sederet kamus
Translate: Tutorial:

Percakapan Komplain Kamar Hotel dalam Bahasa Inggris

Seringkali ketika kita menginap di suatu tempat, ada kekurangan atau gangguan-gangguan yang terjadi. Hal itu tentu sangat mengganggu jika dibiarkan sehingga kita harus melaporkannya ke pihak penginapan. Hal yang sama juga sering terjadi di hotel, termasuk juga hotel di luar negeri yang menggunakan bahasa Inggris.

Untuk melaporkan ketidaknyamanan dalam menginap di suatu hotel, biasanya Anda harus menghubungi resepsionis melalui telepon di kamar maupun langsung datang ke lobby. Apalagi jika kesalahan memang ada pada pihak hotel, sebagai contoh jika kamar bau rokok padahal kita baru saja memasukinya. Tentu wajar jika kita mengeluhkan ini dan meminta untuk dipindahkan kamarnya.

Namun, bagaimana cara melakukan complain tersebut dalam bahasa Inggris? Berikut adalah contoh percakapan antara pihak hotel (resepsionis) dan tamu.

Contoh Percakapan

Resepsionis: Good evening, Ma’am. Is there anything I can do to help you? (Selamat malam, Bu. Apakah ada yang bisa saya bantu untuk membantu Anda?)

Tamu: Yes, I have some complain about my room. (Iya, saya ingin mengeluh mengenai kamar saya.)

Resepsionis: What is it, Ma’am? (Ada apa, Bu?)

Tamu: I just checked in earlier and when I came into the room, the smell suddenly struck me. It’s cigarette smoke. The room smells like cigarette smoke. (Saya baru datang tadi dan ketika saya masuk ke dalam kamarnya, tiba-tiba saya diserang oleh bau. Bau asap rokok. Ruangannya penuh bau rokok.)

Resepsionis: I’m sorry, Ma’am, but I’m sure we have cleaned it very thoroughly. Moreover, there is a no smoking inside the room rules. (Maaf, Ibu, namun saya yakin bahwa kami sudah membersihkannya dengan teliti. Terlebih lagi, ada peraturan untuk tidak merokok di dalam kamar.)

Tamu: If you don’t believe me you can check it yourself. I can’t believe this hotel doesn’t treat their guests right. You can’t even air out a room properly! I am so going to give this hotel a bad review. (Jika Anda tidak percaya saya, Anda bisa memeriksanya sendiri. Saya tidak percaya hotel ini tidak memperlakukan tamunya dengan baik. Anda bahkan tidak bisa mengalirkan udara kamar dengan baik! Saya sungguh akan memberi hotel ini ulasan yang buruk.)

Resepsionis: I’m very sorry, Ma’am. I believe you. I’ll see what we can do for you. (Maaf sekali, Bu. Saya mempercayai Anda. Saya akan lihat apa yang bisa kami lakukan untuk menggantinya.)

Tamu: I want another room! I want a superior room with a bathtub. Or else I’m going to report this to the manager. (Saya ingin kamar yang lain! Saya ingin kamar yang lebih bagus dengan bak mandi. Kalau tidak, saya akan melaporkan ini ke manajernya.)

Resepsionis: Of course, Ma’am. I will see what I can do about that. Please hold on a minute. (Tentu saja, Bu. Saya akan melihat apa yang bisa saya lakukan mengenai itu. Mohon tunggu sebentar.)

Tamu: This is so disappointing for me. I was looking forward to stay in this hotel. (Ini sangat mengecewakan untuk saya. Saya tadinya sangat menantikan menginap di hotel ini.)

Resepsionis: Ma’am, we have found a room for you. It is a deluxe room with a bathtub just like you asked. Here is the key for the room. It is on the 6th floor. (Bu, kami telah menemukan ruangan untuk Anda. Ruangannya ruangan deluxe dengan bak mandi seperti yang Anda minta. Ini dia kunci kamarnya. Kamarnya berada di lantai 6.)

Tamu: And what about the expenses? (Bagaimana dengan biayanya?)

Resepsionis: Because of this incident, your stay here will be free of charge and we will reimburse your money when you checkout tomorrow. (Karena kejadian ini, biaya penginapan Anda di sini akan bebas dari biaya dan kami akan mengembalikan uang Anda ketika Anda keluar besok.)

Tamu: Now this is what I call quality service. (Ini baru yang namanya pelayanan baik.)

Resepsionis: Thank you for your patience, Ma’am. I hope you enjoy your stay. Please let me know if there’s anything else we can do to help you. (Terima kasih atas kesabaran Anda, Bu. Saya harap Anda menikmati menginap di sini. Silakan beritahu saya jika ada hal lain yang bisa saya bantu.)

Dapat Anda lihat dari contoh percakapan di atas bahwa terkadang sang tamu akan merasa sangat marah dan kesal. Namun, usahakan ketika Anda ingin mengeluh tentang kamar hotel, argumen yang Anda bawa sudah cukup kuat. Karena pihak hotel tentunya akan berusaha untuk menepis segala kesalahannya. Pada akhirnya jika Anda sudah memiliki bukti yang kuat dan dapat menjelaskannya, Anda pasti bisa meminta kamar baru di hotel tersebut.