata kerja bentuk tiga (V3), “spilled” dan “spilt” bisa dipakai dalam kalimat berbentuk present perfect, past perfect, dan future perfect. Berikut adalah contohnya:

    • I’ve accidentally just spilt some tea on my white shirt. (Saya baru saja tidak sengaja menumpahkan teh pada baju putih saya) –> present perfect
    • Kevin had spilled the sauce on the car seat, so the car smelled like chili. (Kevin menumpahkan saus pada kursi mobil, jadi mobilnya berbau seperti cabai) –> past perfect
    • I hope that by the time we reach her, she won’t have spilled the information. (Saya harap pada saat kita menghubunginya, dia tidak akan telah membocorkan informasinya) –> future perfect

“Spilled” dan “spilt” sebagai past participle tetap bisa dipakai dalam kalimat tanya dan negatif. Contoh:

    • Kalimat positif: Andy has just spilt the story. (Andy baru saja membeberkan ceritanya)
    • Kalimat negatif: Andy hasn’t spilt the story. (Andy belum membeberkan ceritanya)
    • Kalimat tanya: Has Andy spilt the story? (Apakah Anda sudah membeberkan ceritanya?)

“Spilled” dan “spilt” sebagai past participle juga bisa digunakan di dalam kalimat pasif berbentuk tense apapun. Contoh:

    • The milkshake was spilled by that kid. (Susu kocoknya ditumpahkan oleh anak itu)
    • This information isn’t confidential anymore because it’s been spilt already to the public. (Informasi ini bukan rahasia lagi karena telah dibocorkan kepada publik)
    • The secret is spilled. (Rahasianya dibocorkan)

Spilled vs Spilt

Berdasarkan definisinya, “spilled” dan “spilt” memiliki definisi yang sama sehingga kita bisa menggunakan keduanya untuk menggantikan satu sama lainnya. Meskipun demikian, keduanya tidak selalu bisa menjadi sinonim satu sama lainnya apabila kita memasukkan konteks wilayah atau tempat digunakannya kedua kata ini.

“Spilled” lebih umum digunakan di USA atau Amerika Utara, sedangkan “spilt” lebih umum digunakan di UK atau Britania Raya. Kita memang bisa menggunakan keduanya di wilayah manapun, namun penggunaan “spilt´akan terdengar aneh di telinga orang Amerika. Begitu juga kata “spilled” yang akan terdengar aneh bagi orang Inggris. Untuk itu, kita harus memperhatikan tempatnya terlebih dahulu.

Kita memang boleh memilih “spilled” atau “spilt” untuk penggunaan secara umum tanpa terikat wilayah. Meskipun demikian, sebaiknya kita memilih “spilled” dibandingkan “spilt”. Itu karena di zaman sekarang, “spilled” lebih umum dibandingkan “spilt”. Selain itu, sebagian besar penulis modern memilih untuk memakai “spilled” di dalam tulisannya. Oleh karena itu, ketika kita bingung apakah harus menggunakan “spilled” atau “spilt”, pilihlah “spilled”.