sederet kamus
Translate: Tutorial:

Percakapan Singkat: Apologizing

Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya tak semua hal bisa berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Pasti ada saja situasi yang tak terduga terjadi dan membuat kita harus meminta maaf kepada orang lain. Baik karena perbuatan yang disengaja atau pun tidak.

Masalahnya, bagaimana caranya meminta maaf dengan pantas? Apalagi jika harus menggunakan bahasa Inggris yang notabene bukan bahasa asli (native speaker). Meminta maaf pada orang lain tentunya harus disesuaikan dengan lawan bicara dan konteks masalahnya, agar permohonan maaf lebih related.

Tentunya hal ini akan mendapatkan apresiasi lebih dari lawan bicara karena sudah mau meminta maaf. Berikut contoh beberapa percakapan singkat tentang permohonan maaf atau Apologizing.

Percakapan tentang Apologizing

Contoh dialog 1

James: Sorry I’m late. I was held up at the airport. (Maaf saya terlambat. Saya tertahan di bandara.)

Brandon: That’s OK. I’ve just arrived myself. (Tidak apa-apa. Saya juga baru sampai.)

Contoh dialog 2

Amira: I apologize for my behaviour. I was under a lot of stress. (Saya memohon maaf atas tingkah laku saya. Saya sedang dalam kondisi banyak tekanan.)

Susan: Never mind. I understand. (Lupakan saja. Saya memahaminya.)

Contoh Dialog 3

Atika: Sorry to keep you waiting. It won’t happen again. (Maaf membuat kamu menunggu. Ini tak akan terjadi lagi.)

Sacha: Don’t worry about it. (Jangan khawatir tentang itu.)

Contoh Dialog 4

Harris: I really am very sorry about this problem. (Saya sungguh-sungguh sangat menyesal tentang masalah ini.)

Johny: I should think so too! What you did was completely unacceptable. (Saya harusnya berpikir demikian! Apa yang Anda lakukan sama sekali tidak diterima.)

Contoh Dialog 5

Dorry: Sorry about spilling tea on your floor. I’ll get a mop. (Maaf soal tumpahan teh di lantai Anda. Saya akan segera mengambil lap.)

Jerry: Oh, it doesn’t matter. The cleaning lady will clean it up later. (Oh, itu bukan masalah. Staf pembersih nanti yang akan membersihkannya.)

Contoh Dialog 6

Seller: We sincerely apologize for the late delivery. (Kami dengan tulus memohon maaf.atas keterlambatan pengiriman.)

Customer: I’m afraid that’s not good enough! I expect some sort of discount. (Saya khawatir itu saja tidak cukup. Saya mengharapkan beberapa potongan harga.)

Contoh Dialog 7

Allice: I’m really sorry. I shouldn’t have said that. I know you were hurt by my thoughtlessness. (Saya sungguh minta maaf. Saya seharusnya tidak mengatakan itu. Saya tahu Anda sangat terluka oleh kecerobohan saya.)

Catherine: Forget about it. I wasn’t annoyed at all. I know these sorts of things can happen from time to time. (Lupakan saja. Saya tidak kesal sama sekali. Saya tahu hal-hal seperti ini bisa terjadi dari waktu ke waktu.)

Allice: That’s so kind of you. (Kamu baik sekali.)

Contoh Dialog 8

Ceritanya, beberapa anak laki-laki memecahkan kaca jendela pak John ketika bermain sepak bola di jalanan. Tentu saja, hal ini membuat pak John marah dengan anak-anak tersebut.

Mr. John: You’ve broken my window. Can’t you see it? (Kalian sudah memecahkan jendela saya. Tak bisakah kalian melihatnya?)

Doni: We’re really sorry, uncle. We were playing football. We never thought that the ball would hit your window. (Kami sungguh-sungguh menyesal, paman. Kami sedang bermain sepakbola. Kami tidak pernah menyangka jika bolanya akan mengenai jendela Anda.)

Mr. John: Haven’t I told you not to play in the street? Why don’t you go to the park? (Bukankah saya sudah memberitahu kalian untuk tidak bermain di jalan? Mengapa kalian tidak pergi ke taman?)

Doni: We all know we shouldn’t have played here. We’re really sorry. We won’t repeat this mistake. (Kami semua tahu kami tak seharusnya bermain di sini. Kami sangat menyesal. Kami tidak akan mengulangi kesalahan ini.)

Mr. John: That’s okay, but I don’t want you to play in the street again. (Tidak apa-apa, tapi saya tak ingin kalian bermain di jalan lagi.)

Contoh dialog 9

Ceritanya Laila menjatuhkan piring ke lantai. Tentu sang ibu meminta penjelasan.

Ibu: What was that terrible noise? Laila, did you drop anything? (Suara mengerikan apa itu tadi? Laila, apakah kamu menjatuhkan sesuatu?

Laila: I’m sorry, mom. I dropped a plate on the floor and it broke.

Ibu: Were you hurt? (Apa kamu terluka?)

Laila: No, mom. But I’m really sorry. (Tidak, ibu. Tapi saya sungguh minta maaf.)

Ibu: I’m glad that you aren’t hurt, Laila. But why did you drop it? Haven’t I told you not to handle glassware? (Aku senang kamu tidak terluka, Laila. Tapi kenapa kamu menjatuhkannya? Bukankah ibu sudah memberitahumu untuk tidak menangani barang pecah belah?)

Laila: I couldn’t help it. The plate was too slippery. (Saya tidak mampu menahannya. Piringnya sangat licin.)

Ibu: It’s okay, but you’ve got to be careful next time! (Tidak apa-apa, tapi lain kali kamu harus lebih berhati-hati lagi.)

Contoh Dialog 10

Kiky: Excuse me, Mrs. Tina. (Permisi, Bu Tina.)

Mrs. Tina: Yes, what going on? (Ya, ada apa?)

Kiky: I’m sorry, but I haven’t got my physich book. (Saya minta maaf. Saya tidak memilikibuku fisika.)

Mrs. Tina: Where is it? (Dimana buku itu?)

Kiky: It’s in my bag. (Ada di tas saya.)

Mrs. Tina: And where’s your bag? (Dan dimana buku kamu?)

Kiky: I left my bag on the bus. (Tas saya ketinggalan di bus.)

Mrs. Tina: Never mind. Give it to me on Friday. Tidak apa-apa. Berikan bukunya hari Jumat nanti.)

Kiky: Thank you so much. Mrs. Tina. (Terima kasih banyak. Bu Tina.)