sederet kamus
Translate: Tutorial:

Perbedaan Was dan Were dalam Bahasa Inggris

Saat mempelajari tata bahasa Inggris, tentu tidak asing lagi dengan was dan were. Keduanya merupakan bagian dari keterangan waktu masa lampau (past tense). Was dan were, seperti yang kita ketahui bersama, juga merupakan bagian dari to be atau kata kerja bantu.

Penggunaan to be atau kata kerja bantu tidak bisa sembarangan. Karena hal ini berkaitan dengan maksud dari kalimat itu sendiri. Jika tidak tepat menempatkan atau menggunakan to be, maka berpotensi membuat kalimat kabur atau bahkan tidak tersampaikan maksudnya.

To be dalam hal ini was dan were termasuk yang sangat sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Sehingga memahami penggunaan dan fungsinya sangat penting. Untuk itu kali ini kami akan membahas tentang was dan were khususnya mengenai perbedaan keduanya.

PERBEDAAN WAS DAN WERE

Meskipun keduanya merupakan bagian dari keterangan waktu lampau (past tense) namun was dan were memiliki perbedaan. Berikut ini beberapa hal yang menjadi perbedaan di antara was dan were:

KATA KERJA BANTU ATAU TO BE

  • Perbedaan pertama ada pada penggunaan was dan were dalam kalimat sebagai to be atau kata kerja bantu. Was digunakan untuk menunjukkan atau menyatakan orang pertama tunggal atau dikenal dengan first person singular dan orang ketiga tunggal atau third person singular. Orang pertama tunggal yakni I (saya) dan orang ketiga tunggal terdiri dari He (dia – laki-laki), She (dia – perempuan), dan It (itu).

Contoh kalimat:

    • I was thinking about my birthday party when he came into my room. (Saya sedang memikirkan tentang pesta ulangtahunku saat dia masuk ke dalam kamarku)
    • He wasn’t sure about it, that’s why he didn’t tell you. (Dia tidak yakin dengan hal tersebut, itulah kenapa dia tidak menceritakannya padamu)
    • She was my best friend since years ago. (Dia adalah teman baikku sejak bertahun-tahun lalu)
    • It wasn’t true. Just trust me ! (Hal itu tidak benar. Percaya padaku!)
  • Were digunakan untuk menunjukkan atau menyatakan orang kedua tunggal dan jamak atau second person singular and plural serta orang pertama dan ketiga tunggal atau first and third person plural. Yang termasuk ke dalam orang kedua tunggal dan jamak adalah You (kamu), Your (milikmu/kepemilikan), Yours (milikmu/kepemilikan). Sementara yang termasuk orang pertama dan ketiga tunggal adalah We (kami) dan They (mereka).

Contoh kalimat:

    • You were so lazy at that time. You didn’t even want to go to school. (Kamu sangat malas saat itu. Kamu bahkan tidak mau pergi ke sekolah)
    • Your attitude were so rude. Be respectful to others. (Sikapmu sangat kasar. Hormatilah orang lain)
    • I liked all those paintings. Yours were the best one. (Saya suka semua lukisan itu. Lukisan milikmu adalah yang terbaik)
    • We ate all the foods because we were so hungry yesterday. (Kami memakan semua makanan tersebut karena kami sangat lapar kemarin)
    • They were my students in junior high school. I’m happy they still remember me. (Mereka adalah murid-muridku di SMP. Saya senang mereka masih mengingatku)

SUBJUNCTIVE MOOD DAN FAKTA

  • Were digunakan untuk menyatakan subjunctive mood. Subjunctive mood adalah bentuk kata kerja yang digunakan untuk pernyataan yang sifatnya hipotetis atau tidak nyata. Bentuk kalimat ini seringkali ditandai dengan adanya frasa I were (saya dulu), It were (itu dulu), She were (dia dulu), He were (dia dulu), dan lain –lain. Kata dulu dalam tanda kurung tersebut maknanya menyatakan “seandainya”.

Contoh kalimat:

    • If I were a smart student, I would apply to medical school. (Jika saja saya seorang murid yang pintar, saya akan melamar ke sekolah kedokteran)
    • I wish it were sunny today, so I could go to the park with my dog. (Saya berharap hari ini cerah, jadi saya bisa pergi ke taman dengan anjingku)
    • She talks as if she were the smartest student in the class. (Dia berbicara seolah-olah dirinya murid terpintar di kelas)
    • If William were stronger, he could beat them easily. (Jika saja William lebih kuat, dia pasti bisa mengalahkan mereka dengan mudah)

Kuncinya di sini adalah pengandaian atau harapan dan kenyataan yang ada. Penggunaan were mengindikasikan bahwa apa yang diharapkan tidak seperti kenyataan yang ada. Selain itu, perhatikan jika ada kata If (seandainya/jika saja) dan wish (berharap/mengharapkan) maka gunakan were karena kalimat tersebut merupakan bagian dari subjunctive mood.

  • Jika were digunakan untuk mengungkapkan statements (pernyataan) yang berupa pengandaian, tidak nyata, hipotesis maka was adalah sebaliknya. Was digunakan untuk mengungkapkan pernyataan yang merupakan fakta.

Contoh kalimat:

    • I was playing games last night in my room, and my room was so noisy. That’s why I didn’t hear any sound coming from your room. (Saya sedang bermain gim dikamarku tadi malam, dan kamarku sangat berisik. Itulah kenapa saya tidak mendengar suara apapun dari kamarmu)
    • He was not trying that hard to achieve his goal. He just wasted his time playing around. No wonder he failed the competition. (Dia tidak berusaha keras untuk mencapai tujuannya. Dia hanya membuang waktunya bermain-main. Tidak heran dia gagal di kompetisi tersebut)
    • She was wearing the beautiful wedding dress from famous designer. It was so expensive and limited edition. (Dia mengenakan gaun pengantin yang sangat cantik rancangan desainer terkenal. Gaun itu sangat mahal dan terbatas)
    • It was not her fault, but everyone blamed on her like she was the culprit. (Itu bukan salahnya, tetapi semua orang menyalahkannya seperti dia pelakunya)

Itulah dua perbedaan mendasar dari was dan were. Perbedaan pertama ada pada penggunaan was dan were sebagai kata kerja bantu dan perbedaan kedua ada pada penggunaan keduanya untuk mengungkapkan pernyataan fakta dan subjunctive mood.