sederet kamus
Search Articles
Translate: Tutorial:

Perbedaan ‘Wish’ vs ‘Hope’

“Wish” dan “Hope” adalah dua kata dalam bahasa Inggris yang memiliki arti yang sama, yakni “berharap”. Meskipun demikian, kedua kata tersebut tidak bisa saling menggantikan karena terdapat perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya. Karena terdapat perbedaan tersebut, penggunaan keduanya pun tidak sama.

Tulisan di bawah ini akan membahas tentang perbedaan di antara “wish” dan “hope”. Berikut adalah tulisannya:

Wish

“Wish” dipakai untuk menyatakan harapan atau keinginan kita yang tidak mungkin terjadi karena yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang kita harapkan. Contoh:

  • I wish I were rich. (Saya harap saya kaya raya) –> saya ingin kaya raya, tetapi kenyataannya saya tidak
  • They wish they could help her. (Mereka harap mereka bisa membantunya) –> mereka ingin membantunya, tetapi kenyataannya mereka tidak bisa

Ada beberapa struktur yang bisa kita ikuti untuk membentuk kalimat dengan menggunakan “wish”. Struktur tersebut berbentuk past tense, past perfect, dan would + verb. Mari kita lihat penjelasan lebih detailnya di bawah ini:

  1. Wish + past tense

Struktur pertama adalah wish + past tense. Meskipun tense yang digunakan setelah “wish” adalah past tense, kalimat dengan struktur ini tidak menceritakan kejadian di masa lalu. Struktur ini melainkan mengungkapkan situasi di masa kini yang bertentangan dengan situasi yang diharapkan. Contoh:

    • I wish I could come to Jon’s birthday party. (Saya harap saya bisa datang ke pesta ulang tahun Jon) –> saya ingin datang, tetapi kenyataannya saya tidak bisa
    • Jane wishes she lived in New York. (Jane harap dia tinggal di New York) –> kenyataannya Jane tidak tinggal di New York, dan dia ingin tinggal di sana
    • We wish we had more time to finish our project. (Kami harap kami memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan proyek kami) –> nyatanya kami hanya punya waktu sedikit untuk mengerjakan proyeknya, dan kami ingin punya lebih banyak waktu untuk melakukannya
  1. Wish + past perfect

“Wish” yang diikuti oleh past perfect digunakan untuk mengungkapkan penyesalan atas kejadian yang telah berlalu di masa lalu. Contoh:

    • I wish I had studied harder. (Saya harap saya belajar lebih giat) –> saya menyesal bahwa pada satu waktu di masa lalu saya tidak belajar lebih giat
    • She wishes she had woken up earlier. (Dia harap dia bangun lebih pagi) –> dia menyesal bahwa dia tidak bangun lebih pagi
    • I wish I hadn’t eaten spicy food for breakfast. Now my stomach hurts. (Saya harap saya tidak makan makanan pedas ketika sarapan. Sekarang perut saya sakit) –> saya menyesal telah memakan makanan pedas ketika sarapan
  1. Wish + would + verb

Struktur penggunaan “wish” selanjutnya yaitu wish + would + verb. Struktur ini digunakan untuk mengungkapkan situasi masa kini yang kita harap akan berubah di masa depan. Contoh:

    • Jim wishes his parents would not be that strict. (Jim berharap orangtuanya tidak akan seketat itu) –> di masa kini orangtua Jim saat ini sangat ketat dan Jim ingin di masa depan orangtuanya tidak akan seketat itu
    • I wish they would lengthen the school holidays. (Saya harap mereka akan memperpanjang liburan sekolah) –> di masa kini mereka tidak memperpanjangnya dan saya ingin di masa depan liburan sekolah diperpanjang

Fungsi “wish” selanjutnya yaitu untuk mengungkapkan harapan kita untuk orang lain. Contoh:

    • I wish you a good of luck. (Semoga kamu beruntung)
    • I wish you happiness. (Semoga kebahagiaan menyertaimu)
    • I wish you a safe journey. (Semoga selamat sampai tujuan)

Hope

“Hope” digunakan untuk menyampaikan harapan atau keinginan kita yang kemungkinan bisa terjadi. Contoh:

    • I hope I will pass the driving test. (Saya harap saya akan lulus tes mengemudi) –> saya ingin saya lulus tes mengemudi, dan ada kemungkinan harapan itu akan terjadi
    • Mom hopes my brother will come home soon. (Ibu berharap saudara saya akan segera pulang) –> masih ada kemungkinan saudara saya akan segera pulang, jadi harapan ibu bisa saja akan terkabul

Kalimat yang mengikuti “hope” pada umumnya adalah kalimat berbentuk present tense atau future tense. Contoh:

    • We hope Mike Johnson wins the election. (Kami harap Mike Johnson memenangkan pemilu)
    • Linda hopes her daughter is okay. (Linda harap putrinya baik-baik saja)
    • I hope tomorrow’s weather will be good. (Saya harap cuaca esok akan bagus)
    • Jack hopes Sally will call him soon. (Jack harap Sally akan mengabarkannya segera)
    • The students hope the exam will be cancelled. (Murid-murid berharap ujiannya akan dibatalkan)
    • They hope the guests love the food. (Mereka harap para tamu suka makanannya)

Pada konteks tertentu, “hope” juga bisa diikuti oleh kalimat berbentuk past tense. Struktur kalimat ini digunakan untuk mengungkapkan harapan kita akan sesuatu yang terjadi di masa lampau. Contoh:

    • I hope Mike had a fun time at the party with his friends. (Saya harap Mike bersenang-senang di pesta dengan temannya)

Berdasarkan kalimat di atas, saya tahu kejadian Mike pergi ke pesta terjadi di masa lalu. Namun, di masa kini, saya belum tahu apakah Mike memiliki waktu yang menyenangkan di pesta. Oleh karena itu, dari sudut pandang saya masih ada kemungkinan bahwa Mike bersenang-senang di pesta sehingga saya bisa menyatakan harapan saya dengan struktur hope + past tense.