sederet kamus
Translate: Tutorial:

Phone Conversation: Percakapan Lewat Telepon dengan Kawan yang Telah Lama Tidak Berjumpa

Dalam materi kali ini, kita akan menyimak beberapa contoh percakapan singkat dalam bahasa Inggris yang terjadi melalui telepon antara kawan yang telah lama tidak berjumpa. Perhatikan terjemahan percakapan di bawahnya yang dapat membantu Anda memahami arti kosakata tertentu dalam bahasa Indonesia.

DIALOGUE 1

David: Hello, Anderson’s speaking.

Bowie: David? David Anderson?

David: Yes, it’s him. Who is this?

Bowie: Come on, man. Do you really forget my voice?

David: Umm… excuse me?

Bowie: You, daft! How dare you forgetting my voice. Oh, right, I know how… you’re such a big shot now.

David: My sweet God… you haven’t changed.

Bowie: Got who I am?

David: Bow Wow.

Bowie: Damn, I haven’t heard that name in a long time.

David: Bowie, right? God, I’m sorry. You literally just puffed into thin air after college. I couldn’t find you anywhere.

Bowie: Well, I’m right here. In front of the door of which I suppose to be your house.

David: Excuse me?

Bowie: I’m outside, David. Don’t be rude to your guest. Open the freaking door. It’s been five years since the last time I saw your sad little face.

David: Oh, my God. All right. Wait a minute.

 

(David: Halo, Anderson sedang bicara.

Bowie: David? David Anderson?

David: Ya, ini dia. Siapa ini?

Bowie: Ayolah, kawan. Apa kamu lupa dengan suaraku?

David: Umm… mohon maaf.

Bowie: Heh. Bisa-bisanya kau melupakan suaraku. Oh, ya, aku tahu kenapa… kamu sudah jadi orang hebat sih sekarang.

David: Ya Tuhan… kau belum berubah.

Bowie: Sudah tahu aku siapa?

David: Bow Wow…

Bowie : Sial, aku sudah lama tidak mendengar nama itu.

David : Bowie, kan? Duh, maaf. Kamu sih, menghilang begitu saja setelah kita lulus kuliah. Aku nggak bisa menemukanmu di mana pun.

Bowie: Nah, aku di sini. Di depan pintu yang kurasa merupakan rumahmu.

David: Maaf?

Bowie: Aku di luar, David! Jangan nggak sopan gitu, dong, sama tamumu. Bukakan pintunya. Sudah lima tahun sejak aku melihat wajahmu yang melas itu.

David: Astaga. Oke-oke. Sebentar.)

DIALOGUE 2

Jane: Hello, good morning.

Edward: Morning. Is this Ms. Eyre’s resident?

Jane: It is, indeed. Whom is it do you want to speak to, Sir?

Edward: I want to speak to Jane Eyre, please. Does she live there?

Jane: This is she. Whom is this I’m speaking to?

Edward: Jane! This is me, Edward Rochester.

Jane: Oh, my God, Mr. Rochester? How are you, Sir? It’s a surprise to hear your voice.

Edward: I’m doing well. Thank you. I hope it’s a lovely surprise, though.

Jane: It certainly is, Sir. Where do you live now? Are you still in Thornfield Hall?

Edward: Not anymore, Jane. The place got burned down not so long after you left. I live in Ferndean Manor with Mary and John now. Adela comes home from her boarding school on holidays.

Jane: Oh, Adela. How I miss her. Is she all right?

Edward: She’s thriving at school. And she misses you, too. Come visit us if you can. She would be jubilant if she sees you.

Jane: I will see and try to come, Sir. Next holiday.

Edward: I’ll take your words. See you, Jane.

Jane: Take care, Sir. Give my kiss to John and Mary.

 

(Jane: Halo, selamat pagi.

Edward: Pagi. Apa ini kediaman Nona Eyre?

Jane: Betul. Anda ingin bicara dengan siapa, Pak?

Edward: Saya ingin bicara dengan Jane Eyre. Apa ia tinggal di sana?

Jane: Ini Jane. Dengan siapa saya bicara sekarang?

Edward: Jane! Ini aku, Edward Rochester!

Jane: Astaga, Pak Rochester? Bagaimana kabar Anda, Pak? Kejutan sekali mendengarkan suara Anda.

Edward: Aku baik-baik saja. Terima kasih. Kuharap itu adalah kejutan yang menyenangkan.

Jane: Tentu saja, Pak. Di mana Anda sekarang tinggal? Apakah Anda masih di Thornfield Hall?

Edward: Tidak lagi, Jane. Tempat itu terbakar tidak lama setelah kamu pergi. Sekarang saya tinggal di Ferndean Manor dengan Mary dan John. Adela pulang dari sekolah asramanya saat liburan.

Jane: Oh, Adela. Saya kangen sekali padanya. Apakah dia baik-baik saja?

Edward: Dia berkembang pesat di sekolah. Dan dia juga kangen kamu. Kunjungilah kami bila kamu bisa. Dia akan senang sekali bila melihatmu.

Jane: Saya akan melihat dan mencoba untuk datang, Pak. Liburan besok.

Edward: Akan kupegang kata-katamu. Sampai ketemu, Jane.

Jane: Jaga diri Anda baik-baik, Pak. Titip salam untuk John dan Mary.)

Semoga contoh di atas dapat memberi gambaran dan membantu Anda yang ingin membuka percakapan dengan kawan lama Anda. Anda juga dapat memraktikkan percakapan tersebut dengan kawan untuk melatih kemampuan bercakap dalam bahasa Inggris. Selamat belajar!