sederet kamus
Translate: Tutorial:

Pidato Bahasa Inggris Tentang Pendidikan Moral

Berikut ini adalah contoh pidato dalam Bahasa Inggris tentang pendidikan moral beserta dengan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Contoh pidato ini bisa menjadi bahan referensi Anda untuk membuat skrip pidato Anda sendiri dengan topik yang serupa.

Good morning, ladies and gentlemen. It is my pleasure to be here this sunny morning to meet all of you who share the commitment to promote moral education to our children. First of all, let us express our gratitude towards the Almighty for His endless blessings so that we all can be together here in good condition and health.

Ladies and gentlemen, one’s character is very important for one’s life and others’. Why? It is because characters are related to morality. When one has good morals, he treats himself and others very well. The formation of one’s character begins from his childhood. It can be said that parents are children’s first moral educators. Although moral education can be learned everywhere, such as at home, school, college, and workplace, children learn ethical education more at home than in any other place. That is why parents have an important role in building their children’s characters.

The development of morality is a significant aspect of the formation of good character. A good character is needed to build a good society. The moral aspect is ironically often neglected by society and even the state. To prove this point, let’s take a look at the educational programs in our country. Our educational system only focuses on intellectual education. It is compulsory for students to get good grades. Principles that moral education teaches, like honesty, tolerance, kindness, sympathy, love, etc are often ignored. It is our duty to balance out the intellectual education and moral education.

Ladies and gentlemen, as we know, children are excellent observers. They by nature like to imitate things they observe. Thus, moral education is given best by examples. Instead of only asking them to behave well, it is more effective to teach children what good etiquette is and how to behave well by being a person with a good attitude ourselves. It would be no use if we advise our children to have good behavior while we never show them what good behavior is. That is why it is necessary that teachers of moral education are people of good character so that the students can absorb their good qualities.

In short, just like intellectual education, moral education is also important and the process takes a lifetime. We should get ourselves ethical education first before we can teach moral to our children. Building moral values and attitudes to our children takes time and effort. This is not an easy task, but we should determine to rise to the challenge.

Ladies and gentlemen, this is the end of my speech. Thank you so much for your time and attention.

Terjemahan:

Selamat pagi, bapak dan ibu sekalian. Saya senang bisa berada di pagi yang cerah ini untuk bertemu Anda semua yang memiliki komitmen sama untuk mempromosikan pendidikan moral kepada anak-anak kita. Pertama-tama, mari kita ucapkan syukur kepada Yang Maha Esa atas berkahnya yang tiada akhir sehingga kita semua dapat berkumpul hari ini dalam keadaan sehat walafiat.

Bapak dan ibu sekalian, karakter seseorang itu sangat penting untuk hidupnya dan hidup orang lain. Mengapa? Itu karena karakter terkait dengan moralitas. Ketika seseorang memiliki moral yang baik, dia memperlakukan dirinya sendiri dan orang lain dengan baik. Pembentukan karakter seseorang dimulai dari masa kanak-kanaknya. Dapat dikatakan bahwa orangtua adalah guru moral pertama mereka. Walaupun pendidikan moral bisa dipelajari di mana saja, seperti di rumah, sekolah, kampus, dan tempat kerja, anak-anak mempelajari pendidikan moral lebih banyak di rumah dibandingkan di tempat lainnya. Itulah mengapa orangtua memiliki peran penting dalam membangun karakter anak-anak mereka.

Perkembangan moralitas adalah aspek penting dalam pembentukan karakter yang baik. Karakter yang baik dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang baik. Ironisnya, aspek moral sering ditelantarkan oleh masyarakat dan bahkan negara. Untuk membuktikan poin ini, mari kita lihat program edukasi di negara kita. Sistem edukasi kita hanya fokus kepada pendidikan intelektual saja. Wajib bagi murid untuk mendapatkan nilai yang bagus. Prinsip-prinsip yang diajarkan oleh pendidikan moral, seperti kejujuran, toleransi, kebaikan, simpati, cinta, dsb sering diabaikan. Merupakan tugas kita untuk menyeimbangkan pendidikan intelektual dan pendidikan moral.

Bapak dan ibu sekalian, seperti yang kita tahu, anak-anak adalah pengamat yang luar biasa. Mereka secara alami suka meniru hal-hal yang mereka amati. Untuk itu, pendidikan moral diberikan terbaik dengan memberi contoh. Alih-alih hanya menyuruh anak-anak untuk berperilaku baik, lebih efektif untuk mengajarkan mereka apa itu etiket baik dan bagaimana berperilaku baik dengan kita menjadi orang baik. Tidak ada gunanya jika kita menasihati anak-anak kita untuk berperilaku baik saat kita sendiri tidak pernah menunjukkan kepada mereka apakah perilaku baik itu. Oleh karena itu, guru pendidikan moral harus orang dengan karakter yang baik sehingga siswa dapat menyerap sifat-sifat baiknya.

Singkatnya, sama seperti pendidikan intelektual, pendidikan moral juga penting dan prosesnya berjalan selama seumur hidup. Kita harus mempelajari pendidikan etika terlebih dahulu sebelum kita bisa mengajarkan moral kepada anak-anak kita. Membangun nilai-nilai dan sikap moral kepada anak-anak kita membutuhkan waktu dan usaha. Itu memanglah bukan tugas yang mudah, tetapi kita harus bertekad untuk melakukannya.

Bapak dan ibu sekalian, inilah akhir pidato saya. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya.